Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Mengenal Disleksia, Gejala dan Cara Menyikapinya

Mengenal Disleksia, Gejala dan Cara Menyikapinya

Memahami apa itu disleksia mungkin bisa jadi satu pengetahuan berguna untuk Mums. Tak hanya menambah informasi, Mums juga akan memiliki awareness yang lebih baik pada salah satu kondisi yang bisa menyebabkan si Kecil sulit menyerap pelajaran dan stimulasi yang diterimanya dalam bentuk bacaan, kata, dan segi linguistik secara umum.

Kondisi disleksia sendiri bisa terjadi karena beberapa hal, yang kemudian nanti akan dibahas, dan menyebabkan si Kecil mengalami gangguan belajar. Mulai dari pemahaman pada kata-kata baru yang didengarnya, kemampuan merangkai kalimat, hingga bahkan mengidentifikasi huruf dengan bentuk yang cenderung mirip.

Nah, untuk menambah pengetahuan Mums mengenai kondisi yang satu ini, Mums bisa melihatnya pada poin-poin berikut ini.

Pemicu Terjadinya Disleksia

Pemicu Terjadinya Disleksia

Karena merupakan satu kondisi yang dialami oleh seseorang, bisa anak-anak bahkan hingga orang dewasa, tentu ada pemicu yang menjadi akar dari kondisi ini. Kondisi ini sendiri terjadi karena adanya penyakit saraf pada seseorang, sehingga membuat kemampuan linguistiknya secara umum sulit dikembangkan.

Meski tidak diketahui secara pasti penyebabnya, tidak sedikit yang kemudian menggolongkannya menjadi dua. Pertama adalah faktor genetik, dan kedua adalah faktor cedera dan kondisi lain yang bisa jadi pemicu.

Faktor Genetik

Penderita disleksia secara umum memiliki kondisi cacat pada gen DCD2, dan bisa jadi merupakan ‘warisan’ dari anggota keluarga yang lebih tua. Jadi ketika mungkin Mums menemui ada anak yang mengalami disleksia, bisa jadi di dalam keluarganya juga terdapat anggota yang mengalami hal serupa.

Faktor Cedera

Faktor lain yang bisa memicu kondisi disleksia pada anak-anak dan orang dewasa adalah terjaya cedera atau trauma lain. Baik berupa cedera luar, atau cedera organ dalam (misalnya otak), yang dapat mengganggu kerja bagian otak tertentu sehingga penderita akan mengalami kesulitan belajar.

Indikasi Disleksia pada Anak-Anak

Indikasi Disleksia pada Anak-Anak

Nah, setelah sedikit membaca mengenai penyebab kondisi ini, maka selanjutnya mari bahas mengenai indikasi yang tampak pada si Kecil, sehingga bisa menjadi dugaan awal ia mengalami disleksia.

Karena kondisi ini berpengaruh langsung pada sistem kerja bagian otak tertentu, maka efek yang muncul pada si Kecil adalah daya serapnya yang berkurang dan kurang bisa memahami hal baru yang dipelajarinya (huruf, kata, bahasa, angka, bahkan warna). Pada usia dini sebelum usia sekolah, tanda umumnya adalah keterlambatan bicara, sulit belajar kata baru, sulit memahami kata yang mirip, hingga kesulitan mengingat huruf, angka, dan sejenisnya.

Ketika si Kecil mulai masuk usia sekolah, tanda-tanda yang ditampakkan makin jelas. Misalnya seperti kemampuan membaca yang di bawah rata-rata, sulit mengingat urutan kejadian, kesulitan mengeja, menghindari kegiatan membaca, dan tidak dapat mengucapkan kata yang sebelumnya belum pernah didengarnya. Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi performa belajarnya di sekolah dan bisa membuat si Kecil kurang percaya diri.

Ketika Mums melihat ada tanda atau indikasi yang disebutkan di atas, ada baiknya Mums segera mengunjungi dokter kepercayaan Mums untuk melakukan konsultasi. Rekomendasi dokter biasanya akan sangat akurat sebab didasarkan pada fakta ilmiah dan pengalaman di bidang tersebut.

Menyikapi Kondisi Ini dengan Bijak

Menyikapi Kondisi Ini dengan Bijak

Disleksia memang hingga saat ini belum dapat disembuhkan, namun Mums bisa menyikapinya dengan bijak. Ada beberapa langkah yang bisa Mums ambil untuk tetap mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil.

Kombinasi dalam Belajar

Jika anak yang tidak memiliki kondisi ini bisa belajar membaca dan menulis dengan normal, maka anak dengan disleksia bisa diajarkan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Bagaimana caranya? Dengan melibatkan seluruh indera yang dimilikinya secara simultan, sehingga anak bisa menyerap dan mengingat dengan banyak cara berbeda.

Cara yang digunakan adalah dengan memanfaatkan indera pendengaran, indera penglihatan, dan indera peraba. Kombinasi ketiganya bisa membuat proses belajar lebih efektif dan penyerapan bisa dioptimalkan.

Terus Mendampingi si Kecil dalam Proses Belajar

Penting dan tidak boleh dilewatkan, adalah kehadiran Mums pada usia dini proses belajarnya. Mendampingi anak yang mengalami disleksia sebenarnya diwajibkan untuk para orang tua agar dapat membangun kepercayaan diri si Kecil sekaligus membantunya menemukan cara belajar yang paling efektif. Sediakan waktu khusus untuk belajar membaca, dan terus asah kemampuan linguistiknya secara perlahan dan berkesinambungan.

Baca Juga : Ciri Anak Sehat Secara Fisik dan Mental [Indikator Umum]

Kondisi disleksia pada anak memang bukan hal yang sering terjadi, namun tetap patut diwaspadai. Ketika hal ini terjadi pada orang terdekat Mums, atau mungkin bahkan si Kecil, jangan hilang semangat. Semua bisa disikapi dengan mengambil langkah bijak, agar si Kecil tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tentu saja, setiap cara tersebut di atas juga wajib didukung dengan asupan nutrisi cukup setiap hari, agar tubuh si Kecil tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikan makanan bernutrisi, dan tambahkan Friso Gold 4 sebagai pelengkapnya. Nutrisi dalam Friso Gold 4 selalu terjaga kualitas alaminya, berkat teknologi Locknutri, sehingga mudah diserap oleh tubuhnya.

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang