Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Cegukan?

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Cegukan?

Setiap fase tumbuh kembang si Kecil selalu menunjukkan tanda yang cukup jelas. Terkadang, tanda tumbuh kembang alami ini justru bukan berupa kemampuan baru atau semacamnya, namun justru cegukan. Ya, cegukan yang terjadi, baik ketika si Kecil masih bayi atau sudah mulai bisa berinteraksi, sangat wajar terjadi. Bayi cegukan adalah hal sangat wajar yang menandakan organ pencernaan dan pernafasannya tumbuh dengan ideal.

Jika mungkin Mums penasaran apa yang menyebabkan bayi cegukan, sebenarnya hampir sama dengan cegukan yang dialami orang dewasa. Cegukan disebabkan karena adanya gangguan pada bagian diafragma, sehingga udara yang masuk terlalu banyak. Gangguan diafragma seperti ini wajar terjadi, dan bukan sesuatu yang berbahaya.

Apa Penyebab Bayi Cegukan?

Jika ditilik apa yang menjadi penyebab bayi cegukan, dapat disebutkan ada beberapa hal. Pertama, dikarenakan si Kecil minum ASI atau makan terlalu banyak. Kedua, cara makan atau minum ASI yang terlalu cepat sehingga menelan banyak udara dalam prosesnya, serta yang ketiga adalah adanya perubahan suhu di dalam perut.

Cegukan yang terjadi setelah makan atau setelah si Kecil menyusu merupakan hal yang biasa terjadi. Dengan catatan, cegukan tersebut hanya terjadi selama kurang lebih 10 menit saja. Durasi ini merupakan durasi wajar cegukan yang terjadi pada anak-anak. Jika si Kecil cegukan lebih dari 10 menit atau terus menerus, maka ada baiknya Mums mulai melihat berbagai kemungkinan lain yang harus ditangani secara lebih serius.

Penyebab cegukan yang lebih serius misalnya adalah Gastroesophageal reflux, yakni adanya aliran balik asam lambung ke bagian kerongkongan si kecil. Namun demikian jika si Kecil mengalami hal ini, selain cegukan ia juga akan menunjukkan beberapa gejala lain. Misalnya adalah sakit perut setelah makan hingga muntah, si Kecil lebih sering menangis, produksi air liur yang lebih banyak dari biasanya, serta melengkungkan punggung setelah atau selama makan. 

Ketika si Kecil cegukan disertai tanda-tanda di atas, sangat direkomendasikan agar Mums segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bukan apa-apa, lebih baik mengambil tindakan preventif sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan bukan Mums? Jangan lupa juga untuk mencari tahu berbagai potensi gangguan lain yang mungkin dialaminya terkait dengan pencernaan, agar informasi yang Mums miliki semakin lengkap.

Cara Mengatasi Cegukan yang Dialami si Kecil

Ketika si Kecil mengalami cegukan setelah makan atau menyusu, maka ada beberapa hal sederhana yang dapat Mums lakukan.

Pertama, gendong si Kecil dalam keadaan tegak selama setidaknya 20 menit. Setelah 20 menit, Mums dapat menggoyang badannya perlahan atau menggosok bagian dada si Kecil dengan lembut agar bagian diafragma dapat menjadi lebih stabil.

Kedua, jika Mums tengah memberikan susu pada si Kecil dengan botol dot, maka upayakan posisi botol miring 45 derajat sehingga udara naik sampai pada bagian bawah botol. Ada baiknya juga memberikan susu dalam jumlah sedikit namun intensitas yang lebih sering untuk meminimalisir masuknya udara jika porsi susu terlalu banyak.

Ketiga, ketika si Kecil makan atau Mums sedang menyapinya, pastikan posisi duduknya tegak dan tidak membungkuk. Posisi duduk tegak dapat membantu mengurangi jumlah udara yang mungkin masuk ketika si Kecil menelan makanannya

Terakhir, jika berada dalam fase menyusui, Mums sebaiknya menggendong si Kecil dalam posisi tegak selama 20 menit setelah menyusui selesai. Udara pada bagian dalam organ pencernaan akan naik ke atas perut sehingga mengurangi tekanan pada diafragma si Kecil.

Cukup mudah dan sederhana bukan Mums cara mengatasi bayi cegukan yang disampaikan tadi? Mums dapat mencobanya jika si kecil mengalami cegukan setelah makan atau menyusui. 

Mitos Salah Mengatasi Cegukan si Kecil

Mengingat kita tinggal di Indonesia, tentu Mums juga sangat memahami bahwa sekian banyak mitos dan ‘kata orang tua’ yang kemudian semacam menjadi budaya, termasuk dalam mengatasi cegukan pada anak-anak. Berikut beberapa hal yang sangat tidak direkomendasikan, karena alih-alih membantu mengurangi dan meredakan cegukan justru dapat berbahaya untuk si Kecil.

  • Mengageti atau menakut-nakuti si Kecil.
  • Menarik lidah si Kecil.
  • Menekan dahi si Kecil.
  • Memberikan bantuan pernafasan.
  • Meletakkan kain basah pada bagian dahi.

Beberapa hal di atas benar-benar adalah mitos yang tidak memiliki dasar medis, sehingga sebaiknya tidak dilakukan. Jika si Kecil hanya mengalami cegukan biasa, Mums tidak perlu cemas karena dalam tempo waktu sebentar saja cegukan yang dialami akan segera reda.

Menghadapi bayi cegukan memang bukan hal yang sulit, namun demikian tetap tidak boleh disepelekan. Seperti yang disampaikan di atas tadi, jika cegukan yang dialami hanya sesaat, tentu hal tersebut tidak perlu dianggap serius karena hanya merupakan hal biasa. Namun bilamana cegukan yang dialami si Kecil disertai gejala reflux, untuk tindakan awal sebaiknya Mums segera membawanya ke dokter untuk diperiksa. Selalu pastikan pola hidup sehat selama masa tumbuh kembang si Kecil, dan pastikan pula asupan nutrisi hariannya terpenuhi agar tumbuh kembangya berjalan optimal!

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang