Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Ketahui Urutan Sistem Pencernaan dan Cara Menjaganya Agar Tetap Sehat

Ketahui Urutan Sistem Pencernaan dan Cara Menjaganya Agar Tetap Sehat

Tahukah Mums, sistem pencernaan berperan penting dalam menjaga kesehatan anak? Penelitian dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology menyebutkan bahwa sistem pencernaan memegang peranan penting sebesar 70 persen untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan lho. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengetahui urutan sistem pencernaan beserta fungsi dan cara menjaganya agar tetap sehat. 

Sistem pencernaan berfungsi mengolah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi nutrisi maupun energi. Nutrisi dan energi ini sangat dibutuhkan oleh tubuh agar dapat menjalankan proses metabolisme, meningkatkan fungsi organ, pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak, hingga dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari, seperti bergerak, bernapas, belajar, dan bekerja. 

Proses perubahan makanan dan minuman menjadi nutrisi dan energi harus melalui perjalanan yang panjang, urutan sistem pencernaannya mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Kerja sistem pencernaan ini dipengaruhi oleh sistem saraf, peredaran darah, enzim, dan hormon. Selain itu, proses pencernaan juga dibantu oleh beragam bakteri baik di dalam usus yang biasa disebut mikrobioma lho, Mums. Selama melewati urutan sistem pencernaan, makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diolah menjadi bentuk yang sangat kecil. Hasil pencernaan yang berbentuk kecil ini kemudian akan diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Nah, untuk ampas makanan yang sudah tidak mengandung zat gizi akan dikeluarkan dalam bentuk feses. 

Dengan mengetahui urutan sistem pencernaan, Mums juga bisa memahami lebih lanjut mengenai cara menjaga masing-masing organ pencernaan agar kesehatan anak lebih optimal. Pasalnya, kesehatan pencernaan bisa berdampak jangka panjang lho, Mums. Jika kesehatan pencernaan dijaga sejak dini, maka si Kecil akan terhindar dari risiko gangguan pencernaan di kemudian hari. 

Urutan Sistem Pencernaan

Berikut urutan sistem pencernaan beserta fungsinya yang perlu Mums ketahui:

Mulut

Urutan sistem pencernaan terletak di mulut yang berfungsi untuk mengunyah makanan menjadi lebih halus agar mudah dicerna di tahap selanjutnya. Jadi, proses pencernaan itu sudah terjadi ketika makanan digigit, dikunyah, dan dihaluskan di dalam mulut ya, Mums. Di dalam mulut, ada organ pelengkap yang saling bekerja sama agar terjadinya proses pencernaan, seperti gigi, lidah, dan kelenjar ludah. 

Gigi berperan memotong makanan menjadi bentuk yang lebih kecil. Bentuk kecil makanan ini kemudian dibasahi oleh air liur. Air liur berperan penting untuk memecah makanan, melembabkannya, dan membuat makanan lebih mudah ditelan. Sementara, lidah dan otot -otot dalam mulut mendorong makanan tersebut ke dalam faring dan melanjutkan proses ke urutan sistem pencernaan selanjutnya. Pada persimpangan antara tenggorokan dan kerongkongan, terdapat katup bernama epiglotis yang mencegah makanan atau minuman masuk ke dalam sistem pernapasan. 

Kerongkongan (esofagus)

Kerongkongan menjadi urutan sistem pencernaan setelah mulut yang berfungsi sebagai jembatan makanan dari mulut untuk disalurkan ke lambung. Di dalam kerongkongan terdapat otot-otot khusus yang berperan untuk mendorong makanan secara perlahan agar bisa masuk ke lambung. Gerakan mendorong ini disebut juga gerakan peristaltik, yang merupakan gerakan seperti gelombang sehingga makanan terus terdorong. Nah, di ujung kerongkongan terdapat otot-otot berbentuk cincin yang berperan agar makanan dan cairan tidak kembali naik ke kerongkongan atau mulut. Setelah itu, makanan akan diproses di urutan sistem pencernaan lambung. 

Lambung

Di tahap ini, makanan dan minuman sudah masuk ke urutan sistem pencernaan di lambung dengan proses mekanik dan kimiawi. Pencernaan makanan secara kimiawi akan dilakukan oleh beberapa zat kimia, yaitu asam lambung, enzim pepsin, dan enzim renin. Sementara, pencernaan mekanik akan berlangsung dengan cara pengadukan (churning) makanan agar terus turun menuju urutan sistem pencernaan selanjutnya. Selain memecah makanan, lambung juga akan membunuh mikroorganisme yang mungkin terdapat dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi si Kecil. 

Baca juga: Kenali Tanda-tanda gangguan pencernaan Pada Bayi

Usus Halus

Urutan sistem pencernaan selanjutnya adalah usus halus yang berfungsi memecah makanan menggunakan enzim yang dilepaskan oleh pankreas dan empedu dari hati. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Ketiga bagian usus ini saling bekerja sama untuk mendorong makanan ke urutan sistem pencernaan selanjutnya, yakni usus besar. Tahukah Mums, setelah makanan meninggalkan usus halus, sekitar 90 persen zat gizi telah diserap untuk diedarkan oleh darah. 

Usus Besar

Setelah dari usus halus, makanan akan masuk ke urutan sistem pencernaan usus besar. Makanan yang sudah dicerna akan meninggalkan sisa yang nantinya disebut feses. Usus besar akan mendorong sisa makanan ke dalam rektum. Di dalam usus besar terdapat bakteri baik atau disebut juga mikrobiota usus yang membantu memecah bahan makanan yang tidak tercerna. Kehadiran bakteri baik dalam usus ini harus seimbang karena memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan tubuh si Kecil lho, Mums. Keseimbangannya dapat dijaga dengan asupan makanan bernutrisi yang cukup. Jika mikrobiota usus tidak terjaga keseimbangannya, kemungkinan besar sistem pencernaan dapat mengalami gangguan sehingga penyerapan nutrisi juga bisa terhambat. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk memberikan asupan gizi yang seimbang agar makanan lebih mudah dicerna menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuh kembang anak. Setelah nutrisi dicerna dalam usus besar, sisa makanan akan masuk ke urutan sistem pencernaan terakhir, yakni rektum dan anus. 

Rektum dan Anus

Setelah nutrisi sudah dicerna dan sisa makanan didorong oleh usus besar menuju rektum, maka feses akan keluar dari hasil pencernaan ini. Pengeluarannya ditandai dengan rektum yang sudah mulai penuh, lalu otot-otot di sekelilingnya akan terangsang untuk mengeluarkan feses. Kondisi inilah yang membuat Mums dan si Kecil merasa mulas dan ingin buang air besar (BAB). Nantinya feses akan dikeluarkan lewat anus, yang merupakan urutan sistem pencernaan terakhir pada tubuh manusia. 

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Anak

Seperti yang Mums ketahui, sistem pencernaan yang sehat dapat mendukung penyerapan nutrisi jadi lebih optimal. Untuk itu, saatnya Mums mengetahui cara menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil dengan langkah di bawah ini:

  • Perbanyak mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi
  • Cukupi kebutuhan cairan harian si Kecil
  • Mengontrol konsumsi lemak sesuai kebutuhan si Kecil, tidak lebih dan tidak kurang
  • Rajin melakukan aktivitas fisik
  • Disarankan agar si Kecil tidak tidur setelah makan
  • Perbanyak mengonsumsi makanan tinggi serat
  • Mengonsumsi probiotik 
  • Biasakan mengajari si Kecil makan dengan cara yang tepat, tidak terburu-buru dan tidak berlebihan
  • Buat suasana makan lebih nyaman agar si Kecil tidak stres 

Mums, karena sistem pencernaan si Kecil masih dalam perkembangan dan dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, maka Mums harus selalu perhatikan asupan makanan yang ia konsumsi ya. Demi menjaga asupan nutrisi yang cukup, Mums perlu memberikan Susu Friso Gold 4 sebagai tambahan nutrisi anak usia 3 hingga 6 tahun yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya agar lebih optimal. Friso dengan teknologi Locknutri, menjaga kualitas nutrisi alami sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.