Manfaat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Balita

Manfaat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Balita

Manfaat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Balita

Ingin mengajarkan bahasa asing pada si Kecil? Kenapa tidak, Mum? Belajar bahasa asing ternyata bermanfaat untuk kecerdasan si Kecil Berikut pembahasan berikut tipsnya.

Selain bahasa Indonesia, ternyata penting untuk anak belajar bahasa asing sejak dini, Mum. Alasannya, penelitian mengungkapkan, anak-anak yang belajar bahasa asing sejak dini cenderung lebih cerdas, terampil, serta kreatif. Penasaran dengan info selengkapnya? Yuk, simak di bawah ini!

Manfaat Belajar Bahasa Asing untuk Anak

Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh si Kecil bila ia belajar bahasa asing sejak dini:

  • Kreativitas dan Keterampilannya Terasah

Penelitian mengungkapkan, mempelajari bahasa asing dapat meningkatkan kreativitas anak, sekaligus membuat keterampilannya semakin terasah. Alasannya, saat belajar bahasa asing, anak diajak bereksperimen dengan berbagai kosakata dan istilah baru. Ia jadi paham bahwa mengungkapkan suatu ide dapat dilakukan dengan banyak cara. Pemahaman ini kemudian memicunya untuk aktif mencari alternatif solusi saat dihadapkan pada sebuah masalah. Dengan begini, anak jadi lebih kreatif dan terampil, Mum.

King dan Mackey, PhD, dua penulis buku berjudul The Bilingual Edge: Why, When, and How to Teach Your Child a Second Language, ikut membenarkan hal ini. Dalam bukunya, mereka mencontohkan, anak yang belajar bahasa asing sejak dini memiliki jawaban lebih kreatif saat ditanya, “Bagaimana cara bermain dengan botol kosong?”. Alih-alih hanya menjawab, “Dengan mengisi air ke dalamnya”, mereka punya jawaban yang lebih kreatif, yaitu ”Kita bisa mengisinya dengan pasir!”

  • Kemampuan Kognitifnya Berkembang Semakin Baik

Di samping lebih kreatif dan terampil, anak yang belajar bahasa asing sejak kecil juga cenderung lebih cerdas karena kemampuan kognitifnya meningkat, Mum.

Antonella Sorace, ahli bahasa dari University of Edinburgh, Skotlandia, menyatakan, anak-anak yang mempelajari bahasa asing cenderung mampu lebih fokus dan bisa berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan baik, ketimbang yang tidak. Penyebabnya, otak mereka sudah lebih terlatih, baik untuk berpikir, berkonsentrasi, mengingat, maupun menjalankan fungsi lainnya.

Kapan Waktu Terbaik untuk Mulai Mengajarkan Bahasa Asing pada si Kecil?

Memperkenalkan si Kecil pada bahasa asing dapat dilakukan sejak dini. Dalam makalahnya yang berjudul “Early Language Acquisition: Cracking the Speech Code”,  Patricia Kuhl, seorang salah satu direktur Institute of Learning & Brain Sciences di University of Washington, menyampaikan, usia 2-3 tahun menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan anak beberapa kosakata bahasa asing. Alasannya, di usia ini, otak si Kecil tengah mengalami perkembangan pesat, sehingga mudah menyerap apa pun yang ia pelajari.

Melatih Si Kecil Berbahasa Asing Melalui Buku Bacaan

Ada beragam metode untuk membantu anak belajar bahasa asing, mulai dari buku cerita, film, hingga lagu. Nah, dari ketiganya, buku cerita terbilang paling efektif, terutama bila si Kecil sama sekali belum pernah mengenal bahasa yang hendak Mum ajarkan.

Lewat cerita dari buku, si Kecil dapat mengenal kosakata baru dalam bahasa asing melalui proses mendengar. Berhubung Mum sendiri yang membacakan cerita, si Kecil bisa jadi akan merasa lebih nyaman saat belajar. Ia tak akan malu untuk mengulangi atau menanyakan arti kosakata yang belum ia pahami.

Gambar yang ada dalam buku cerita juga dapat membantu memancing antusiasme si Kecil untuk mengikuti jalan cerita, sehingga proses belajar lebih menyenangkan. Belajar lewat buku cerita juga bisa membantu meningkatkan daya imajinasi anak, sebab ia akan terdorong untuk membayangkan cerita tersebut.

Nah, bila Mum ingin mencoba memperkenalkan bahasa asing pada si Kecil lewat buku cerita, beberapa buku di bawah ini bisa menjadi pilihan:

1. May I Please Have a Cookie? – Jennifer Morris, 2005

Buku cerita anak yang satu ini berkisah tentang Alfred, seekor buaya kecil. Ia sangat menyukai biskuit yang dibuat ibunya dan mau melakukan apa saja agar bisa selalu memakannya. Di samping seru untuk disimak oleh balita, cerita sederhana Alfred juga mengajarkan nilai penting untuk si Kecil, yaitu sopan santun, Mum.

2. Sammy the Seal – Syd Hoff, 2000

Buku ini menceritakan petualangan Sammy, seekor singa laut yang tinggal di kebun binatang. Suatu hari, ia pergi ke kota dan berkunjung ke sebuah sekolah di mana ia bertemu anak-anak dan belajar hal baru. Tak hanya belajar bahasa asing, si Kecil juga berkesempatan belajar soal sosialisasi dari cerita Sammy dan tokoh-tokoh yang dijumpainya.

3. I Am a Bunny – Ole Risom, 1963

Buku yang sudah berusia cukup tua ini bercerita tentang seekor kelinci bernama Nicholas yang tinggal di dalam sebuah lubang pohon. Buku ini mengisahkan beragam hobi Nicholas di setiap musim yang berbeda. Dari cerita Nicholas ini, si Kecil dapat belajar soal pentingnya adaptasi, Mum.

Itulah beberapa manfaat serta hal-hal yang dapat Mum lakukan untuk membantu anak belajar bahasa asing. Untuk mendukung proses belajarnya, Mum juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi harian anak. Oleh sebab itu, sajikan selalu segelas Friso Gold 3 untuknya, ya. Diperkaya ALA, LA, Prebiotik, Nukleotida, Vitamin A, C, dan E, Zink, Zat Besi, serta Selenium, susu ini membantu menutrisi si Kecil sekaligus memperkuat daya tahan tubuhnya dari dalam. Friso Locknutri menjaga kualitas nutrisi susu tetap terjaga dalam kondisi mendekati alami, sehingga mudah dicerna oleh tubuh si Kecil.

Friso Promo

Simpan Bekal si Kecil di Eco Friendly Lunch Box Eksklusif dari Friso
Beli produk Friso dan koleksi ketiga varian warna kotak bekal ramah lingkungannya!
Selengkapnya

Beli Online Lebih Hemat & Mudah

Friso Online Shop

Nikmati kemudahan berbelanja di shop.friso.co.id. Bisa bayar saat belanjaan di antar ke rumah!

Beli disini