Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
4 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Bayi

4 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Bayi

Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, sehingga Mums perlu memperhatikan kondisinya agar terhindar dari gangguan sistem pencernaan yang berbahaya. Meskipun gangguan sistem pencernaan sangat umum dialami bayi dan balita, namun kondisi ini cukup meresahkan karena akan membuat si Kecil rewel dan tidak nyaman. Biasanya, gangguan ini sulit dideteksi karena si Kecil masih belum bisa menjelaskan rasa sakit yang dialaminya. Namun, Mums bisa melihat adanya gangguan sistem pencernaan dari gejala-gejala yang ditunjukkan, seperti rewel, perut kembung, mual, muntah, susah buang air besar, dehidrasi, hingga diare. Biasanya gejala ini muncul karena ada infeksi pada saluran cerna, makan terlalu banyak, kekurangan makanan bernutrisi, atau intoleransi laktosa. Gangguan sistem pencernaan juga bisa muncul akibat pencernaan bayi yang masih dalam masa perkembangan dan masih harus menyesuaikan dengan asupan yang dikonsumsinya. 

Seperti yang Mums ketahui, sistem pencernaan berkaitan erat dengan daya tahan tubuh si Kecil. Jika tidak dijaga dengan baik, maka si Kecil akan lebih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, Mums perlu mengetahui apa saja gangguan sistem pencernaan yang biasa dialami bayi, agar bisa mencegahnya sedini mungkin.

Gangguan Sistem Pencernaan Pada Bayi

Gangguan sistem pencernaan tentu membuat Mums bingung dan khawatir. Selain si Kecil jadi rewel, gejala dari masing-masing gangguan pun hampir mirip. Nah, sebaiknya Mums mengetahui lebih lengkap mengenai jenis gangguan sistem pencernaan di bawah ini ya! 

Diare

Diare merupakan gangguan sistem pencernaan yang ditandai dengan kondisi feses si Kecil yang cair atau encer dan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare terjadi karena banyak faktor, mulai dari infeksi bakteri, parasit, atau virus, alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu, terlalu banyak minum jus buah, hingga keracunan makanan. 

Gangguan sistem pencernaan ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan hingga mengalami dehidrasi. Dehidrasi tidak boleh disepelekan ya, Mums. Jika kondisi ini berlanjut akan berisiko merusak organ ginjal. Diare dengan dehidrasi ditandai dengan tubuh yang lemas, kesadaran menurun, mata jadi cekung, mulut dan lidah kering, serta kehausan. 

Jika si Kecil mengalami diare, Mums bisa melakukan pertolongan pertama dengan memberikannya minum tiap 5 menit dengan menggunakan botol atau sendok agar mencegah dehidrasi. Bila si Kecil sudah mulai MPASI, Mums perlu memberikannya makanan yang lembut agar mudah dicerna. Hindari pemberian makanan yang digoreng ya, Mums. Bila langkah tersebut tidak berhasil dan si Kecil masih mengalami diare, sebaiknya langsung periksa ke dokter agar dilakukan penanganan lebih tepat. 

Kolik

Kolik merupakan kondisi di mana bayi menangis dalam durasi yang lama tanpa alasan yang jelas. Bayi yang mengalami gangguan sistem pencernaan ini akan menangis lebih dari tiga jam dalam sehari, kondisi ini akan terjadi lebih dari tiga kali dalam seminggu dan biasanya kolik akan berlangsung selama tiga minggu. Biasanya kolik dialami oleh bayi yang berusia 1-4 bulan. 

Selain menangis, kolik juga bisa ditandai dengan seringnya si Kecil bersendawa, perut yang terasa kencang, wajah memerah, dan sering kentut. Penyebab kolik yang pasti belum diketahui, namun biasanya karena gangguan sistem pencernaan, termasuk proses produksi gas dalam saluran cerna, usus yang sensitif terhadap jenis protein tertentu, rasa lapar, atau terlalu kenyang. Pertolongan pertama yang bisa Mums lakukan saat si Kecil mengalami kolik, yaitu dengan mengganti konsumsi susu sapi dengan susu hipoalergenik. Bila Mums masih menyusui ASI, sebaiknya hindari juga mengonsumsi susu sapi agar tidak terjadi alergi pada si Kecil ya. 

Saat si Kecil mengalami kolik, Mums juga harus menenangkan dan membuat si Kecil nyaman, dengan cara menggoyangkan tubuhnya secara perlahan sambil menggendongnya di atas bahu. Mandikan dengan air hangat dan pijat lembut bagian perutnya. Namun, jika si Kecil masih kolik, segeralah konsultasi dengan dokter. 

Baca juga: 5 Langkah Mengatasi Kolik Pada Bayi di Rumah

Perut Kembung

Gangguan sistem pencernaan yang sering dialami si Kecil adalah perut kembung. Kondisi ini disebabkan karena sistem pencernaan si Kecil yang masih belum sempurna sehingga membuatnya menangis dan rewel. Si Kecil yang mengalami perut kembung biasanya mengalami gejala sering sendawa, perutnya mengeras, rewel, dan sering kentut. Ada banyak penyebab yang diduga memicu perut kembung, antara lain:

  • Cara minum dan makan si Kecil terlalu cepat atau terlalu lambat
  • Kebiasaan menghisap botol dot kosong
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung gas secara berlebihan, seperti ubi, brokoli, kol, atau bawang
  • Mengidap intoleransi laktosa

Sembelit atau Konstipasi

Gangguan sistem pencernaan ini ditandai dengan si Kecil yang jarang buang air besar (BAB). Biasanya si Kecil yang mengalami sembelit hanya buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, serta feses yang keluar pun bertekstur keras. Terkadang, kondisi ini juga ditandai dengan nyeri saat buang air besar, sakit perut, hingga ada darah pada feses. Umumnya, sembelit disebabkan oleh pergantian jenis makanan bayi, misalnya dari ASI ke MPASI atau susu formula. 

Bila si Kecil mengalami sembelit, Mums bisa tambah asupan air dan serat dalam MPASI hariannya. Namun jika cara ini tidak berhasil, saatnya Mums bawa si Kecil ke dokter agar ditangani sesuai dengan medis. 

Empat jenis gangguan sistem pencernaan di atas memang umum dialami bayi hingga balita, namun sebaiknya Mums lakukan pencegahan sedini mungkin agar sistem pencernaan si Kecil sehat.

Cara Mencegah Gangguan Sistem Pencernaan

Mums pasti tidak mau melihat si Kecil sakit kan? Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan si Kecil agar tumbuh kembangnya pun lebih optimal. Ada beberapa cara menjaga sistem pencernaan si Kecil, antara lain:

Berikan Makanan Bernutrisi

Bila si Kecil sudah diberikan MPASI, Mums harus memastikan makanan yang dikonsumsi si Kecil mengandung nutrisi yang cukup. Ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, serat, berbagai vitamin dan mineral. Semua nutrisi ini harus dipenuhi dengan seimbang agar si Kecil terhindar dari gangguan sistem pencernaan akibat infeksi dari bakteri atau virus. Perbanyak makanan yang diolah dengan cara sehat dan mengandung serat agar melancarkan sistem pencernaan si Kecil. Lebih baik hindari mengonsumsi makanan cepat saji karena tidak menyehatkan bagi tubuh si Kecil.

Cukupi Kebutuhan Cairannya

Peran cairan atau air dalam sistem pencernaan sangat penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Air bermanfaat untuk memecah makanan, melarutkan mineral dan nutrisi dalam makanan, dan melembutkan feses. Oleh karena itu, kebutuhan cairan si Kecil harus terpenuhi agar terhindar dari gangguan sistem pencernaan, seperti sembelit dan konstipasi. 

Untuk anak di bawah satu tahun, pastikan kebutuhan nutrisi dari ASI tercukupi serta tambahan air putih sesuai kebutuhan agar terhindar dari dehidrasi. Supaya kualitas ASI tetap terjaga, sebaiknya Mums mengonsumsi asupan bernutrisi, seperti susu Frisomum Gold Dualcare+ yang diformulasikan khusus Ibu hamil dan menyusui dengan kandungan zat besi, kalsium, ALA/LA, serta prebiotik yang baik untuk kesehatan Mums dan si Kecil. 

Saat si Kecil mengalami gangguan pencernaan seperti di atas, Mums sebaiknya tetap tenang ya. Perhatikan juga kondisi tubuh si Kecil dan asupan yang Mums konsumsi agar dapat mengetahui penyebab dari gangguan sistem pencernaan tersebut.