Hati-hati, Flu Saat Hamil Bisa Membahayakan Janin

Hati-hati, Flu Saat Hamil Bisa Membahayakan Janin

Hati-hati, Flu Saat Hamil Bisa Membahayakan Janin

Meski tergolong penyakit ringan, flu ternyata bisa berbahaya lho untuk ibu hamil. Yuk, simak infonya, Mum!

Selama masa kehamilan, terjadi beragam perubahan pada tubuh Mum, termasuk pada sistem imun tubuh. Hal ini menyebabkan Mum lebih rentan terhadap beragam penyakit, termasuk flu saat hamil. Terlebih lagi, cuaca sering berubah secara drastis sekarang ini.

Memang, flu sebenarnya tergolong penyakit ringan. Akan tetapi, bila Mum mengalaminya di masa kehamilan, hal ini cukup berisiko membahayakan janin. Flu berat saat hamil dapat memicu komplikasi karena infeksi seperti pneumonia. Selain itu, menurut Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, flu di masa kehamilan juga berpeluang menyebabkan keguguran, kelahiran bayi prematur, serta berat badan rendah pada bayi yang baru lahir.

Sekilas, flu di masa kehamilan ditandai oleh gejala-gejala yang sama dengan flu biasa. Contohnya, demam, rasa nyeri, lelah, hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk, dan panas dingin. Akan tetapi, saat kondisinya lebih serius, gejala yang muncul bisa lebih berat, Mum. Seperti:

  • Kesulitan bernapas, napas jadi pendek.
  • Pendarahan selaput lendir
  • Nyeri atau rasa tertekan di daerah dada atau perut.
  • Pusing tiba-tiba dan linglung.
  • Muntah yang parah atau terus-menerus.
  • Janin jadi cenderung tidak aktif.
  • Demam tinggi yang tidak kunjung reda meski sudah diberi obat yang mengandung Asetaminofen untuk meredakan nyeri dan demam, sesuai petunjuk dokter.

Bila Telanjur Terserang Flu Berat Saat Hamil

Mengingat flu berpotensi membahayakan janin, Mum tentu khawatir, ya, bila mengalaminya. Meski begitu, cobalah untuk tetap tenang. Bila gejala-gejala flu berat mulai terasa, berkonsultasilah dengan dokter. Biasanya, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan yang dikenal dengan istilah nasal swab atau uji usap hidung. Hal ini paling baik dilakukan empat hari pertama setelah tahu bahwa Mum terserang flu. Saat konsultasi, tanyakan pula pada dokter apakah Mum perlu opname atau cukup rawat jalan.

Sebaiknya Mum juga memperbanyak istirahat, membatasi kontak dengan orang lain sementara waktu, serta tidak banyak keluar rumah. Kalau Mum sering berada di rumah sendirian, misalnya karena Dad sedang bekerja, mintalah seseorang untuk menemani atau sering menghubungi Mum, ya. Dengan begini, kondisi Mum tetap terpantau.

Perawatan dan Upaya Penyembuhan yang Bisa Dilakukan

Berikut beberapa langkah perawatan dan upaya penyembuhan flu berat di masa kehamilan:

  • Mengonsumsi obat Asetaminofen sesuai petunjuk dokter untuk meredakan demam.
  • Minumlah lebih banyak cairan saat Mum sedang flu, boleh berupa air putih maupun jus buah yang kaya Vitamin C.
  • Setelah pemeriksaan, biasanya dokter akan memutuskan apakah Mum memerlukan obat antiviral. Obat antiviral hadir dalam bentuk pil, cairan, atau inhaler yang dapat melawan flu dengan cara mencegah virus tumbuh di tubuh Mum. Efek dari obat-obatan ini akan terasa lebih cepat dan membuat gejala flu menjadi lebih ringan. Obat antiviral bekerja paling baik jika diberikan dua hari setelah gejala flu mulai terasa. Akan tetapi, mengingat Mum sedang hamil, obat antiviral ini biasanya akan diberikan setelah gejala flu berlangsung lebih dari 48 jam demi meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Upaya Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, sebelum flu menyerang, akan jauh lebih baik bila Mum menjaga kesehatan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin untuk ibu hamil. Selain itu, lakukan pula upaya pencegahan lain, seperti:

  1. Mendapatkan suntikan vaksin flu sesegera mungkin, sesuai dengan petunjuk dokter. Sebab, kekebalan baru akan berkembang beberapa minggu setelah Mum mendapatkan vaksin. Tak hanya melindungi Mum, vaksin ini juga membantu melindungi si Kecil dari flu hingga 6 bulan setelah kelahiran, lho.
  2. Cuci tangan lebih rutin, termasuk sebelum makan, setelah bersin, dan setelah pergi ke kamar mandi. Saat melakukannya, gunakan teknik mencuci tangan yang benar ya, Mum. Gosok kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik dan bilas dengan air secukupnya. Bila sedang berada di luar rumah dan tidak ada sabun dan air, Mum bisa menggunakan tisu sekali pakai atau hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.
  3. Hindari menahan batuk atau bersin langsung dengan telapak tangan Mum. Sebab, kebiasaan ini membuat virus menyebar di tangan, dan kemudian tersebar ke mana-mana. Bila terpaksa menahan batuk dan bersin dengan telapak tangan, segera cuci tangan hingga bersih, ya.
  4. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut Mum dengan tangan sebelum mencucinya. Kelihatannya tangan Mum memang bersih, padahal belum tentu demikian. Aktivitas sehari-hari seperti menyentuh kenop pintu, gelas, pegangan kulkas, atau benda lainnya, mungkin saja membuat virus berpindah ke tangan Mum.
  5. Pada permukaan yang keras, virus dan bakteri bisa hidup antara dua hingga delapan Jadi, sebisa mungkin, bersihkan permukaan benda-benda di rumah seperti meja samping tempat tidur, kenop pintu, telepon, bak mandi, dan dapur dengan desinfektan secara teratur, ya, Mum. Supaya tetap aman, ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label produk, ya.
  6. Selama kehamilan, hindari berdekatan dengan orang-orang yang sedang sakit. Hal ini akan cukup membantu mengurangi risiko Mum terserang flu saat hamil.
  7. Penuhi kebutuhan nutrisi harian Mum dan janin. Salah satunya dengan mengonsumsi susu ibu hamil dan menyusui kaya nutrisi seperti FrisoMum Gold.

Semangat terus menjalani kehamilan yang sehat ya, Mum.

Friso Promo

Ayo Ajak si Kecil Berenang dengan Swimming Ring dari Pembelian Friso
Dapatkan pelampung karakter hewan dari setiap pembelian Friso Gold 3 atau Friso Gold 4 sebelum kehabisan!
Selengkapnya

Beli Online Lebih Hemat & Mudah

Friso Online Shop

Nikmati kemudahan berbelanja di shop.friso.co.id. Bisa bayar saat belanjaan di antar ke rumah!

Beli disini