Kenali Ragam Alat Kontrasepsi dan Cara Memilihnya

Kenali Ragam Alat Kontrasepsi dan Cara Memilihnya

Kenali Ragam Alat Kontrasepsi dan Cara Memilihnya

Masih bingung menentukan metode KB setelah melahirkan yang tepat, Mum? Ayo simak ulasannya di sini!

Pasca melahirkan, Mum kini mungkin tengah fokus dengan berbagai hal seputar perawatan si Kecil. Tapi, jangan lupa untuk mulai memikirkan metode kontrasepsi atau jenis KB setelah melahirkan yang akan Mum gunakan. Mum tentu tak mau bila si Kecil mendapatkan adik di waktu yang tak diinginkan bukan? Lalu, bagaimana kriteria dan jenis kontrasepsi yang bisa Mum pilih? Ayo simak info selengkapnya!

Kriteria Alat Kontrasepsi yang Tepat Bagi Ibu Menyusui

Mengingat kini Mum tengah dalam masa menyusui, metode kontrasepsi pasca melahirkan yang dipilih sebaiknya memenuhi beberapa kriteria berikut:

  • Tidak Memengaruhi Produksi ASI

Kriteria pertama yang perlu Mum perhatikan ialah metode kontrasepsi itu tidak memengaruhi produksi ASI. Dengan begitu, kebutuhan ASI si Kecil tersayang tetap dapat terpenuhi dengan baik, meski Mum sedang menjalani program KB.

Sebagai informasi, agar produksi ASI tidak terganggu, metode kontrasepsi yang dipilih hendaknya hanya mengandung hormon progestin saja, tanpa esterogen.

  • Cocok untuk Tubuh Mum

Kriteria yang harus dipertimbangkan berikutnya adalah kecocokan metode kontrasepsi yang dipilih dengan tubuh Mum. Hal ini penting, karena metode kontrasepsi yang tidak cocok dapat menyebabkan beberapa efek samping, mulai dari yang sifatnya ringan hingga agak berat. Misalnya, mual, sakit kepala, mood tidak stabil, menstruasi berlebihan, dan obesitas atau kegemukan.

  • Jarak Usia Antar Anak

Setiap pasangan, termasuk Mum dan Dad, tentu memiliki perencanaan tersendiri seputar berapa jumlah anak yang diinginkan dan jarak usia antar anak. Perencanaan ini turut memengaruhi pertimbangan metode kontrasepsi yang akan dipilih. Selain memiliki efektivitas yang beragam, setiap metode juga mencegah terjadinya kehamilan dalam rentang waktu yang berbeda.

Misalnya, KB jenis implan. KB ini dapat bertahan hingga 3 tahun. Sementara, KB jenis lain (contohnya pil) hanya bertahan satu bulan apabila tidak dilanjutkan. Jadi, pilihlah jenis kontrasepsi yang sesuai perencanaan Mum dan Dad terkait keluarga yang akan diwujudkan.

Waktu yang Tepat untuk Memulai Kontrasepsi

Berbicara soal kapan waktu paling tepat untuk mulai menjalankan metode kontrasepsi, jawabannya tergantung kebutuhan dan kondisi tiap orang, Mum. Sebenarnya, KB sudah bisa dilakukan sesaat setelah melahirkan. Akan tetapi, waktu pemasangan KB sebaiknya disesuaikan pula dengan pertimbangan apakah Mum akan memberikan ASI pada si Kecil atau tidak; serta metode mana yang akan dipilih. 

Kenali Jenis-jenis Kontrasepsi

Kini, mari kenali jenis-jenis metode kontrasepsi yang ada, Mum!

1. Pil KB Laktasi

Pil KB Laktasi bisa dikonsumsi selama Mum menyusui, dan bisa dimulai saat menstruasi hari pertama setelah masa nifas berakhir. Jenis kontrasepsi ini menghambat ovulasi dengan menekan hormon LH dan FSH, membuat lapisan lendir di leher rahim lebih tebal, sehingga menghambat pergerakan sperma ke sel telur dan menghambat pertumbuhan lapisan endometrium.

Beberapa kelebihan kontrasepsi dengan pil KB di antaranya:

  • Dapat meminimalisir gejala PMS seperti kram dan timbulnya jerawat;
  • Meminimalkan efek depresi PMS; dan
  • Mengurangi risiko kanker endometriosis, kanker rahim, dan kanker kolon.

Sementara, kekurangannya antara lain:

  • Butuh kedisiplinan tinggi, karena Mum harus mengonsumsinya setiap hari pada jam yang sama;
  • Meski kemungkinannya kecil, terdapat risiko penyumbatan saluran darah. Risiko ini dapat membesar karena faktor-faktor tertentu, seperti kebiasaan merokok, riwayat kesehatan di keluarga, dan migrain; dan
  • Beberapa pil KB tidak boleh dikonsumsi oleh penderita sakit ginjal, penyakit hati, serta penyakit lain yang berhubungan dengan hormon adrenalin.

2. KB Implan

KB implan atau dikenal dengan istilah KB susuk berwujud tabung plastik kecil yang fleksibel, berisi hormon pencegah kehamilan. Ukurannya kira-kira sebesar korek api dan dimasukkan ke dalam kulit lengan bagian atas, Mum.

Setelah dimasukkan ke bawah kulit, KB implan akan melepaskan hormon progestin dalam kadar rendah untuk mencegah terjadinya ovulasi. Progestin pada KB implan juga mempertebal lendir di sekitar serviks. Jadi, sperma makin sulit untuk masuk ke dalam rahim. Hormon progestin pada KB implan juga mempertipis lapisan dinding rahim. Akibatnya, kalaupun ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, ia akan sulit menempel pada dinding rahim. 

Beberapa kelebihan KB implan antara lain:

  • Cukup sekali pemasangan, KB implan mampu mencegah kehamilan hingga 3 tahun;
  • Mudah dipasang. Keseluruhan prosesnya hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja;

Sementara, kekurangannya di antaranya:

  • Setelah implan dipasang, Mum tidak boleh mengangkat benda berat terlebih dulu;
  • Tidak dianjurkan untuk para ibu yang mengidap pembekuan darah, liver, dan pendarahan pada vagina;
  • Keseluruhan proses, baik pemasangan maupun pelepasan KB implan harus dilakukan oleh tenaga profesional, seperti bidan atau dokter kandungan.

3. KB IUD

IUD atau dikenal dengan istilah spiral termasuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang efektif untuk mencegah kehamilan. Wujudnya berupa kumparan kecil sepanjang 3 cm menyerupai huruf T, dengan benang yang ukurannya disesuaikan dengan rahim. IUD mencegah terjadinya kehamilan dengan menghalangi sperma masuk ke saluran sel telur.

Berikut beberapa kelebihan penggunaan IUD:

  • Mencegah kehamilan dalam jangka panjang (hingga 10 tahun);
  • Dapat dilepas kapan pun, sesuai keinginan. Setelah IUD dilepas, Mum pun bisa segera hamil karena metode ini tidak memengaruhi kesuburan Mum;

Sementara, kekurangannya di antaranya:

  • Berpotensi mengakibatkan kram dan memperbanyak darah yang keluar saat haid selama 3 bulan pertama pasca pemasangan;
  • Ada risiko infeksi, sebesar 1%.

Setelah membaca artikel ini, kini Mum sudah lebih paham bukan, cara memilah alat kontrasepsi pasca melahirkan? Semoga info ini cukup membantu ya, Mum.

Seperti halnya memilih metode tepat untuk KB setelah melahirkan, memastikan si Kecil yang baru lahir mendapat asupan ASI yang cukup juga penting. Oleh sebab itu, pastikan Mum menutrisi tubuh dengan baik selama masa menyusui ini. Salah satu caranya dengan rutin mengonsumsi susu ibu hamil dan menyusui kaya nutrisi seperti Frisomum Gold.

Dengan kandungan Asam Folat, ALA, LA, Nukleotida, Kalsium, dan Zat Besi, susu ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Mum di masa menyusui demi menunjang suksesnya program ASI eksklusif.

Friso Promo

Main Air Lebih Seru dengan Membawa Friso Dry Bag
Ayo koleksi keempat varian warna Friso Dry Bag sebelum kehabisan!
Selengkapnya

Beli Online Lebih Hemat & Mudah

Friso Online Shop

Nikmati kemudahan berbelanja di shop.friso.co.id. Bisa bayar saat belanjaan di antar ke rumah!

Beli disini