Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Bagaimana Cara Menyimpan ASI yang Benar? Ini Infonya!

Bagaimana Cara Menyimpan ASI yang Benar? Ini Infonya!

Bagi Mums menyusui yang sedang bekerja atau sering beraktivitas di luar rumah, memiliki banyak stok ASI perah pasti menjadi hal yang menyenangkan karena hal ini menjamin ketersediaan ASI untuk si Kecil. Tapi seperti halnya menyusui, menyimpan ASI perah juga bukan perkara mudah. Ada risiko Mums salah menyimpannya sehingga ASI mudah kadaluarsa atau berkurang kualitas nutrisinya. Itu sebabnya penting bagi Mums untuk mengetahui cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar.

Seperti yang Mums ketahui, kadang cara menyimpan ASI bisa menjadi hal yang sangat membingungkan. Sering kali banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan cara menyimpan ASI. Apakah ASI harus disimpan di tempat dingin? Berapa lama stok ASI bisa bertahan? Bagaimana cara menjaga kebersihan tempat penyimpanan ASI? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari simak ulasan mengenai cara menyimpan ASI berikut ini.

Cara Menyimpan ASI

Bagaimana Cara Menyimpan ASI yang Benar? Ini Infonya!

Ketika membahas mengenai cara menyimpan ASI, pastikan Mums telah menggunakan wadah yang bersih seperti botol berpenutup, gelas plastik dengan tutup erat, atau kantong khusus untuk menyimpan ASI. Jangan gunakan kantong plastik sebagai wadah ASI karena mudah robek. Pastikan ASI yang akan Anda letakkan di kantong tidak melebihi garis indikator, tutup kantong dengan erat, dan letakkan di wadah penyimpanan makanan untuk menghindari kontak dengan daging serta makanan mentah lain agar ASI tidak terkontaminasi.

Setelah itu, perhatikan tentang lokasi tempat Mums menyimpan ASI, terutama bila Mums menyimpannya di kulkas. Selalu tempatkan stok ASI di bagian dalam kulkas karena area ini yang paling dingin sehingga dapat menjaga kesegaran ASI. Bagian luar kulkas tidak dianjurkan sebagai lokasi menyimpan ASI, karena suhu bagian luar akan berubah-ubah tiap kali kulkas dibuka atau ditutup.

ASI yang akan disimpan sebaiknya Mums bagi ke dalam beberapa botol. Sebab, ASI di dalam satu botol yang sama tidak boleh diberikan berkali-kali. Cara mudahnya, sesuaikan jumlah botol dan takaran ASI sesuai kebutuhan menyusu si Kecil. Selain cara-cara yang telah disebutkan, ada beberapa cara menyimpan ASI dengan baik dan benar yang perlu Mums ketahui, di antaranya:

  • Segera dinginkan ASI kurang dari 1 jam setelah diperah dengan cara memasukkannya ke dalam freezer atau kulkas.
  • Berilah label tanggal dan jam penyimpanan pada setiap botol persediaan ASI agar mudah untuk mengingat masa kadaluarsa ASI.
  • Jangan mencampur ASI yang baru dengan ASI yang telah didinginkan sebelumnya.
  • Jangan menyimpan ulang ASI yang telah dihangatkan.

Waktu Penyimpanan ASI

Bagaimana Cara Menyimpan ASI yang Benar? Ini Infonya!

Penyimpanan ASI perah sebaiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan digunakan secepatnya, sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas yang tidak akan membuat beku. Mengenai waktu penyimpanan, ASI perah secara umum dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan tergantung dari suhu penempatannya. Berikut prinsip waktu penyimpanan ASI yang harus Mums pahami.

  • Stok ASI tahan hingga 6 jam jika disimpan pada suhu ruangan sekitar 25 derajat Celcius.
  • ASI tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam ice box yang di dalamnya terdapat ice pack.
  • Stok ASI tahan sampai 5 hari ketika disimpan pada kulkas yang bersuhu minimal 4 derajat Celcius.
  • ASI tahan hingga 6 bulan apabila disimpan di dalam freezer dengan suhu -18 derajat Celcius atau lebih rendah lagi.

Meski bisa disimpan hingga 6 bulan, sebaiknya Mums menyimpan stok ASI tidak lebih dari seminggu. Sebab, proses pembekuan ASI perah yang terlalu lama kemungkinan dapat menghilangkan beberapa zat yang penting untuk menghalau infeksi pada si Kecil. Semakin lama penyimpanan ASI perah, baik didinginkan maupun dibekukan, dapat berpotensi menghilangkan kandungan Vitamin C yang terdapat di dalam ASI. Jadi, tetap bijak menyimpan ASI sesuai waktu dan penggunaannya ya, Mums.

Jaga Kebersihan Tempat Penyimpanan ASI

Bagaimana Cara Menyimpan ASI yang Benar? Ini Infonya!

Agar ASI yang disimpan terjaga kualitasnya, penting bagi Mums untuk selalu menjaga kebersihan tempat penyimpanan ASI. Lakukan sterilisasi wadah penyimpanan baik sebelum atau sesudah digunakan. Lakukan sterilisasi dengan merebus wadah dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit, dalam air panas mendidih sekitar 5-10 menit.

Selain merebus secara manual, Mums juga bisa menggunakan alat sterilisasi elektronik. Namun, jangan lupa mengecek keamanan dan ketahanan kemasan pada label sebelum menggunakan alat tersebut. Selain itu, hati-hati saat melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca, karena berisiko pecah. Apabila Mums menggunakan botol plastik sebagai wadah penyimpanan ASI, pastikan botol tersebut telah memiliki label BPA-free yang aman jika terpapar suhu panas.

Baca Juga: 5 Asupan Ibu Menyusui untuk Perkuat Kekebalan Tubuh Bayi

Tak hanya menjaga kebersihan tempat penyimpanan, Mums juga perlu menjaga kebersihan tangan saat memerah, ataupun saat menyimpan ASI. Tujuannya agar ASI tidak terkontaminasi oleh bakteri. Gunakan sabun cuci tangan serta cuci bersih botol kemasan ASI sebelum disterilisasi.

Persediaan stok ASI hanya bisa Mums lakukan saat produksi ASI dalam tubuh Mums lancar. Untuk tetap menjaga kelancaran produksi ASI, jangan lupa selalu penuhi kebutuhan nutrisi harian Mums dengan asupan gizi yang cukup. Asupan gizi tersebut salah satunya bisa Mums dapatkan melalui susu ibu hamil dan menyusui. Frisomum Gold Dualcare+ diperkaya dengan Asam Folat, ALA, LA, Nukleotida, Kalsium, dan Zat Besi yang dipercaya mampu mencukupi kebutuhan nutrisi harian Mums dan si Kecil. Frisomum Gold Dualcare+ diproduksi menggunakan metode Single Process tanpa pemanasan berlebih sehingga kualitas nutrisi di dalamnya tetap terjaga. Selalu penuhi kebutuhan nutrisi harian selama menyusui untuk meningkatkan kualitas ASI, serta mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang si Kecil.