Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
4 Poin Penting Soal Diare pada Anak, Mari Simak Selengkapnya

4 Poin Penting Soal Diare pada Anak, Mari Simak Selengkapnya

Mengalami diare bisa jadi mimpi buruk yang jadi kenyataan untuk si Kecil. Diare pada anak, di Indonesia sendiri, masih menjadi satu gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi. Bukan tanpa sebab, pola hidup yang kurang higienis, asupan makanan yang tidak benar-benar bersih, dan kebiasaan mencuci tangan yang belum benar-benar mendarah daging menjadi pemicu masalah ini.

Sebenarnya cara mudah dan sederhana bisa dilakukan sebagai pencegahan diare pada anak. Misalnya, seperti mencuci tangan dengan rutin sebelum dan setelah beraktivitas, membiasakan memasak makanan sendiri di rumah dengan higienis, serta mencukupi kebutuhan nutrisi harian agar daya tahan tubuh si Kecil terbentuk dengan baik.

Nah, untuk sedikit memahami lebih dalam mengenai diare yang mengancam si Kecil, berikut ada beberapa penjelasan singkat yang bisa Mums simak.

Tahukah Mums jika Diare pada Anak ada 3 Jenis?

Tahukah Mums jika Diare pada Anak ada 3 Jenis?

Well,mungkin selama ini Mums hanya mengetahui bahwa diare merupakan masalah kesehatan pencernaan yang dialami si Kecil karena berbagai penyebab. Padahal, diare pada anak sendiri digolongkan ke dalam 3 jenis berbeda. Penggolongan ini berdasarkan pada durasi atau lama waktu si Kecil mengalami diare.

Diare akut jadi jenis pertama. Diare ini dialami si Kecil dalam rentang waktu 1 sampai 7 hari. Terdengar tidak terlalu lama memang, namun tidak berarti Mums dapat menyepelekannya. Mums tetap wajib mencermati perkembangan kesehatan si Kecil, dan senantiasa memberikan asupan cairan tubuh dan makanan bernutrisi.

Kedua adalah diare persisten, yang dialami antara 7 sampai 14 hari. Jika dalam waktu 7 hari diare yang dialami si Kecil tidak kunjung reda, ada baiknya Mums membawa si Kecil ke rumah sakit untuk mendapat diagnosis yang lebih akurat.

Terakhir, yang paling lama, adalah diare kronik. Diare jenis ini berlangsung lebih dari 14 hari, dan bisa menjadi indikasi si Kecil mengalami infeksi yang serius. Segera bawa si Kecil ke dokter kepercayaan Mums.

Perawatan yang Bisa Mums Lakukan

Perawatan yang Bisa Mums Lakukan

Selama si Kecil mengalami diare, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Hal-hal ini ditujukan sebagai langkah pertolongan pertama, agar si Kecil tidak mengalami resiko kesehatan yang lebih besar.

Mencukupi kebutuhan cairan tubuh menjadi prioritas, sebab diare akan menyebabkan si Kecil banyak buang air besar. Hal ini otomatis akan mengurangi kadar cairan dalam tubuhnya, sehingga asupan cairan dalam jumlah sedikit namun cukup sering harus diberikan agar si Kecil terhindar dari dehidrasi.

Selama masa diare, si Kecil juga memerlukan asupan nutrisi yang lebih banyak. Sialnya, makanan yang biasanya diberikan tidak dapat dicerna dengan optimal. Maka Mums wajib memberikan makanan dengan tekstur lebih lembut agar organ pencernaan si Kecil tidak bekerja terlalu besar, namun tetap mendapat asupan nutrisi yang cukup.

Terakhir, adalah pastikan si Kecil beristirahat dengan baik. Istirahat yang cukup membantu tubuhnya memulihkan kondisi lebih cepat, jadi diare yang dialami si Kecil juga akan relatif singkat.

Pencegahan Diare, Langkah Sederhana dan Efektif

Pencegahan Diare, Langkah Sederhana dan Efektif

Seperti yang sudah diungkapkan pada bagian awal artikel tadi, sebenarnya langkah pencegahan yang bisa dilakukan tidaklah sulit. Hanya saja, karena mudahnya langkah ini kemudian banyak dari Mums sekalian yang mungkin sedikit abai.

Sedikit mengingatkan bahwa langkah paling utama dalam mencegah diare adalah menjaga asupan makanan yang dikonsumsi si Kecil benar-benar bersih dan higienis. Alih-alih jajan di luar, ada baiknya Mums membuatkan bekal untuk si Kecil untuk dibawa ke sekolah. Ini akan mengurangi resiko infeksi virus yang biasanya ada pada makanan kurang higienis.

Selanjutnya adalah membiasakan si Kecil selalu mencuci tangan, sebelum dan sesudah beraktivitas. Memang pada awalnya akan sedikit sulit, namun setelah menjadi kebiasaan, hal ini tak hanya membantunya mengurangi resiko diare pada anak namun juga banyak infeksi bakteri lain yang menular lewat sentuhan.

Terakhir tentu adalah mencukupi asupan nutrisi harian si Kecil, agar ia memiliki daya tahan tubuh yang baik. Dengan daya tahan tubuh yang baik, tubuhnya tidak akan mudah terserang penyakit dan gangguan kesehatan. Pun jika mengalami gangguan kesehatan, pemulihan bisa berlangsung lebih cepat sehingga kondisinya tidak berlarut-larut.

Waspadai Gejalanya Diare pada Anak

Waspadai Gejalanya Diare pada Anak

Untuk menyegarkan kembali pada Mums gejala diare pada anak, poin terakhir ini akan sekaligus jadi penutup artikel.

Gejala yang muncul pada umumnya, di ketiga jenis diare tersebut, adalah peningkatan intensitas buang air besar, suhu tubuh yang meningkat, konsistensi feses yang tidak padat, serta mengalami muntah dan si Kecil menjadi lebih rewel. Ketika gejala-gejala ini muncul, ada baiknya Mums segera melakukan pertolongan pertama atau segera membawanya ke dokter kepercayaan Mums.

Baca Juga : 6 Jenis Makanan Sehat untuk Anak yang Membantu Tumbuh Kembangnya

Demikian tadi sedikit ulasan singkat mengenai diare pada anak yang masih sering terjadi di Indonesia. Langkah pencegahan dan pertolongan pertama akan memberikan banyak bantuan pada kondisi si Kecil, sehingga resiko yang lebih besar tidak terjadi. Untuk membantu Mums mencukupi kebutuhan nutrisi harian si Kecil, selalu berikan makanan sehat dan higienis. Untuk tambahan, berikan pula Friso Gold 3 yang padat nutrisi. Friso dengan teknologi Locknutri, kualitas nutrisi alami yang ada di dalamnya senantiasa terjaga, sehingga mudah diserap tubuh si Kecil.