Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

shutterstock-22939867_a1QI0J2uBX

Dampak Negatif Makan Berlebihan pada Anak

Kebiasaan makan berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak, Mum. Yuk, ketahui lebih lanjut dampak negatif lain dan cara mengatasinya.

Mum, perayaan Imlek atau berbagai momen spesial seperti ulang tahun, tentu menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Perayaan seperti ini biasanya identik dengan banyaknya makanan yang disediakan. Si Kecil tentu senang karena ia bisa mencicipi aneka hidangan yang tersedia. Namun, sebagai orang tua, Mum perlu berhati-hati. Sebab, makan berlebih dapat membawa beberapa dampak buruk bagi si Kecil, mulai dari masalah pencernaan hingga obesitas pada anak. Apa yang bisa Mum lakukan agar si Kecil terhindar dari dampak buruk makan berlebih? Yuk, simak info selengkapnya di bawah ini!

Apa Yang Terjadi pada Tubuh Bila si Kecil Terbiasa Makan Berlebih?

Tahukah, Mum? Saat si Kecil makan dalam jumlah berlebih, saluran pencernaan di tubuhnya akan dilewati oleh banyak makanan sekaligus. Hal ini mengakibatkan perut si Kecil terasa tertekan. Lalu, begitu semua makanan tadi berhasil melewati saluran pencernaan, perut akan kembali menyusut ke ukuran normalnya. Kalau makan secara berlebihan dilakukan satu atau dua kali, mungkin tidak masalah, Mum. Akan tetapi, jika hal ini dilakukan terus-menerus, ada risiko yang mengintai si Kecil, lho.

Makan dalam jumlah berlebih secara terus-menerus berisiko mengakibatkan otot perut merenggang. Efeknya, perut harus diisi dengan lebih banyak makanan agar bisa merasa kenyang. Padahal, porsi makanan saat itu sudah melebihi batas yang wajar. Dalam jangka panjang, inilah yang kemudian menyebabkan kebiasaan makan berlebih terus berlanjut, sehingga memicu terjadinya obesitas, Mum.

Apalagi bila makanan yang dikonsumsi tergolong jenis hidangan berat tinggi Karbohidrat. Jenis hidangan ini berpotensi menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Dampaknya, otak secara otomatis akan memerintahkan tubuh mengeluarkan hormon insulin yang bekerja mengatasi kelebihan gula darah. Gula darah yang menurun drastis akan memicu kembalinya rasa lapar, meski seseorang sudah makan dalam jumlah banyak.

Berikut beberapa dampak buruk obesitas pada anak akibat si Kecil terbiasa makan secara berlebihan:

  • Risiko penyakit jantung.
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Penyakit asma.
  • Sleep apnea atau apnea tidur (gangguan pernapasan yang terjadi ketika tidur karena dinding tenggorokan mengendur serta menyempit, sehingga saluran udara terhambat).
  • Melemahnya sistem imun akibat meningkatnya risiko inflamasi.

shutterstock-63699730_JJ17jO6xSf

Menghindarkan si Kecil dari Kebiasaan Makan secara Berlebihan

Selagi si Kecil masih berusia dini, Mum dapat melakukan beberapa antisipasi untuk mencegah obesitas pada anak akibat kebiasaan makan berlebih. Salah satunya yaitu dengan berusaha membentuk kebiasaan makan sehat untuk si Kecil. Di tahap awal, mungkin Mum akan membutuhkan usaha lebih, apalagi bila anak sudah telanjur terbiasa makan banyak.

Namun, tidak apa-apa, Mum. Berikut beberapa langkah membentuk kebiasaan makan yang baik agar kesehatan anak senantiasa terjaga dan ia pun terhindar dari bahaya obesitas:

1. Beri si Kecil Contoh yang Baik

Di usia balita kini, si Kecil begitu senang meniru apa pun yang ia lihat dari orang-orang di sekitarnya, terutama Mum dan Dad. Oleh karena itu, menjadi teladan yang baik dalam hal pola makan adalah langkah pertama yang dapat Mum lakukan untuk membentuk kebiasaan makan yang baik pada anak.

Mulailah mengonsumsi makanan dan camilan sehat tiap kali bersama si Kecil. Tak hanya itu, biasakan pula si Kecil dengan pola makan tertentu (misalnya makan tiga kali per hari pada jam-jam yang sudah Mum dan Dad tentukan). Lewat cara ini, pelan-pelan si Kecil akan memiliki pola makan yang teratur dan terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat.

2. Sediakan Camilan Sehat di Rumah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terbiasa mengonsumsi makanan berat dalam jumlah banyak adalah salah satu faktor pemicu kebiasaan makan berlebih karena si Kecil cenderung merasa lapar terus. Nah, agar hal ini tak terjadi, selalu sediakan camilan sehat di rumah, ya, Mum. Misalnya, siapkan camilan buah, seperti apel dan pisang; atau yoghurt rendah lemak. Berikan si Kecil aneka camilan sehat ini tiap kali ia merasa lapar sebelum waktu makan tiba. Langkah ini cukup efektif untuk mengendalikan lapar yang dirasakan si Kecil, lho. 

3. Ajak Anak Memilih Sendiri Menu Makanannya

Terkadang, makan berlebihan juga terjadi akibat si Kecil tidak merasa puas setelah ia makan. Ini terjadi karena ia tidak menyukai makanannya, atau tidak menikmati kegiatan makan, sehingga membuatnya beranggapan bahwa ia belum makan.

Untuk itu, cobalah untuk melibatkan si Kecil dalam memilih menu makanan sehat yang akan disantap setiap harinya, Mum. Hal ini bertujuan agar ia tak hanya kenyang secara fisik, tetapi juga secara psikologis.

4. Hindari Menjadikan Makanan Sebagai Hadiah

Terakhir namun tak kalah penting, lebih baik hindari menjadikan makanan sebagai hadiah tiap kali si Kecil menunjukkan hal-hal positif. Ketimbang memberinya makanan, Mum dapat menghadiahkan si Kecil dengan hal lain seperti mengajaknya berjalan-jalan atau bermain di taman. Dengan kebiasaan makan yang baik serta aktivitas fisik yang cukup, risiko terjadinya obesitas pun dapat dikurangi.

Seperti halnya membangun kebiasaan makan yang baik pada anak, Mum juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi hariannya. Oleh sebab itu, sajikan juga Friso Gold 4. Diperkaya ALA, LA, Prebiotik, Nukleotida, Vitamin A, C, dan E, Zink, Zat Besi, serta Selenium, Friso Gold 4 dapat menutrisi si Kecil sekaligus memperkuat daya tahan tubuhnya dari dalam. Friso Locknutri membantu memastikan kualitas Protein di dalam susu ini selalu terjaga, sehingga nutrisinya lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh si Kecil.

Terus semangat membangun kebiasaan makan yang baik untuk si Kecil agar ia terhindar dari bahaya obesitas pada anak ya, Mum!