Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Bagaimana Mengukur Takaran Susu Bayi dengan Tepat? Simak 3 Cara Berikut!

3 Cara Mudah Mengukur Takaran Susu Bayi dengan Tepat

Ketika memiliki buah hati yang baru saja lahir, atau mungkin pada masa awal kehidupannya, ASI merupakan asupan nutrisi terbaik. Namun demikian, tidak sedikit pula Mums yang memberikan susu bayi sebagai asupan tambahan. Masalahnya, tidak banyak Mums yang paham sebenarnya berapa takaran susu bayi yang tepat. Untuk itulah, Mums akan mendapatkan beberapa tipsnya pada artikel ini.

Sejak awal usianya, si Kecil memiliki nafsu makan serta metabolisme tubuh yang berbeda-beda. Ada kalanya, Mums menjumpai si Kecil yang mengkonsumsi susu dalam jumlah lebih banyak, ada yang dalam jumlah wajar, ataupun dengan jumlah yang sedikit namun berkali-kali. Tidak semua anak memiliki porsi kebutuhan nutrisi yang sama, untuk itu penting mengetahui asupan susu bayi ideal untuk setiap periode usianya.

Tips Menentukan Takaran Susu Bayi

Dalam menentukan takaran susu bayi yang tepat, setidaknya ada 3 cara yang dapat Mums gunakan. Pertama adalah berkonsultasi dengan dokter, kedua dengan mengacu pada berat badan si Kecil, dan terakhir mengacu pada usia. Berikut pembahasannya.

Konsultasi dengan Dokter

Ditempatkan pada posisi pertama karena cara ini merupakan cara paling akurat yang bisa Mums lakukan. Dengan berkonsultasi dengan dokter, Mums dapat mengetahui secara detail seberapa besar tambahan nutrisi yang dapat diberikan pada si Kecil. Takaran susu bayi, porsi nutrisi, dan jenis susu yang paling baik diberikan, semua dapat Mums tanyakan pada dokter kepercayaan Mums agar mendapat informasi akurat.
Dokter mungkin akan menanyakan berapa usia si Kecil, berapa berat badannya, berapa tinggi badannya, serta apakah si Kecil memiliki alergi atau pernah mengalami gangguan pencernaan tertentu. Informasi semacam ini dapat membantu dokter dalam menentukan jumlah susu bayi yang tepat sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Acuan Berat Badan

Dalam menghitung takaran susu bayi yang tepat, Mums juga dapat menggunakan acuan berat badan si Kecil untuk menentukan berapa jumlah ideal susu bayi yang diberikan dalam satu hari. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Berat si Kecil (kg) x 2,2 x 2 x 30 ml

Angka yang nanti dihasilkan adalah total kebutuhan si Kecil dalam satu hari untuk susu bayi. Nah, setelah Mums mendapatkan angka dari perhitungan tersebut, Mums tinggal membagi saja angka tersebut dengan berapa kali si Kecil minum susu setiap harinya.

Acuan Usia Si Kecil

Jika menggunakan acuan usia, Mums akan mendapatkan jumlah yang sedikit lebih mudah perhitungannya. Secara ideal, semakin bertambah usia si Kecil maka akan semakin bertambah pula kebutuhan nutrisinya. Pada usia baru lahir hingga satu bulan, si Kecil idealnya hanya memerlukan asupan sebanyak 30 ml susu bayi saja.

Pada usia satu hingga dua bulan, kebutuhannya akan naik menjadi 30 hingga 60 ml susu untuk satu kali penyajian. Pada usia dua hingga enam bulan, kebutuhannya naik menjadi 60 hingga 90 ml setiap penyajiannya, dan pada usia di atas enam bulan, si Kecil akan merasa kenyang setelah mendapatkan asupan 90 ml atau lebih untuk sekali minum.

Tentu ukuran ini hanya acuan umum saja dan tidak kemudian menjadi keharusan. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama tadi, Mums sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter kepercayaan agar mendapatkan jumlah yang pasti dan sesuai dengan observasi klinis yang dilakukan oleh dokter.

Susu Bubuk atau ASI?

Memberikan susu bubuk tumbuh kembang untuk bayi sebenarnya bersifat sebagai tambahan saja. Pada dasarnya seluruh asupan nutrisi terbaik yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi dapat diperoleh dari ASI yang diproduksi oleh tubuh Mums. Namun demikian ada situasi tertentu yang kemudian membuat bayi membutuhkan susu bubuk tambahan.  Adapun nutrisi yang terkandung di dalam susu bubuk bayi tentu adalah nutrisi yang diperlukan untuk membantu tumbuh kembang si Kecil pada usia awal kehidupannya. Tentunya pemberian susu bubuk tumbuh kembang tambahan untuk bayi ini harus berdasarkan rekomendasi dokter anak ya, Mums.

ASI memiliki setiap nutrisi yang diperlukan oleh si Kecil dalam proses pertumbuhan awal. Berbagai enzim dan protein serta mineral penting terkandung dalam ASI, sehingga disarankan untuk memberikan ASI eksklusif selama periode waktu yang direkomendasikan oleh dokter. Untuk itu, selain menjaga higienitas segala jenis asupan yang masuk ke tubuh si Kecil, Mums juga sangat perlu untuk menjaga pola makan dan kesehatan karena apa yang Mums konsumsi akan diteruskan ke tubuh si Kecil melalui ASI yang diberikan.

Mengetahui takaran susu bayi yang tepat penting jika Mums harus memberikan tambahan nutrisi pada si Kecil pada masa awal tumbuh kembangnya. Masa awal tumbuh kembang si Kecil dapat dikatakan adalah periode emas yang tidak boleh dilewatkan, ini mengapa sangat banyak artikel dan bacaan yang beredar untuk mengoptimalkan masa emas ini. Berikan kasih sayang terbaik serta asupan nutrisi yang cukup agar periode ini dapat berjalan dengan maksimal. Selalu upayakan untuk memberikan asupan makanan dalam porsi yang tepat, untuk menghindari si Kecil kekenyangan dan justru memuntahkan makanannya.