Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

shutterstock-562291507_RINAt2N1TT

Yuk, Ketahui Fakta Seputar USG Transvaginal!

Apa itu USG transvaginal? Yuk, ketahui lebih lanjut dengan membaca artikel berikut, Mum!

Selama ini Mum tentu sudah tak asing lagi dengan prosedur USG yang alat pemindainya dijalankan di atas dinding perut, ya. Akan tetapi, tahukah Mum? Ternyata, ada pula lho, jenis USG lain bernama USG transvaginal. Bagaimana prosedurnya serta bagaimana pula keakuratan tes ini dalam mengenali tanda awal kehamilan? Selain itu, apakah jenis USG ini lebih baik ketimbang USG perut? Simak info selengkapnya dalam artikel berikut yuk, Mum!

Apa Itu USG Transvaginal?

Istilah USG transvaginal digunakan untuk menyebut USG yang dilakukan dengan memasukkan alat USG sampai ke pintu rahim calon ibu melalui vagina, Mum. Menurut keterangan dari para dokter kandungan, pemeriksaan kehamilan dengan USG transvaginal lebih baik dan akurat untuk mengenali tanda-tanda kehamilan di 10 minggu pertama ketimbang USG abdominal di atas dinding perut. Alasannya, di awal masa kehamilan, ukuran rahim masih kecil dan tidak keluar dari rongga panggul. Hal ini cukup menyulitkan USG abdominal untuk mendeteksi kehamilan.

Selain itu, USG transvaginal biasanya juga disarankan dokter kepada ibu hamil dengan kondisi tertentu. Misalnya, obesitas atau kondisi rahim yang mengarah ke belakang (retrofleksi). Kedua kondisi ini membuat proses deteksi kehamilan lewat USG abdominal lebih sulit dilakukan.

Kapan USG Transvaginal Dilakukan?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, USG transvaginal baik dilakukan di trimester awal kehamilan (saat usia kandungan menginjak minggu ke-7 sampai dengan minggu ke-10) karena lebih akurat dalam mendeteksi tanda-tanda awal kehamilan. Meski begitu, bukan berarti jenis USG ini hanya bisa dilakukan di trimester awal saja, Mum.

Menurut keterangan dokter, USG transvaginal juga bisa dilakukan di trimester kedua kehamilan untuk mendiagnosa ada tidaknya cacat bawaan pada struktur tubuh calon buah hati. Mengingat alat USG dimasukkan langsung mendekati rahim, pemeriksaan USG transvaginal lebih akurat dalam memantau kondisi fisik si Kecil dalam kandungan lho, Mum.

shutterstock-622402196_1lX3CVWzSV

Selain itu, USG transvaginal juga bisa dilakukan saat Mum masih dalam tahap program hamil. Hasil pemeriksaan USG transvaginal akan membantu Mum dan Dad mengetahui masa subur lebih akurat, karena pada hasil pemeriksaan akan terlihat ada tidaknya sel telur yang matang (berukuran antara 18-20 mm atau sekitar 2 cm).

USG transvaginal yang bertujuan mengetahui masa subur biasanya dapat dilakukan mulai hari ke-11 dari hari pertama menstruasi terakhir (HPHT). Bila hasil pemeriksaan sudah menunjukkan sel telur matang yang siap dibuahi, Mum dan Dad bisa mulai fokus untuk melakukan pembuahan. Namun, bila setelah diperiksa belum ditemukan sel telur yang matang, Mum dan Dad bisa kembali melakukan pemeriksaan di hari berikutnya sesuai petunjuk dokter.

Kelebihan dan Kekurangan USG Transvaginal

Dengan prosedur pemeriksaan yang berbeda, baik USG transvaginal maupun USG abdominal memiliki kelebihan dan kekurangan berbeda pula, Mum. Supaya lebih jelas, simak perbedaannya pada tabel berikut, yuk!

USG Transvaginal

Menghasilkan gambaran yang lebih detail ketimbang USG abdominal.

Pasien kurang nyaman selama pemeriksaan dilakukan karena alat dimasukkan ke vagina.

Mampu mendeteksi kehamilan lebih akurat sejak minggu-minggu awal kehamilan

USG Abdominal

Gambaran yang didapat tidak sedetail hasil USG transvaginal.

Pasien bisa lebih nyaman selama diperiksa karena tidak merasakan sakit di area vagina.

Kantung air seni harus terisi terlebih dulu sebelum pemeriksaan dilakukan untuk mengecek kehamilan muda

Haruskah Melakukan USG Transvaginal?

Meski tingkat akurasi USG transvaginal lebih baik ketimbang USG abdominal dalam mendeteksi kehamilan di minggu-minggu awal, ternyata tidak semua ibu hamil perlu melakukannya, Mum. Dokter akan melihat kondisi Mum terlebih dulu sebelum memutuskan apakah prosedur USG transvaginal perlu dilakukan atau tidak. Dengan kata lain, apabila pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan dengan USG abdominal, maka dokter tidak akan meminta Mum melakkan USG tranvaginal.

shutterstock-309175043_39WJhHTNJJ

Nah, itulah beberapa info seputar pemeriksaan kehamilan melalui prosedur USG transvaginal yang perlu Mum ketahui. Semoga info ini bermanfaat ya, Mum.

O iya, begitu hasil pemeriksaan kehamilan menunjukkan tanda awal kehamilan, segera atur ulang pola makan dan pola hidup Mum agar Mum serta calon buah hati dalam kandungan senantiasa sehat, ya. Misalnya, dengan mulai rutin mengonsumsi susu ibu hamil bernutrisi, seperti Frisomum Gold.

Dengan kandungan Asam Folat, ALA, LA, Nukleotida, Kalsium, dan Zat Besi, Frisomum Gold tak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mum selama hamil dan menyusui, tetapi juga membantu mengoptimalkan perkembangan janin.

Akhirnya, selamat melakukan pemeriksaan kehamilan ya, Mum. Semoga hasilnya sesuai harapan!