Efek Samping Imunisasi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Efek Samping Imunisasi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Efek Samping Imunisasi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pasca imunisasi si Kecil kok malah demam? Tenang, Mum. Imunisasi mungkin memicu efek samping tertentu pada si Kecil. Yuk, ketahui info lengkapnya!

Mum tentu setuju, memberikan imunisasi pada si Kecil adalah salah satu langkah penting untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Akan tetapi, perlu diketahui, imunisasi dapat membawa efek samping untuk tubuh si Kecil. Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui efek imunisasi pada anak, sehingga Mum tak panik bila si Kecil menunjukkan gejala tertentu setelah diimunisasi!

Memahami Imunisasi dan Kaitannya dengan Kekebalan Tubuh si Kecil

Menurut Dr. Laura A. Jana, dokter spesialis anak sekaligus anggota American Academy of Pediatrics, selama masa kehamilan, sebagian antibodi di tubuh Mum ditransfer ke tubuh si Kecil melalui plasenta. Antibodi ini akan melindungi si Kecil sejak di dalam kandungan hingga ia lahir dan berusia 2 atau 3 bulan. Setelah antibodi bawaan ini tak lagi berfungsi, sistem imun anak pun mulai memproduksi antibodi sendiri untuk melawan bibit penyakit.

Supaya proses produksi antibodi di tubuhnya berlangsung lebih optimal, si Kecil perlu diimunisasi. Imunisasi mengajarkan sistem imun tubuh bayi untuk mengenali benda asing berbahaya secara spesifik, sekaligus membentuk pertahanan alami untuk melawannya. Ini sebabnya, imunisasi terkait erat dengan kekebalan tubuh si Kecil jangka panjang.

Efek Samping Imunisasi yang Mungkin Terjadi

Seperti yang Mum tahu, imunisasi dilakukan dengan memasukkan vaksin ke tubuh si Kecil. Vaksin ini biasanya berupa bakteri dan virus yang sudah dilemahkan terlebih dulu. Nah, mengingat sistem imun tubuh si Kecil belum bisa bekerja secara sempurna, antibodinya mungkin akan cenderung bereaksi berlebihan saat vaksin masuk. Akibatnya, tubuh mengeluarkan histamin dan zat-zat lain pemicu alergi, demam, dan gejala lain. Inilah yang membuat imunisasi seolah memiliki efek samping.

Nah, berikut beberapa efek samping imunisasi yang mungkin muncul berdasarkan vaksin yang diberikan:

Vaksin Hepatitis B

Efek samping yang mungkin muncul pasca pemberian vaksin hepatitis B biasanya berupa demam dan kelelahan. Akan tetapi, ada pula efek samping lainnya yang cukup jarang terjadi, seperti gatal-gatal, kulit kemerahan, dan pembengkakan pada wajah.

Vaksin Polio

Vaksin yang memperkuat kekebalan tubuh si Kecil dari ancaman virus polio ini biasanya memiliki efek samping yang cukup ringan, berupa demam dan hilangnya nafsu makan. Namun, dalam kasus yang lebih jarang terjadi, vaksin ini memicu reaksi alergi berupa gatal, kulit tampak memerah, wajah membengkak, hingga kesulitan bernapas atau menelan.

Vaksin BCG

Efek samping pemberian vaksin yang bertujuan mencegah penyakit tuberkolosis ini biasanya hanya berupa benjolan bekas suntik di kulit si Kecil, Mum. Namun, dalam beberapa kasus, vaksin ini juga dapat memunculkan reaksi alergi.

Vaksin DPT

Demi melindungi si Kecil dari bahaya difteri, pertusis, dan tetanus, Mum dianjurkan untuk memberikan imunisasi DPT pada si Kecil. Imunisasinya sendiri dilakukan sebanyak lima kali, yakni ketika si Kecil berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan, delapan belas bulan, dan lima tahun. Efek samping dari vaksin DPT cukup beragam, umumnya berupa rasa nyeri, demam, dan mual. Dalam beberapa kasus, kejang-kejang pasca pemberian vaksin juga mungkin terjadi, namun peluang kejadiannya jauh lebih kecil.

Vaksin Campak

Seperti halnya vaksin lain, efek samping pemberian vaksin campak juga cukup ringan. Si Kecil mungkin akan merasakan sakit ringan dan bengkak pada lokasi suntikan, demam yang berlangsung 1 atau 2 hari, serta kemerahan pada kulit.

Kini Mum sudah lebih paham, efek samping imunisasi sebenarnya merupakan reaksi tubuh si Kecil atas vaksin yang masuk. Berhubung hal ini tidak berbahaya, jadi Mum tak perlu khawatir berlebihan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan bila si Kecil mengalami efek samping imunisasi:

Memberikan Obat Penurun Panas

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, demam adalah salah satu efek samping yang paling sering dialami si Kecil pasca imunisasi. Bila si Kecil mengalaminya, Mum bisa memberikan obat penurun panas yang biasanya diberikan dokter saat imunisasi. Berikan obat tersebut kepada si Kecil sesuai dosis yang dianjurkan, agar ia tidak demam dan rewel, Mum.

Mengompres Bekas Suntikan

Bila pemberian imunisasi dilakukan melalui suntikan, kemungkinan si Kecil akan mengalami efek samping berupa bengkak di sekitar area yang disuntik. Untuk meringankan ketidaknyamanan yang ia rasakan, Mum bisa mengompres bagian yang bengkak selama 10-20 menit menggunakan kapas atau kain kasa yang sudah dicelupkan ke air dingin.

Memberikan Banyak Cairan

Bila si Kecil demam, Mum juga bisa memberinya cairan lebih banyak, baik berupa air putih, susu, jus, ataupun minuman lainnya. Cairan ini bisa membantu menurunkan suhu tubuh si Kecil agar stabil kembali.

Nah, itulah serba-serbi efek imunisasi pada anak yang perlu Mum tahu. Semoga info ini bermanfaat, ya.

Di samping lewat pemberian imunisasi lengkap, daya tahan tubuh si Kecil juga dapat didukung dari dalam dengan memberikannya susu pertumbuhan balita kaya nutrisi setiap hari. Mum bisa memilih Friso Gold 3. Diperkaya ALA, LA, Prebiotik, Nukleotida, Vitamin A, C, dan E, Zink, Zat Besi, serta Selenium, Friso Gold 3 dapat menutrisi si Kecil sekaligus memperkuat daya tahan tubuhnya dari dalam. Friso Locknutri membantu memastikan kualitas Protein di dalam susu ini selalu terjaga, sehingga nutrisinya lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh si Kecil.

 

Friso Promo

Ayo Langganan Friso di JD.ID Sekarang dan Dapatkan Hadiahnya
Mau Paket Lock&Lock atau Blender Philips Gratis? Ayo Beli Friso di JD.ID
Selengkapnya

Beli Online Lebih Hemat & Mudah

Friso Online Shop

Nikmati kemudahan berbelanja di shop.friso.co.id. Bisa bayar saat belanjaan di antar ke rumah!

Beli disini