Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
5-Tanda-Malnutrisi-Pada-Anak,-Ketahui-Sebelum-Terlambat-Mums!

5 Tanda Malnutrisi Pada Anak, Ketahui Sebelum Terlambat Mums!

Apa Itu Malnutrisi?

Mums, apakah si kecil sudah mendapatkan nutrisi yang cukup? Pemenuhan nutrisi ini penting lho, Mums. Sebab, saat ini masih banyak kasus malnutrisi yang terjadi di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebelum mengetahui tanda dan penyebab malnutrisi, penting bagi Mums untuk mengetahui apa itu malnutrisi supaya bisa dicegah sedini mungkin. Dilansir dari laman resmi who.int, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa malnutrisi adalah kondisi ketika terjadinya ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh, entah itu kekurangan nutrisi atau kelebihan nutrisi yang dialami seseorang. Kondisi kekurangan gizi meliputi stunting, berat badan kurang, sangat kurus, serta kekurangan vitamin dan mineral. Sementara, kelebihan nutrisi meliputi berat badan berlebih hingga menyebabkan obesitas.

Kondisi malnutrisi bisa menyerang siapapun, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Namun, sebagian besar kasus malnutrisi dialami oleh anak-anak yang berusia di bawah empat tahun. Umumnya, faktor penyebab malnutrisi karena pola makan yang buruk seperti mengonsumsi terlalu banyak sukrosa, kurangnya mengonsumsi makanan sehat, baik yang dilakukan oleh Mums dan si kecil. Yup! Pola makan Mums saat hamil juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak lho. Itulah kenapa Mums perlu menjaga asupan nutrisi seimbang sejak masa kehamilan hingga si kecil dalam masa pertumbuhan. 

Apakah Sukrosa Menyebabkan Malnutrisi Pada Anak?

Seperti yang Mums ketahui, malnutrisi juga dipengaruhi oleh asupan makanan yang terlalu banyak hingga terjadi kelebihan nutrisi di dalam tubuh anak, seperti berat badan berlebih hingga obesitas. Permasalahan obesitas juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan anak mengonsumsi makanan tinggi sukrosa sejak kecil. Melansir kompas.com, penelitian membuktikan bahwa anak yang mengonsumsi sukrosa secara konsisten dan berlebihan dapat menyebabkan peningkatan gula darah dan berat badan yang cukup besar. Akibatnya, tumbuh kembang anak jadi terganggu dan risiko penyakit dapat muncul di masa mendatang. Sebaliknya, anak yang terbiasa mengonsumsi asupan sukrosa rendah memiliki pertumbuhan yang baik dalam jangka panjang. Tapi tenang ya Mums, kondisi ini bisa Mums hindari sejak sekarang dengan mengurangi asupan tinggi sukrosa pada anak, salah satunya dengan mengonsumsi makanan dan minuman tanpa sukrosa atau mengandung gula alami. Selain dipengaruhi oleh asupan nutrisi, malnutrisi juga bisa terjadi karena kondisi medis tertentu yang dialami anak. Apa saja tanda malnutrisi pada anak? Ketahui penjelasannya di bawah ini ya Mums!

Tanda Anak Mengalami Malnutrisi

Menurut WHO, tanda malnutrisi pada anak dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

Tanda Anak Kekurangan Gizi

  • Stunting

    Stunting muncul karena anak mengalami kekurangan nutrisi. Kondisi ini terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting karena malnutrisi ditandai dengan tinggi badan anak tidak normal atau tidak setara seperti anak seusianya yang akan berdampak hingga ia dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak akan memengaruhi fungsi otak, metabolisme tubuh, serta gangguan pertumbuhan fisik. Bahkan, stunting bisa berdampak lebih besar seiring dengan bertambahnya usia anak, seperti menurunnya kemampuan kognisi anak, daya tahan tubuh lemak, dan anak berisiko mengidap berbagai penyakit. Stunting bisa dicegah sedini mungkin jika asupan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral terpenuhi sejak masa kehamilan dan pertumbuhan anak. 

  • Berat badan kurang (Underweight)

    Anak yang kekurangan nutrisi bisa mengalami berat badan kurang. Kondisi ini ditandai ketika berat badan anak tidak setara dengan berat badan normal anak seusianya. Berat badan kurang juga bisa ditandai dengan adanya ketidakseimbangan antara berat badan dan tinggi badan anak. Banyak ahli yang menyebut kondisi ini susah diketahui secara pasti jika tidak ditangani oleh dokter. Untuk itu, Mums perlu berkonsultasi dengan dokter bila melihat gejala berat badan anak yang tak kunjung naik seiring bertambahnya usia. 

  • Kurus (Wasting)

    Jika dilihat sekilas, kondisi malnutrisi berat badan kurang dan kurus tampak sama ya, Mums? Sebenarnya kedua kondisi ini agak berbeda lho. Kurus ditandai dengan berat badan anak yang jauh di bawah rentang normal yang seharusnya. Kondisi ini biasanya digambarkan sebagai kondisi malnutrisi yang cukup berat. Sebab, kebanyakan anak yang kurus tidak mendapatkan asupan nutrisi seimbang sejak lama, sehingga efek sampingnya bisa terjadi hingga ia dewasa. 

  • Kurangnya vitamin dan mineral

    Kondisi kekurangan nutrisi selanjutnya yang disebutkan oleh WHO adalah kurangnya vitamin dan mineral dalam tubuh. Bahkan, kondisi ini tidak hanya dialami oleh anak malnutrisi saja, tetapi juga anak normal yang masih dalam masa pertumbuhan. Mengutip WHO, ada beberapa jenis kekurangan vitamin dan mineral yang paling umum, di antaranya vitamin A, zat besi, dan yodium. 

Tanda Anak Kelebihan Gizi

  • Berat badan berlebih (Overweight)

    Melansir dari WHO, berat badan berlebih atau disebut juga overweight merupakan kondisi kelebihan nutrisi yang ditandai ketika bobot badan anak melebihi tinggi badannya. Kondisi ini yang kemudian membuat perawakan si kecil kurang ideal atau tampak gemuk. Banyak faktor yang menjadi menyebabkan berat badan berlebih, yaitu kebiasaan mengonsumsi kalori berlebih sejak kecil, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung sukrosa atau gula tambahan. Kebiasaan ini bisa berlanjut hingga dewasa sehingga mungkin saja anak bisa kecanduan terhadap sukrosa lho, Mums. Saat anak mengalami berat badan berlebih, ada beberapa gejala yang bisa dialami, seperti ukuran lingkar pinggang dan pinggul besar, nyeri sendi, dan mudah lelah.

  • Obesitas

    Obesitas merupakan malnutrisi yang sudah lebih parah dibandingkan berat badan berlebih (overweight). Anak yang mengalami obesitas memiliki kelebihan nutrisi yang sangat tinggi dibandingkan dengan rentang normal anak seusianya. Obesitas bisa terjadi karena anak yang mengalami berat badan berlebih (overweight), lalu ditambah pola makan yang semakin buruk, salah satunya mengonsumsi sukrosa terlalu banyak sehingga berat badan kian bertambah. Artinya, kalori yang masuk sangat banyak dibandingkan kalori yang keluar. Obesitas juga muncul karena anak kurang melakukan aktivitas fisik dan pola tidur yang tidak normal.

    Jika si Kecil mengalami tanda malnutrisi seperti di atas, Mums harus segera membawanya ke dokter untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Karena penanganan anak yang malnutrisi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Tapi tenang Mums, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya malnutrisi. 

Cara Mencegah Malnutrisi Pada Anak 

Mums khawatir anak mengalami malnutrisi? Tenang ya Mums, cara yang paling baik untuk mencegah kondisi ini yaitu memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan seimbang. Makanan bergizi sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebagai orang tua, Mums harus memenuhi nutrisi anak yang mencakup:

  • Makanan Sumber Protein

    Mengonsumsi makanan tinggi protein bisa mencegah terjadinya malnutrisi pada anak. Sebab, protein berfungsi untuk membentuk dan menjaga kesehatan jaringan sel tubuh, sebagai sumber energi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan fungsi organ tubuh agar bekerja secara optimal. Mums bisa mencukupi makanan sumber protein dari susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahnya. 

  • Makanan Sumber Karbohidrat

    Mums juga perlu menyeimbangkan kebutuhan nutrisi si kecil dengan memberikannya karbohidrat yang cukup. Karbohidrat ini memiliki peran sebagai sumber energi utama si kecil dalam beraktivitas. Ada banyak makanan yang mengandung karbohidrat selain nasi putih, seperti beras merah, gandum, pisang, jagung, ubi, kacang merah, kentang, dan lainnya. 

  • Makanan Sumber Lemak Baik

    Lemak dibutuhkan oleh si kecil untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya agar terhindar dari malnutrisi. Sebab, lemak termasuk sumber energi yang baik bagi si kecil dan mudah disimpan dalam tubuh. Mums bisa menambah asupan lemak dari produk olahan susu, minyak nabati, daging, lemak ikan, dan kacang-kacangan.

  • Makanan Sumber Vitamin dan Mineral

    Selain zat makro seperti di atas, penting juga untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak supaya terhindar dari malnutrisi. Vitamin dan mineral banyak sekali fungsinya untuk kesehatan tubuh. Mums bisa mengambil manfaat vitamin dan mineral dari buah-buahan dan sayuran. 

    Salah satu cara untuk mencegah malnutrisi bisa dengan memberikan asupan bergizi tanpa kandungan sukrosa seperti susu FRISO Gold 3 yang membantu meningkatkan nutrisi untuk si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan asupan sukrosa rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang, sekaligus peningkatan tinggi badan 1,5 cm lebih panjang dibandingkan anak yang sering mengonsumsi sukrosa. 


Susu FRISO Gold 3 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa untuk mendukung tumbuh kembang anak lebih ideal. Walaupun bebas sukrosa, susu FRISO Gold 3 tetap memiliki rasa yang enak. Susu FRISO Gold 3 juga diperkaya dengan kandungan prebiotik, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.