Lompat ke isi utama
4 Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan pada si Kecil

4 Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan pada Anak

Sistem pencernaan merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Ketahui 4 penyebab gangguan sistem pencernaannya di sini!

Gangguan pencernaan menjadi satu topik yang memiliki banyak spektrum bahasan. Mulai dari penyebab, akibat, solusi, pencegahan dan berbagai hal terkait lainnya akan selalu perlu untuk diketahui orang tua. Kali ini, akan dibahas mengenai penyebab gangguan sistem pencernaan yang dialami anak. Bagaimana selengkapnya? Yuk Mums, simak kelanjutan artikel ini.
Masa awal kehidupan anak merupakan masa emas pertumbuhan, sekaligus masa paling beresiko. Bagaimana tidak? Tumbuh kembang anak yang terjadi pada usia awal, sebut saja 1 hingga 3 tahun, terjadi demikian pesat. Dimulai dari belajar berbicara hingga bergerak dengan efektif, pertumbuhan anak kedepan banyak dipengaruhi oleh persiapannya pada usia ini.
Pada saat yang bersamaan, anak sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, khususnya pencernaan. Daya tahan tubuh untuk menghalau penyakit dan gangguan kesehatan sangat dipengaruhi oleh bagaimana penyerapan nutrisi terjadi. Padahal, sistem pencernaan anak belum terbentuk secara sempurna seperti pada orang dewasa.
Hal ini tak pelak akan menghadapkan anak pada berbagai resiko gangguan kesehatan, terutama yang terjadi pada bagian pencernaan. Identifikasi yang tepat perlu dilakukan agar apa yang dialami anak bisa disikapi dengan tepat. Untuk itu tentu Mums sebaiknya mengetahui beberapa penyebab gangguan pencernaan yang terjadi pada anak, seperti dalam poin-poin berikut ini.

Obesitas

Pola makan tidak sehat dan berlebihan jadi salah satu penyebab dari gangguan pencernaan yang dialami anak. Obesitas sendiri dapat diartikan sebagai kelebihan berat badan, yang tidak ideal dengan usianya. Memang anak nampak menggemaskan ketika masih bayi dan memiliki pipi yang bulat. Namun seiring tumbuh kembangnya, berat badan anak harus dikontrol.
Kegemukan yang terjadi akan memberikan beban dan tekanan pada bagian perut anak. Tekanan ini dapat memicu naiknya asam lambung setelah makan. Dan seperti yang mungkin Mums ketahui, naiknya asam lambung akan menimbulkan sakit perut dan memicu muntah atau rasa mual yang dialami anak. Hal ini sering disebut dengan istilah refluks.

Hernia

Salah satu penyebab dari gangguan sistem pencernaan juga bisa diakibatkan oleh Hernia. Hernia sendiri merupakan kondisi dimana ada bagian tubuh tertentu, dalam konteks ini organ dalam, memberikan dorongan pada jaringan otot yang lemah di sekitarnya. Kondisi tak wajar ini secara langsung dapat berpengaruh pada kesehatan pencernaan anak.
Jika terjadi pada bagian perut, yang disebut dengan Hiatus Hernia, maka akan menyebabkan saluran kerongkongan terhambat untuk sementara waktu. Kontraksi pada bagian perut juga dapat memicu terdorongnya makanan serta asam lambung naik yang tentu menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit untuk anak.

Efek Samping Obat dan Stress

Apakah anak sedang secara aktif mengkonsumsi suatu obat Mums? Jika iya, mungkin ini jadi penyebab mengapa anak mengalami gangguan pencernaan. Tentu tanpa maksud mendiskreditkan dokter kepercayaan Mums yang memberikan obat tersebut, namun bisa jadi efek samping obat yang tengah dikonsumsi tersebut memang berdampak pada kesehatan pencernaan.
Untuk mengantisipasi hal ini, Mums bisa menyampaikannya pada dokter ketika akan diberikan resep obat. Dokter akan memahami kondisi tersebut dengan memberikan obat yang lebih ‘ramah’ untuk pencernaan anak sehingga tidak mengganggu anak.
Selain itu, stres juga dapat memicu rasa sakit perut. Ketika anak merasa kurang nyaman dengan kondisi sekitarnya, anak dapat mengalami stres dan memicu sakit perut. Efeknya jelas, anak menjadi rewel dan tidak kooperatif.
Ketika menghadapi situasi ini, Mums bisa berkoordinasi dengan orang-orang di sektitar anak, jika berada di lingkungan rumah, untuk membantu menciptakan kondisi yang nyaman dan tidak membuat anak terganggu. Hal ini perlu kerjasama setiap anggota keluarga sehingga dapat tercipta kondisi nyaman untuk anak beraktifitas atau beristirahat.

Asupan Nutrisi

Sudah menjadi syarat utama untuk anak memiliki sistem pencernaan yang sehat dan kuat, mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Ketika nutrisi harian anak terpenuhi, idealnya anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat serta segala ‘bahan bakar’ yang diperlukannya untuk tumbuh dan berkembang.
Asupan nutrisi bisa didapat dari makanan dan minuman yang dikonsumsi anak. Sayur dan buah untuk Serat misalnya, daging untuk kebutuhan Protein, dan susu untuk memenuhi kebutuhan Kalsium guna pertumbuhan tulangnya. Selain makanan dan minuman bernutrisi, Mums juga dapat memberikan Friso Gold 3 untuk anak berusia 1 hingga 3 tahun. Kandungan protein di dalam susu Friso tetap terjaga karena teknologi Locknutri yang dimiliki Friso Gold 3, sehingga nutrisi dalam kondisi alami dan mudah diserap oleh anak.

Jika Mums memiliki pertanyaan lain terkait nutrisi anak, Mums dapat berkonsultasi secara langsung dengan Ahli Nutrisi Alami Friso (ANA) melalui layanan live chat yang berada di pojok kanan bawah situs resmi Friso.