Mencegah dan Mengatasi Penyakit Difteri pada Anak

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Difteri pada Anak

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Difteri pada Anak

Penyakit difteri bisa jadi sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan tepat. Apalagi, difteri paling banyak menyerang anak-anak. Kenali difteri lebih dalam, yuk, Mum.

Mum, akhir-akhir ini, sempat beredar kabar bahwa difteri kembali mengancam kesehatan masyarakat Indonesia. Pada bulan Desember 2017 lalu, difteri ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa daerah di tanah air, tak terkecuali di kota-kota besar. Menteri Kesehatan juga menyebutkan, penyakit difteri pada anak dan dewasa adalah penyakit yang menular, berbahaya, dan mematikan.

Namun, apa sebenarnya difteri dan mengapa penyakit itu bisa sangat berbahaya bagi kesehatan, hingga dapat merenggut nyawa? Yuk, ketahui jawabannya lewat ulasan di bawah ini, Mum!

Apa Itu Difteri?

Dalam artikel di situs CNN Indonesia pada Desember 2017, Dokter Soedjatmiko, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae dan menyebar lewat batuk atau bersin. Bakteri ini banyak bersarang di tenggorokan dan hidung serta menyebabkan terbentuknya selaput putih tebal. Lama-kelamaan, selaput ini pun menutupi saluran pernapasan.

Tak hanya memicu terbentuknya selaput yang menutup saluran pernapasan, bakteri ini juga mengeluarkan racun yang berisiko melumpuhkan otot jantung serta saraf, Mum. Inilah yang membuat difteri mematikan. Nah, mengingat sistem imun tubuhnya masih belum bisa bekerja dengan optimal, umumnya bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap risiko difteri.

Penyebab Difteri

Mum, seperti yang telah dijelaskan di atas, penyakit difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae. Pada banyak kasus, infeksi terjadi karena penderita belum pernah mendapatkan imunisasi DTP. Yang perlu diingat, tidak ada imunisasi lain yang bisa melindungi si Kecil dari bahaya difteri, kecuali imunisasi DTP. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk memastikan si Kecil mendapatkan imunisasi yang lengkap sejak dini, termasuk imunisasi difteri pada anak

Tanda-tanda Serta Gejala Difteri

Sebagai penyakit yang menyerang saluran pernapasan, gejala penyakit difteri pada anak dan dewasa akan muncul di bagian mulut dan juga tenggorokan. Biasanya gejala difteri yang bisa diamati antara lain munculnya selaput tebal berwarna putih atau keabu-abuan pada tenggorokan, timbulnya radang tenggorokan, suara menjadi serak, serta bengkaknya kelenjar leher.

Selain itu, penderita juga akan mulai mengalami masalah pernapasan serta kesulitan saat menelan. Hidung pun jadi berlendir dan tubuh demam serta menggigil. Difteri juga bisa menyebabkan batuk dan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Bahkan, bisa terjadi gangguan penglihatan, serta bicara yang jadi melantur. Tanda lain adalah kulit menjadi pucat dan berkeringat, serta jantung berdebar.

Supaya si Kecil bisa segera mendapatkan pertolongan yang tepat, segera bawa ia ke dokter bila Mum melihat gejala-gejala tadi pada dirinya, ya. Jika mendapat penanganan yang cepat dan tepat, besar kemungkinan bagi anak untuk selamat, karena bakteri di tubuhnya belum menimbulkan komplikasi yang menyebabkan otak kekurangan oksigen dan fungsi jantung terganggu.

Mengatasi Difteri Melalui Pengobatan

Bila si Kecil terdiagnosa menderita difteri, biasanya proses penyembuhannya harus melalui prosedur rawat inap. Selama pengobatan, si Kecil akan diberikan antibiotik untuk melumpuhkan bakteri penyebab difteri. Jika kondisinya sudah parah sehingga fungsi jantung dan saraf si Kecil dikhawatirkan rusak akibat racun dari kuman, dokter akan menyarankan anak diisolasi selama dua minggu untuk mendapatkan perawatan intensif, Mum.

Untuk mengatasi penyakit difteri pada anak maupun orang dewasa, jika sudah sampai pada tahap isolasi, semua orang terdekatnya juga akan diperiksa, baik itu Mum, Dad, Nenek, Kakek saudara, dan kerabat lainnya. Sebenarnya, yang paling perlu diprioritaskan untuk mendapat imunisasi ialah yang paling sering melakukan kontak dengan si Kecil, baik anggota keluarganya, teman sekolah, ataupun tetangga. Sebagai tambahan informasi, imunisasi difteri perlu diulang tiap 10 tahun sekali, Mum.

Langkah Pencegahan Difteri

Mengingat difteri sangat berbahaya hingga bisa menyebabkan kematian, Mum harus melindungi si Kecil dari penyakit ini sejak dini. Berhubung tak ada vaksinasi lain yang bisa mencegah difteri selain imunisasi DTP, pastikan untuk tidak melewatkannya, ya, Mum. Selain itu, untuk mencegah penyebaran difteri ini pada orang dewasa maupun anak-anak, Mum bisa menjaga lingkungan di dalam rumah agar senantiasa bersih, sehingga perkembangbiakan bakteri, kuman, dan virus, dapat diminimalkan.

Apakah difteri bisa kembali mewabah?

Sebenarnya, difteri bukan merupakan wabah baru, Mum. Sebelum masuk kategori Kejadian Luar Biasa pada tahun 2017 lalu, wabah difteri juga pernah terjadi pada tahun 2009. Setelah sempat meluas hingga ke dua puluh provinsi pada Desember 2017 lalu, maka wabah difteri berpotensi terus ada, terutama bila masih ada banyak orang yang belum mendapatkan imunisasi DTP, atau diimunisasi namun tidak lengkap. Maka dari itu, sikap tanggap dalam memberikan imunisasi lengkap sangat diperlukan untuk mencegah penyakit difteri pada anak.

Selain imunisasi lengkap, pemenuhan kebutuhan nutrisi hariannya juga penting, Mum. Oleh sebab itu, sajikan selalu segelas susu pertumbuhan kaya nutrisi untuknya, ya. Contohnya, Friso Gold 3.

Diperkaya ALA, LA, Prebiotik, Nukleotida, Vitamin A, C, dan E, Zink, Zat Besi, serta Selenium, Friso Gold 3 menutrisi si Kecil sekaligus memperkuat daya tahan tubuhnya dari dalam. Friso Locknutri membantu memastikan kualitas Protein di dalam Friso Gold 3 dalam kondisi mendekati alami, sehingga nutrisinya bisa lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh si Kecil.

Friso Promo

Simpan Bekal si Kecil di Eco Friendly Lunch Box Eksklusif dari Friso
Beli produk Friso dan koleksi ketiga varian warna kotak bekal ramah lingkungannya!
Selengkapnya

Beli Online Lebih Hemat & Mudah

Friso Online Shop

Nikmati kemudahan berbelanja di shop.friso.co.id. Bisa bayar saat belanjaan di antar ke rumah!

Beli disini