Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Anak-Susah-BAB-Karena-Sembelit_-Kenali-Gejala-dan-Cara-Mengatasinya

Anak Susah BAB Karena Sembelit? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Anak susah BAB sepertinya jadi masalah yang sering dialami si kecil di masa pertumbuhannya ya, Mums? Kondisi ini bukan hanya membuat Mums khawatir, tapi juga membuat si kecil merasa tak nyaman dan akhirnya jadi rewel. Sebagai orang tua, Mums pasti mencari cara agar sistem pencernaan si kecil lancar lagi. Sebab, sistem pencernaan berperan penting dalam kesehatan tubuh anak. Penelitian dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology menyebutkan bahwa sistem pencernaan memegang peranan penting sebesar 70 persen untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, Mums disarankan untuk melakukan langkah yang tepat dalam mengatasi anak susah BAB.

Jika anak susah BAB, kemungkinan besar ia sedang mengalami sembelit atau konstipasi. Kondisi anak susah BAB ini termasuk wajar dan sering dialami oleh anak-anak yang disebabkan banyak faktor. Namun, Mums tidak boleh sembarangan dalam mengatasinya ya. Penting bagi Mums mengetahui gejala dan penyebab anak susah BAB serta perbedaaan bentuk feses anak dalam kondisi normal dengan anak susah BAB supaya bisa mengatasi kondisi ini dengan tepat.

Gejala Anak Susah BAB

Perlu Mums ketahui, pola dan frekuensi BAB antara satu anak dengan anak lainnya tentu berbeda, sehingga tidak bisa langsung menyimpulkan begitu saja apakah si kecil sembelit atau tidak. Namun, Mums bisa mengetahui anak susah BAB karena sembelit (konstipasi) dari gejala-gejala di bawah ini:

Kesulitan BAB

1. Kesulitan BAB

Menolak untuk ke toilet

2. Menolak untuk ke toilet

Terdapat bekas noda feses di celana dalam anak

3. Terdapat bekas noda feses di celana dalam anak

4.Anak susah mengejan saat BAB

4. Anak susah mengejan saat BAB

Tekstur feses sangat keras dan menggumpal

5. Tekstur feses sangat keras dan menggumpal

Nyeri di bagian anus hingga fesesnya bisa berdarah

6. Nyeri di bagian anus hingga fesesnya bisa berdarah

Sakit perut dan sulit makan

7. Sakit perut dan sulit makan

Perbedaan Feses Anak Sembelit dan Normal

Untuk mengetahui apakah anak susah BAB karena sembelit, Mums juga bisa melihatnya dari tekstur feses yang keluar. Di bawah ini ada perbedaan antara feses anak normal, anak yang mengalami sembelit, dan anak yang mengalami diare. Simak yuk Mums!

1. Feses Sembelit atau Konstipasi Fisik

Feses Sembelit atau Konstipasi Fisik

Anak yang mengalami konstipasi fisik akan mengeluarkan feses dengan tekstur gumpalan keras dan bentuknya mirip seperti kacang

2. Feses Sembelit atau Konstipasi Fungsional

Feses Sembelit atau Konstipasi Fungsional

Feses Sembelit atau Konstipasi Fungsional

Anak yang mengalami konstipasi fungsional biasanya mengeluarkan dua bentuk feses yang berbeda. Yang pertama, bentuknya seperti sosis dengan gumpalan keras. Yang kedua, bentuknya pun seperti sosis, namun tekstur permukaannya tampak retak.

3. Feses Normal

Feses normal

Feses normal

Feses normalFeses anak dalam kondisi normal memang cukup beragam. Mums bisa melihat ciri-cirinya dari tiga tipe berikut ini:

  • Bentuknya seperti sosis atau ular kecil dengan tekstur lembut dan halus
  • Feses berbentuk gumpalan lunak
  • Feses lembek dengan bentuk yang abstrak

4. Feses Diare

Feses Diare

Sementara, anak yang mengalami diare akan mengeluarkan feses yang lebih cair atau encer dari biasanya. Selain itu, feses anak yang diare cenderung berbau busuk dan bisa saja muncul lendir atau darah di fesesnya.

Penyebab Anak Susah BAB

Ada banyak penyebab anak susah BAB karena sembelit atau konstipasi. Umumnya, penyebab utama sembelit karena sering menahan BAB. Ketika rasa ingin BAB muncul, saat itulah feses sudah menyentuh rektum dan memberikan sinyal bahwa anak harus mengeluarkan fesesnya. Namun, kebanyakan anak menahan BAB hingga beberapa jam yang justru berdampak pada kondisi tubuhnya. Setelah menahan, mungkin saja anak sudah tidak mau BAB lagi, ini artinya feses akan semakin mengeras dan memicu terjadinya sembelit atau konstipasi.

Jika anak semakin lama menahan BAB, perutnya bisa lebih buncit dan tampak lebih keras. Saat itu pula tekstur feses akan semakin keras dan risiko anak susah BAB bisa terjadi. Sehingga, saat anak berusaha mengeluarkan fesesnya, ia akan kesulitan bahkan bisa terjadi pendarahan di bagian anus jika tidak ditangani dengan cepat. Kondisi anak susah BAB ini bisa disebabkan karena sebagian besar anak tidak suka berada di dalam kamar mandi, terutama anak di usia prasekolah. Berikut tanda-tanda yang bisa Mums ketahui:

Anak menolak untuk ke kamar mandi

1. Anak menolak untuk ke kamar mandi

Bagian otot bokong menahan feses dengan kuat

2. Bagian otot bokong menahan feses dengan kuat

Feses tertahan di rektum

3. Feses tertahan di rektum

Feses semakin menumpuk dan mengeras sehingga terjadi sembelit (konstipasi)

4. Feses semakin menumpuk dan mengeras sehingga terjadi sembelit (konstipasi)

Penyebab anak susah BAB karena sembelit sebenarnya beraneka ragam. Mums akan sulit jika mengidentifikasi hanya dengan satu penyebab saja. Oleh karena itu, di bawah ini ada penyebab lain kenapa anak bisa sembelit:

1. Belum terbiasa dengan toilet training dan mengejan saat BAB

Belum terbiasa dengan toilet training dan mengejan saat BAB

Sama seperti tengkurap, merangkak, berbicara, dan berjalan, anak juga perlu belajar BAB di dalam kamar mandi. Melatih anak menggunakan kamar mandi (toilet training) memang bukan hal yang mudah dan membutuhkan kesabaran bagi setiap orang tua. Mums perlu telaten membujuk anak agar mau BAB dan mengejan dengan usahanya sendiri. Dengan begitu, kondisi anak susah BAB pun perlahan tidak akan terjadi lagi.

2. Efek samping obat

 Efek samping obat

Kondisi anak susah BAB karena sembelit atau konstipasi bisa disebabkan konsumsi obat-obatan tertentu lho, Mums. Mengonsumsi obat batuk atau obat diare bisa menyebabkan feses menjadi kering dan keras.

3. Merasa tertekan atau stress

Merasa tertekan atau stress

Stres juga bisa menyebabkan anak susah BAB. Kondisi ini akan terjadi bila anak merasa tertekan oleh perubahan yang terjadi di keluarga atau lingkungannya. Sebagai contoh, perasaan saat memiliki adik yang baru lahir.

4. Adanya kelainan di sistem pencernaan

adanya kelainan di sistem pencernaan

Penyebab lain anak susah BAB karena sembelit atau konstipasi yaitu adanya kelainan di dalam sistem pencernaan, seperti di lambung, usus, rektum, atau bahkan anus. Jika kondisi ini dialami anak, segeralah konsultasikan dengan dokter supaya dilakukan penanganan dengan cepat. 

Cara Mengatasi Anak Susah BAB

Meski anak susah BAB karena sembelit atau konstipasi cukup meresahkan, namun Mums tidak perlu khawatir karena kondisi ini normalnya tidak berlangsung lama. Dengan catatan, Mums dapat melakukan beberapa cara mencegah dan mengatasinya, seperti mencukupi kebutuhan serat anak dan perbanyak minum air putih secara rutin. Mums juga perlu menjaga pola makan sehat si kecil yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaannya. Selain itu, Mums harus menyontohkan cara BAB dengan benar di dalam kamar mandi agar si kecil semakin terbiasa dan merasa nyaman, contohnya sebagai berikut:

1. Memberi contoh postur tubuh yang nyaman saat anak duduk di kloset kamar mandi

Memberi contoh postur tubuh yang nyaman saat anak duduk di kloset kamar mandi

2. Tarik napas dalam-dalam dan tahan sambil dikeluarkan ketika mengejan saat BAB

Tarik napas dalam-dalam dan tahan sambil dikeluarkan ketika mengejan saat BAB

Kapan Harus ke Dokter?

Permasalahan anak susah BAB memang harus diatasi dengan benar. Cara mengatasinya bisa Mums lakukan sesuai penjelasan di paragraf atas. Namun, jika anak sembelit sambil disertai gejala di bawah ini, sebaiknya Mums langsung membawa si kecil ke dokter. Berikut gejala yang harus ditangani oleh dokter:

Berat badan si kecil jadi turun

Berat badan si kecil jadi turun

Pada beberapa kasus, sembelit bisa menjadi masalah serius jika ditandai dengan gejala lain seperti berat badan si kecil semakin menurun. Ini tandanya, ada gangguan dalam sistem pencernaan yang membuat nutrisi dari makanan yang dikonsumsi anak tidak dicerna dengan baik.

Susah makan

Susah makan

Sembelit juga bisa menyebabkan anak jadi susah makan. Jika Mums sudah melakukan berbagai cara agar si kecil mau makan, seperti memperbanyak serat dan cairan namun si kecil tetap enggan untuk mengonsumsinya, lebih baik Mums berkonsultasi dengan dokter agar mendapat solusinya dengan tepat.

Sering muntah

sering muntah

Anak susah BAB dan jadi lebih sering muntah? Hati-hati, Mums, bisa jadi ada gangguan pencernaan yang dialami si kecil. Muntah yang terlalu sering bisa menyebabkan tubuh si kecil tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Untuk itu, sebaiknya Mums langsung membawa si kecil ke dokter untuk dilakukan penanganan dengan tepat.

Kondisi anak susah BAB memang jadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua. Mums harus teliti dan tenang dalam menghadapi permasalahan ini. Selain itu, Mums juga perlu melakukan pencegahan sedini mungkin agar si kecil tidak susah BAB. Salah satunya dengan memenuhi asupan nutrisi dalam jumlah yang besar dari makanan bergizi. Mums juga bisa menambah nutrisi dari Susu Friso Gold 4 yang dapat meningkatkan pertumbuhan anak usia 3-12 tahun. Dengan teknologi Locknutri, Friso Gold 4 dapat menjaga kualitas nutrisi alami sehingga mudah diserap tubuh si kecil dan membantunya kuat dari dalam.