Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
7 Penyebab Gigi Keropos Pada Anak, Cegah Mulai Sekarang Mums!

7 Penyebab Gigi Keropos Pada Anak, Cegah Mulai Sekarang Mums!

Sebagian besar Mums mungkin mengira kondisi gigi keropos pada anak adalah hal yang wajar karena anak masih memiliki gigi yang sangat rapuh. Namun, ternyata kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja lho, Mums. Awal mula terjadinya gigi keropos ternyata karena karies gigi, yaitu kondisi di mana munculnya bercak putih atau cokelat pada gigi, sementara permukaan giginya masih utuh. Karies gigi disebut juga sebagai kerusakan tahap awal yang disebabkan oleh hilangnya mineral pada gigi. Penyebab utama karies gigi adalah kebiasaan mengonsumsi asupan tinggi sukrosa atau gula tambahan serta tidak terbiasa menyikat gigi secara rutin. Jika Mums tidak langsung melakukan perawatan, maka warna gigi anak akan berubah menjadi cokelat hingga kehitaman. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bawah kasus gigi keropos akan berpengaruh terhadap banyak hal dalam kesehatan rongga mulut dan tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Gigi keropos pada anak bisa memengaruhi pertumbuhan fisik, seperti terganggunya pertumbuhan rahang, sendi, dan susunan gigi. Sementara, psikis anak juga bisa terganggu karena anak yang mengalami kerusakan gigi secara umum akan memengaruhi kepercayaan diri seiring usia yang bertambah. Demi mencegah dan mengatasi gigi keropos pada anak, sebaiknya Mums mengetahui apa saja penyebabnya.

Penyebab Gigi Keropos Pada Anak

Ada beberapa penyebab gigi keropos yang wajib Mums ketahui agar bisa melakukan pencegahan sedini mungkin, di antaranya:

  1. Sering mengonsumsi asupan tinggi gula

    Anak yang sering mengonsumsi makanan dan minuman mengandung sukrosa atau gula tambahan kemungkinan besar akan mengalami gigi keropos. Sebab, asupan yang tinggi sukrosa ini bisa menempel pada sela-sela gigi hingga menjadi sarang bakteri. Gabungan dari bakteri, sisa makanan manis, dan air liur dapat membentuk plak yang menyebabkan karies gigi hingga gigi keropos. Oleh karena itu, saatnya Mums kurangi asupan tinggi sukrosa dengan memberikan si kecil makanan dan minuman bebas sukrosa yang lebih aman untuk kesehatan giginya. Salah satu yang harus menjadi perhatian Mums adalah kebiasaan si kecil mengonsumsi susu formula. Mums perlu tahu bahwa banyak susu yang mengandung sukrosa yang bisa mengganggu tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu, Mums bisa memberikan si kecil makanan dan minuman yang bebas kandungan sukrosa, seperti susu FRISO Gold 4. Susu FRISO Gold 4 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa untuk mendukung tumbuh kembang anak lebih ideal. Walaupun bebas sukrosa, susu FRISO Gold 4 tetap memiliki rasa yang enak. Susu FRISO Gold 4 juga diperkaya dengan kandungan ALA/LA, kalsium, prebiotik & probiotik, vitamin, dan mineral, yang didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.

  2. Tidak rajin menyikat gigi

    Mums, si kecil malas minyak gigi? Hati-hati, jika kebiasaan ini terus berlanjut akan menimbulkan gigi keropos lho. Menyikat gigi merupakan cara paling sederhana namun penting untuk menghindari berbagai penyakit dan gangguan dalam rongga mulut yang mungkin terjadi. Si kecil harus dibiasakan untuk menyikat gigi secara rutin sebanyak dua kali dalam sehari. Namun sayangnya banyak yang menyepelekan kebiasaan ini, terutama menyikat gigi sebelum tidur. Kebiasaan tidak menyikat gigi sebelum tidur membuat kinerja air liur terganggu. Sebab, ketika tidur, air liur berperan sebagai pembersih alami dalam mulut. Bisa dibayangkan jika masih ada sisa makanan menempel pada gigi, maka peran air liur pun jadi terhambat dan bisa menimbulkan gigi keropos.

    Baca juga: Ketahui Urutan Sistem Pencernaan dan Cara Menjaganya Agar Tetap Sehat

  3. Mengonsumsi makanan asam

    Selain asupan tinggi sukrosa, asupan yang mengandung tinggi asam juga bisa menyebabkan gigi keropos. Asupan yang mengandung asam bisa melunakkan lapisan email gigi ketika berada terlalu lama di dalam mulut, sehingga menyebabkan karies gigi. Mums tetap bisa memberikan si kecil makanan asam seperti buah lemon, stroberi, kiwi, jeruk, dan lainnya namun imbangi juga dengan konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. 

  4. Minum susu botol sebelum tidur

    Apakah si kecil terbiasa minum susu botol sebelum tidur, Mums? Sebaiknya kebiasaan ini dihindari mulai sekarang yuk! Pemberian susu botol sebelum tidur dan dibiarkan terus menempel pada gigi sampai anak tertidur sangatlah tidak baik. Susu tersebut akan menggenang pada permukaan gigi sepanjang malam dan diolah oleh bakteri menjadi asam yang akan merusak gigi hingga terjadilah gigi keropos pada anak. 

  5. Sering mengemut makanan

    Anak-anak pasti pernah mengalami fase susah makan hingga mengemut makanannya di dalam mulut. Jika makanan terlalu lama di dalam mulut, maka bisa menyebabkan gigi keropos. Ini karena makanan tersebut akan berubah menjadi zat asam yang dapat merusak gigi. Oleh karena itu, Mums perlu mengajari si kecil bahwa mengemut makanan itu tidak baik untuk kesehatan giginya. 

  6. Plak dibiarkan menempel 

    Plak yang menempel merupakan salah satu penyebab gigi keropos pada anak. Mums perlu memantau kebersihan gigi si kecil setiap hari agar tidak ada plak yang menempel dalam waktu yang lama. Jika Mums menyadari adanya plak, sebaiknya lebih menjaga kebersihan mulut, mengurangi makanan tinggi sukrosa, dan konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan dengan tepat. 

  7. Efek samping obat tertentu

    Gigi keropos juga bisa disebabkan karena konsumsi obat-obatan tertentu yang mengandung zat kimia sangat tinggi sehingga bisa membuat gigi rapuh. Apabila si kecil sedang mengonsumsi obat-obatan, Mums perlu memastikan dengan dokter yang bersangkutan agar tidak terjadi kerusakan pada gigi anak. 

Cara Menyikat Gigi Anak dengan Benar

Menyikat gigi merupakan upaya untuk membersihkan rongga mulut, khususnya gigi dari sisa makanan dan minuman yang menempel. Dengan menyikat gigi secara rutin, jumlah bakteri rongga mulut pun bisa berkurang sehingga bisa mencegah terjadinya gigi keropos pada anak. Berikut cara menyikat gigi dengan benar yang bisa dilakukan oleh si kecil setiap harinya:

  • Pilih sikat gigi dengan bulu lembut
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kandungan fluoride bisa membantu mencegah terjadinya gigi keropos
  • Pegang sikat gigi dengan sudut 45 derajat ke arah gusi dan gigi
  • Mulai menyikat dari gigi di bagian belakang, lalu berlanjut hingga gigi yang ada di bagian depan
  • Sikat gigi anak secara lembut dan perlahan dengan gerakan seolah sedang membentuk lingkaran
  • Ketika menyikat bagian belakang gigi depan anak, pastikan ujung sikat dalam posisi vertikal sehingga memudahkan dalam membersihkan kotoran
  • Bersihkan pinggiran gusi dengan lembut dan perlahan
  • Sikat pangkal lidah dengan lembut dan perlahan untuk membersihkan bakteri yang ada
  • Jika sudah menggunakan pasta gigi, ajari anak untuk langsung memuntahkannya. Kebiasaan ini harus diterapkan agar anak tidak menelan pasta gigi 
  • Biasakan kumur-kumur untuk memastikan tidak ada pasta gigi yang tertinggal dalam mulut
  • Setelah selesai, bilas sikat gigi dengan air bersih dan keringkan

Perlu Mums ketahui, penggunaan pasta gigi baru bisa dipakai oleh anak yang sudah berusia 18 bulan dan sudah bisa mengeluarkan air dari dalam mulutnya. Untuk anak yang masih di bawah 18 bulan, Mums cukup menyikat gigi anak menggunakan air. 

Permasalahan gigi keropos bisa dicegah sejak awal jika Mums terbiasa mengajak si kecil memeriksa kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi. Anak-anak dan orang dewasa disarankan untuk periksa gigi tiap enam bulan sekali. Namun, jika si kecil sudah mengalami gigi keropos, segeralah membawanya ke dokter gigi agar mendapat penanganan dengan tepat. 

Semoga artikel ini bermanfaat dan gigi keropos pada anak bisa dicegah mulai sekarang. Jangan lupa jaga kesehatan si kecil dengan baik ya, Mums!