Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Inilah 3 Mitos dan Fakta Yogurt untuk Bayi

Inilah 3 Mitos dan Fakta Yogurt untuk Bayi

Yogurt termasuk produk olahan susu dengan kandungan protein yang baik untuk kesehatan. Manfaat yogurt memang tidak perlu diragukan lagi, salah satunya dapat melancarkan pencernaan. Tak heran jika banyak orang dewasa mengonsumsi makanan hasil fermentasi satu ini. Namun, apakah bayi juga dapat mengonsumsi yogurt? Mengingat rasa dari yogurt cukup asam, sehingga banyak orang tua yang khawatir jika si Kecil mengonsumsi yogurt. Faktanya, yogurt untuk bayi bisa dikonsumsi tergantung dari usia dan rasa yogurt tersebut lho, Mums. Sebab, yogurt untuk bayi mengandung probiotik yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun dan kesehatan pencernaan. 

Selain rasanya yang cukup asam, orang tua juga khawatir memberikan yogurt untuk bayi karena beberapa mitos yang masih dipercaya sebagian orang. Nah, artikel ini akan menjelaskan mengenai mitos dan fakta seputar yogurt untuk bayi supaya Mums dapat memberikan makanan ini secara tepat untuk si Kecil. 

Mitos dan Fakta Yogurt untuk Bayi 

Meski bermanfaat untuk kesehatan, mitos tentang yogurt untuk bayi masih membuat banyak orang tua khawatir. Berikut ini beberapa mitos yang sering muncul di masyarakat: 

Mitos Yogurt untuk Bayi: Bisa Dikonsumsi Sejak Dini

Faktanya, yogurt untuk bayi bisa diberikan jika si Kecil sudah berusia di atas enam bulan atau saat ia sudah siap mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun, jika Mums masih ragu memberikan yogurt kepada si Kecil, Mums bisa menundanya hingga ia berusia sembilan bulan. Selain itu, Mums juga harus cermat dalam mengolah yogurt untuk bayi. Pilihlah yogurt tanpa perisa yang dapat diolah dengan berbagai jenis buah-buahan.

Hindari menambahkan madu ke dalam yogurt jika usia si Kecil belum mencapai satu tahun karena pemberian madu pada bayi dapat menyebabkan botulisme, yaitu kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum yang terdapat dalam madu. Perhatikan pula takaran saji yogurt yang dikonsumsi si Kecil, untuk bayi berusia 8-12 bulan, sebaiknya mengonsumsi yogurt sekitar 1/4 atau 1/2 cangkir (60-120 ml) saja. Hindari memberikan yogurt untuk bayi secara berlebihan ya, Mums. Jika si Kecil memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa, sebaiknya Mums berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat anjuran pemberian yogurt yang tepat.

Mitos Yogurt untuk Bayi: Pilih yang Rasanya Manis

Faktanya, yogurt tanpa perisa atau pemanis tambahan (plain yogurt) merupakan pilihan terbaik untuk si Kecil. Yogurt untuk bayi yang mengandung rasa manis sebaiknya dihindari ya, Mums. Sebab, rasa manis dari yogurt biasanya berasal dari pemanis tambahan yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan si Kecil. Yogurt untuk bayi yang mengandung pemanis tambahan dapat meningkatkan asupan gula berlebih. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kemungkinan besar si Kecil akan mengalami gigi keropos, obesitas, dan berbagai penyakit lainnya. Selain itu, gula tambahan pada yogurt untuk bayi dan makanan lain bisa memengaruhi tumbuh kembang si Kecil lho. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan asupan gula tambahan (sukrosa) rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang.

American Heart Association menjelaskan bahwa anak-anak yang berusia di bawah dua tahun dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman bebas sukrosa. Sedangkan, batas konsumsi gula tambahan atau sukrosa pada anak berusia 2-18 tahun adalah kurang dari 25 gram atau setara enam sendok teh setiap hari. Namun tidak perlu khawatir, Mums bisa memilih makanan dan minuman tanpa perisa yang lebih sehat untuk si Kecil. Jika Mums ingin memberikan yogurt untuk bayi dengan rasa manis, sebaiknya tambahkan buah-buahan yang mengandung gula alami, seperti stroberi, mangga, anggur, alpukat, pisang, pepaya, jeruk, dan buah lainnya. 

Baca juga: 5 Pemanis Alami Pengganti Gula yang Wajib Mums Coba

Mitos Yogurt untuk Bayi: Semua Jenis Yogurt Menyehatkan

Faktanya, semua yogurt yang dijual di pasaran belum tentu menyehatkan. Sebab, saat ini banyak pula yogurt yang mengandung gula tambahan (sukrosa) yang sangat tinggi. Jika konsumsi yogurt seperti ini dibiarkan dalam jangka panjang, kemungkinan besar si Kecil akan mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu, Mums harus mencermati label nutrisi pada kemasan yogurt untuk bayi sebelum membelinya. Pada label kemasan juga tertera informasi mengenai kandungan probiotik dalam yogurt. Jika Mums menemukan yogurt dengan kandungan bakteri aktif, artinya bakteri baik di dalam yogurt tersebut masih hidup dan belum hancur akibat proses pembuatan yogurt. Pastikan untuk memilih yogurt asli yang mengandung probiotik dan tanpa perisa agar si Kecil mendapat manfaatnya lebih optimal. 

Cara Mengolah Yogurt untuk Bayi 

Setelah memilih yogurt untuk bayi yang tepat, Mums juga perlu mengetahui cara mengolah yogurt ke dalam menu MPASI si Kecil sesuai dengan usia dan kemampuannya. Selain itu, olahan yogurt juga penting untuk dikreasikan dengan bervariasi agar si Kecil tidak cepat bosan. Berikut ini beberapa cara mengolah yogurt untuk camilan sehat si Kecil: 

  • Campurkan yogurt dengan buah potong

    Olahan yang satu ini cukup mudah dan sering dikreasikan oleh kebanyakan Mums yang memiliki buah hati berusia 10-12 bulan. Pastikan untuk memotong buahnya dengan ukuran yang sesuai dengan kemampuan si Kecil saat mengunyah. Mums bisa memilih berbagai jenis buah yang disukai si Kecil sebagai pelengkapnya. Tambahkan juga topping seperti keju untuk menambah cita rasa. 

  • Campurkan yogurt dengan puree buah

    Olahan yogurt ini cocok dikonsumsi untuk bayi yang masih berusia 6-8 bulan. Caranya cukup mudah, Mums hanya perlu menghaluskan buah-buahan menggunakan blender, lalu campurkan dengan yogurt tanpa perisa (plain yogurt). 

  • Kreasikan yogurt dengan sereal

    Saat mengolah yogurt dengan sereal, Mums perlu memastikan sereal tersebut dapat dikonsumsi oleh bayi berdasarkan kemampuan dan usianya. Olahan ini bisa jadi menu sarapan yang menyehatkan untuk si Kecil lho, Mums. 

  • Smoothie yogurt

    Olahan yogurt yang satu ini hampir mirip dengan campuran puree buah, namun saat mengolah smoothie yogurt, Mums bisa mencampurkan beberapa jenis buah-buahan atau sayuran menjadi satu. Tambahkan juga biskuit khusus bayi atau keju untuk menambah cita rasa. 

Meskipun yogurt untuk bayi termasuk ke dalam sumber protein berkualitas, namun Mums tetap harus memenuhi asupan nutrisi si Kecil dari ASI dan menu MPASI bergizi lainnya. Sebab, nutrisi yang seimbang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang buah hati. Selain itu, Mums juga harus menjaga kualitas ASI dengan baik agar nutrisi yang diserap si Kecil bisa lebih maksimal. Mums dapat mengonsumsi susu khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui seperti Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan si Kecil. Pastikan asupan nutrisi harian si Kecil tercukupi ya, Mums!