Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

5 Hal Penting Untuk Calon Ibu Yang Bekerja

5 Hal Penting Untuk Calon Ibu Yang Bekerja

Merupakan hal yang normal jika Mum ingin bekerja selama masa kehamilan trimester ketiga, asalkan Mum dapat menjalani hidup sehat yang seimbang antara keduanya. Berikut ini merupakan hal-hal yang penting untuk Mum perhatikan:

Hindari Lingkungan Kerja yang Berbahaya

Pada 3 sampai 8 minggu pertama masa kehamilan, apa yang Mum makan dan cium akan berdampak besar pada janin, sebab sebagian organ utamanya baru mulai terbentuk. Jika Mum selalu dikelilingi oleh zat beracun seperti benzena, merkuri, timbal, klorin dan karbon disulfida, anak Mum menghadapi risiko yang serius dalam tahap penting perkembangannya.

Jika Mum terus-menerus bekerja di depan komputer, berhati-hatilah terhadap radiasi elektromagnetik. Ada cara mudah untuk mencegah risiko tersebut: pasanglah plat filter radiasi pada layar komputer Mum dan pastikan Mum menjauhkan benda logam dari komputer, karena benda logam dapat merefleksikan radiasi.

Lakukan Pemeriksaan Prenatal Secara Rutin

Selain pemeriksaan rutin, Mum juga sebaiknya menjalani fluoroskopi dada, tes fungsi hati dan ginjal, serta tes Alpha-Fetoprotein (AFP) untuk diagnosis prenatal yang akurat. Pelajari informasi kesehatan dan kehamilan agar Mum menyadari betul kondisi kesehatan Mum setiap harinya. Konsultasikanlah hal ini dengan dokter Mum.

Pastikan Gizi Seimbang

Ada saat dimana Mum terlalu fokus bekerja hingga lupa makan, atau terlalu sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Namun ketika Mum sedang hamil, pastikan bahwa kebutuhan nutrisi harian Mum tercukupi demi pertumbuhan si Kecil. Mum juga dapat melengkapinya dengan mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus bagi ibu hamil untuk mendapatkan nutrisi yang optimal.

Bekerja Sesuai Jam Kerja Normal

Memasuki masa hamil tua, tubuh Mum bekerja ekstra keras untuk mengakomodasi pertumbuhan bayi. Maka,pastikan Mum beristirahat yang cukup setiap hari. Maksimalkan jam kerja Mum untuk menghindari lembur yang dapat memberikan resiko bagi kesehatan Mum dan bayi. Sebab ada penelitian yang menunjukkan bahwa bekerja terlalu berat dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan yang rendah, serta tekanan darah tinggi.

Ambil Cuti Dua Minggu Sebelum Persalinan

Pada tahap hamil tua, bayi berkembang dengan pesat, sehingga tubuh Mum akan mengalami perubahan fisiologis untuk mempersiapkan persalinan. Mengambil cuti dari pekerjaan tidak hanya akan membantu tubuh Mum untuk persiapan yang lebih baik, namun anak Mum juga akan mendapatkan keuntungan dari kondisi tubuh dan pikran ibu yang sehat.

Setiap kali Mum merasakan tubuh yang lelah atau beban kerja terlampau berat, cukup tenangkan diri Mum. Jika rekan Mum dapat membantu dalam mengerjakan pekerjaan yang beratuntuk fisik Mum, hal tersebut akan sangat membantu. Namun apabila semua pekerjaan terasa terlalu berat bagi Mum, sebaiknya Mum rehat dan beristirahat untuk beberapa saat.

Untuk mengimbangi beban kerja sekaligus mengurangi stress di masa kehamilan, Mum dapat melakukan aktivitas relaksasi seperti jalan santai bersama Dad.