Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
4 Gaya Belajar Anak, Mana yang Digunakan si Kecil?

4 Gaya Belajar Anak, Mana yang Digunakan si Kecil?

Memahami gaya belajar si Kecil, dalam rangka mengoptimalkan tumbuh kembangnya, adalah hal yang wajib dilakukan si Kecil. Konsultasi dengan tenaga profesional atau dengan mencoba berbagai metode bisa menjadi dua opsi yang digunakan. Selama berada di rumah, Mums bisa mengamati dengan seksama kira-kira gaya belajar mana yang lebih efektif dan digunakan oleh si Kecil.

Tapi sebenarnya ada berapa jenis metode atau gaya yang digunakan?

Secara mendasar, setidaknya ada empat jenis gaya belajar yang digunakan anak-anak pada masa tumbuh kembangnya. Memang ketika di sekolah mungkin si Kecil akan mengikuti proses belajar yang porsinya seimbang karena harus mengikuti satu kurikulum tertentu. Namun ketika di rumah, seperti saat new normal sekarang ini, Mums bisa melakukan eksplorasi gaya yang tepat, sehingga proses belajar si Kecil bisa lebih efektif.

Ini dia ulasan singkat mengenai empat gaya belajar yang bisa Mums baca, mana yang lebih tepat untuk si Kecil?

Apakah Gaya Belajar Auditori?

Apakah Gaya Belajar Auditori?

Melihat nama gaya ini mungkin Mums sudah mendapat sedikit bayangan. Gaya belajar auditori mengedepankan indera pendengaran sebagai ‘alat’ belajar yang utama. Anak dengan gaya ini akan mendapatkan manfaat maksimal dari proses belajar hanya dengan mendengarkan saja bahan ajar dan stimulus yang Mums berikan.

Mums bisa lihat ciri si Kecil menggunakan gaya ini dengan cukup jelas. Misalnya, si Kecil mudah mengingat kata yang baru saja didengarnya, atau ia mampu mengulang frasa dari cerita yang Mums bacakan, senang mendengarkan musik, dan lebih mudah menyerap pengetahuan secara verbal.

Terdapat kekurangan dan kelebihan tentunya. Kelebihan yang dimiliki tentu adalah gaya belajar ini bisa dilakukan dengan cepat dan cukup mudah, karena tidak memerlukan banyak alat belajar. Namun demikian, sedikit kelemahannya adalah si Kecil memerlukan ruangan yang tenang dan membantunya fokus. Berada di tempat ramai bisa mengurangi konsentrasinya.

Ketika si Kecil menunjukkan gaya ini dalam proses belajarnya, stimulus yang paling tepat adalah dengan sering membacakannya buku, memperdengarkan lagu dan podcast untuk anak-anak, dan sering diajak berbincang.

Atau Gaya Visual?

Atau Gaya Visual?

Jika gaya auditori lebih mengedepankan indera pendegaran, maka gaya visual akan mengedepankan indera penglihatan. Ya, anak dengan gaya belajar ini mampu belajar dengan efektif dengan melihat pengetahuan dan bahan ajar baru. Ketertarikan pada gambar dan kemampuan si Kecil memahami sesuatu dengan media simbol benar-benar terlihat ketika si Kecil memiliki gaya ini sebagai senjatanya dalam belajar.

Lalu apa ciri yang ditunjukkan ketika si Kecil menggunakan gaya yang satu ini? Si Kecil lebih sering terlihat takjj dengan gambar, ilustrasi, dan animasi yang dilihatnya. Kemudian ia akan lebih mudah mengingat cara melakukan sesuatu setelah melihat orang lain melakukannya, serta cepat menyerap bentuk, warna, dan simbol yang dilihatnya.

Sedikit kelemahan yang ada pada gaya ini adalah si Kecil harus benar-benar tenang dalam memperhatikan simbol yang ada di hadapannya.

Lalu bagaimana cara memberikan stimulus yang tepat? Dengan buku bergambar, manfaatkan media televisi atau internet untuk akses konten video menarik, biasakan membuat mind-map ketika belajar, dan memanfaatkan flash card dengan berbagai gambar yang ada di dalamnya.

Dengan Sentuhan, Taktil

Dengan Sentuhan, Taktil

Setelah gaya belajar yang fokus pada indera pendengar dan penglihatan, kini ada pula gaya yang fokus pada sentuhan. Disebut dengan gaya taktil, anak yang menggunakan gaya ini dalam proses belajarnya akan lebih cepat menyerap rangsangan yang diberikan dengan cara menyentuh secara langsung.

Cirinya cukup jelas bisa Mums lihat. Si Kecil suka memegang benda-benda yang baru ditemuinya dan mengulik apa yang bisa dilakukan benda tersebut. Mums juga akan melihat jika si Kecil memiliki dorongan kuat untuk menyentuh berbagai barang yang asing baginya, sebagai bentuk rasa ingin tahu yang ada di dalam diri si Kecil.

Secara umum, cara belajar ini sangat baik dan efektif. Namun demikian mungkin Mums akan sedikit menghadapi tantangan ketika harus mengenalkan hal baru padanya. Well, tidak semua anak yang menggunakan gaya ini sudah memiliki kekuatan dan koordinasi tangan yang baik. Jadi Mums harus mendampingi si Kecil setiap saat.

Untuk memberikan stimulus sendiri, Mums bisa banyak mengenalkan si Kecil pada benda baru dan membiarkan si Kecil mencobanya sendiri. Berikan benda dengan tekstur yang unik dan asing untuknya, tapi tetap menarik untuk dikulik. Untuk belajar menulis, Mums bisa mengajak si Kecil membuat huruf di atas pasir atau membentuknya dari tanah liat. Cukup seru bukan?

Terakhir, Gaya Belajar Kinestetik

Terakhir, Gaya Belajar Kinestetik

Terakhir adalah cara belajar dengan menggunakan media gerak. Gaya belajar kinestetik banyak ditemui pada anak-anak yang memiliki mobilitas tinggi dan sulit untuk diam dalam waktu yang lama. Belajar dengan melibatkan fisiknya, si Kecil terdorong untuk terus bergerak dan mengeksplorasi hal baru.

Cirinya cukup jelas, si Kecil banyak bergerak, memainkan peran dalam buku favoritnya, sangat senang ketika diajak ke taman bermain, dan antusias ketika diajak berolahraga. Meski demikian, terdapat kelemahan yang harus disikapi dengan bijak pula, yaitu kurang efektifnya proses belajar jika harus duduk diam di satu ruangan.

Untuk memberikan stimulus dengan baik, Mums bisa mengajak si Kecil bermain role-play, olahraga, mengajaknya bermain di halaman belakang, dan permainan lain yang melibatkan gerakan.

Baca Juga : Menjaga Konsentrasi dan Fokus saat Belajar Online

Itu tadi 4 gaya belajar yang bisa sedikit di ulas. Lalu mana yang si Kecil gunakan ketika belajar?

Apapun cara belajar yang digunakan, berikan dukungan sepenuh hati dengan stimulus yang tepat dan dampingi si Kecil setiap saat. Dukung juga dengan memenuhi asupan nutrisinya, dengan makanan dan Friso Gold 4. Dengan teknologi Locknutri, kualitas nutrisi alami akan terjaga, sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan memaksimalkan cara belajar apapun yang digunakan.

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang