Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

pentingnya-cek-kadar-gula-darah-pada-ibu-hamil_XG67NKg7S8

Pentingnya Cek Kadar Gula Darah pada Ibu Hamil

Memeriksakan kadar gula darah penting dilakukan di masa kehamilan. Tapi, apa alasannya ya, Mum?

Tahukah, Mum? Saat kehamilan menginjak usia 24 – 28 minggu, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah pada tubuh ibu hamil. Tak hanya berlaku untuk ibu yang mengalami obesitas dan memiliki riwayat penyakit diabetes, pemeriksaan ini juga dilakukan pada ibu dengan berat badan normal dan tidak memiliki riwayat diabetes. Ingin tahu kenapa pemeriksaan gula darah ini terbilang penting di masa kehamilan? Berikut penjelasannya, Mum.

Risiko Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Tahukah, Mum? Meski sebelum hamil seorang ibu tidak memiliki riwayat penyakit diabetes, kehamilan mungkin saja membuatnya mengalami hal ini, lho. Kenapa? Karena sewaktu hamil, kadar hormon insulin di tubuh ibu harus dibagi ke tubuh si Kecil. Dengan begini, jumlah insulin yang ada di tubuh ibu berkurang dari biasanya, sehingga mungkin saja jumlah itu tak lagi cukup untuk menetralkan kadar gula darah dalam tubuh. Kondisi inilah yang dinamakan diabetes gestasional, Mum.

Efek Negatif Diabetes Gestasional pada Kehamilan yang Tengah Dijalani

Diabetes gestasional perlu diwaspadai, sebab kadar gula darah yang tinggi pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya hal-hal berikut, Mum:

1. Makrosomia

Makrosomia ialah kondisi di mana bayi lahir dengan ukuran tak wajar. Salah satu faktor pemicu terjadinya hal ini yaitu diabetes yang dialami ibu selama kehamilan. Kadar gula darah ibu yang tinggi saat hamil dialirkan ke tubuh janin melalui plasenta. Alhasil, kadar gula darah di tubuh si Kecil pun ikut meninggi, sehingga ukuran tubuhnya terus membesar. Bila hal ini terjadi, kemungkinan persalinan dilakukan secara normal pun semakin kecil, karena bayi lebih susah untuk dikeluarkan.

2. Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Cacat

Kadar gula darah yang tidak terkontrol sewaktu hamil juga meningkatkan risiko si Kecil terlahir cacat, Mum. Sebab, kadar gula darah yang terlalu tinggi di tubuh janin membuat proses pembentukan organ-organ tubuhnya terganggu. Beberapa kondisi yang sering terjadi pada bayi yang lahir dari ibu pengidap diabetes di antaranya cacat tulang belakang, munculnya lubang di jantung, dan bibir sumbing.

3. Si Kecil Berisiko Mengalami Masalah Kesehatan Begitu Lahir

Tak hanya dua risiko di atas, si Kecil juga jadi lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan lain begitu ia lahir. Sebab, seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, kadar gula darah yang tinggi pada tubuh janin kemungkinan besar mengganggu proses pembentukan organ tubuhnya. Karena tidak terbentuk dengan sempurna, organ-organ ini akan rentan bermasalah begitu si Kecil dilahirkan. Biasanya, masalah kesehatan yang muncul yaitu sindrom gawat napas karena paru-paru bayi belum bisa berfungsi dengan baik, serta denyut jantung yang tidak stabil.

Dengan memeriksakan kadar gula darah di tubuh selama kehamilan, setiap ibu bisa lebih awal mengetahui kondisi kesehatannya, sehingga bisa melakukan pencegahan diabetes gestasional sejak dini. Namun, kalaupun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan ibu sudah mengalami diabetes gestasional, ibu hamil tetap bisa mengupayakan agar kondisi ini tidak semakin parah, tentunya sesuai petunjuk dan arahan dari dokter.

Itulah alasan kadar gula darah pada tubuh ibu hamil perlu diperiksakan, Mum. Jadi, ingat untuk tidak melewatkan pemeriksaan ini, ya.

Selain memantau kadar gula darah di tubuh dan memastikannya tetap dalam batas normal, perhatikan juga asupan nutrisi Mum di masa kehamilan. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi susu ibu hamil yang tinggi kandungan nutrisi. Terkait hal ini, Frisomum Gold bisa menjadi pilihan. Mengandung Protein, ALA/LA, Nukleotida, Prebiotik, Asam Folat, Kalsium, serta Zat Besi, Frisomum Gold membantu memenuhi kebutuhan gizi Mum selama hamil dan mengoptimalkan perkembangan si Kecil dengan memperkuat dan melindungi tubuhnya dari dalam.
Nah, selamat memantau kesehatan tubuh selama kehamilan ya, Mum.