Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
5 Langkah Mengatasi Kolik Pada Bayi di Rumah

5 Langkah Mengatasi Kolik Pada Bayi di Rumah

Kolik merupakan sebuah kondisi yang kerap kali rentan menyerang bayi. Kolik pada bayi biasanya ditemukan saat si kecil baru lahir hingga usia 4 bulan. Umumnya, kolik pada bayi ditandai dengan tangisan si buah hati yang berlebihan. Terutama di sore hari yang bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk menghentikan tangisannya. Kolik pada bayi ini jarang dianggap jadi sesuatu kondisi yang serius, maka jarang sekali untuk mencari gejalanya untuk diagnosa lebih lanjut.

Hingga saat ini, masih belum ada penjelasan pasti mengenai penyebab kolik pada bayi. Namun, beberapa ahli menyimpulkan bahwa kolik pada bayi ini biasanya terjadi karena adanya perubahan atau perkembangan dari sistem pencernaan bayi. Perubahan sistem pencernaan bayi ini merupakan hal yang wajar saat terjadi seiring bertumbuhnya bayi dengan usianya yang terus beranjak. Selain itu, penyebab kolik pada bayi juga kerap kali ditemui pada kondisi intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi pada tubuh yang tidak dapat mencerna laktosa yang terkandung pada susu dalam jumlah banyak secara baik. Hal ini terjadi akibat tubuh kurang memiliki enzim laktase yang cukup guna menyerap kandungan nutrisi laktosa. Selain menjadi penyebab kolik pada bayi, intoleransi laktosa juga jadi penyebab untuk diare yang terjadi pada bayi.

Gejala kolik pada bayi

Meskipun begitu, saat ini perhatian kolik pada bayi pun semakin ditingkatkan. Mums juga perlu waspada tentang gejala-gejala yang mungkin saja berkaitan dengan kolik pada bayi. Secara umum, kolik pada bayi mulai dikenal dengan gejala bayi menangis lebih dari 3 jam dalam sehari. Tangisan bayi yang berlangsung dalam waktu yang lama ini biasanya berulang selama 3 hari dalam sepekan dan total bisa menghabiskan waktu selama 3 pekan dalam sebulan. Hingga saat ini kolik pada bayi masih belum dianggap sebagai sebuah masalah kesehatan dan belum ada bukti bahwa kolik pada bayi mampu memberikan dampak buruk terhadap si buah hati dalam jangka waktu panjang. Namun, jika Mums perlu informasi lebih lanjut ada baiknya untuk selalu konsultasi kepada dokter.

Ciri-ciri lain yang bisa Mums identifikasi sebagai gejala kolik pada bayi bisa dilihat dari gestur tubuhnya saat menangis. Kolik pada bayi bisa Mums temukan cirinya saat bayi menangis, si buah hati cenderung mengepalkan kedua tangannya, menarik lutut ke perut, melengkungkan punggung, serta rona wajahnya mulai memerah. Ciri-ciri tersebut masih dapat dikatakan sebagai ciri kolik pada bayi yang wajar untuk ditemui. Namun Mums perlu ketahui bahwa ada beberapa ciri-ciri kolik pada bayi yang harus segera mendapatkan penanganan dokter. Berikut adalah tanda-tandanya: 

  • Tubuhnya terkulai saat diangkat
  • Frekuensi suara dan durasi tangisan cenderung menjadi lebih tinggi dan lama dari biasanya
  • Muntah cairan hijau
  • Kadar cairan urin yang lebih sedikit dari biasanya
  • Ditemukan lendir atau darah pada tinja bayi
  • Diare yang terlalu lama
  • Menunjukkan tanda kejang saat menangis
  • Kulitnya berubah jadi pucat atau membiru
  • Ubun-ubun tampak menonjol
  • Mulai mengalami gangguan pernapasan
  • Disertai demam hingga 38 derajat Celcius atau lebih jika bayi berusia kurang dari 3 bulan, dan 39 derajat Celcius atau lebih untuk bayi berusia 3 bulan ke atas

Cara mengatasi kolik pada bayi

Jika Mums menemukan gejala tersebut pada bayi, segera lakukan kunjungan ke dokter demi segera mencari solusi terbaik. Namun, jika kolik pada bayi masih tampak wajar, mungkin Mums bisa ikuti beberapa langkah ini untuk mengatasi kondisi kolik pada bayi di rumah dengan mudah. 

1. Tingkatkan kualitas ASI

ASI merupakan asupan primer yang bisa dikonsumsi bayi sejak awal lahir hingga berumur satu tahun. Kualitas ASI yang Mums berikan akan memberikan nutrisi yang membantu proses tumbuh kembang serta meningkatkan kesehatan pada bayi, terutama untuk pencernaannya. Oleh karena itu, dalam menyiasati atau mengatasi kolik pada bayi, Mums juga perlu memerhatikan kualitas ASI yang diproduksi. Demi meningkatkan kualitas ASI, Mums bisa mulai dengan mengubah pola makan. Selama kolik pada bayi terus berangsur, Mums perlu memerhatikan sumber makanan yang sehat untuk dikonsumsi yang dapat meningkatkan serta memberi nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh bayi. Mums juga bisa tambahkan asupan sehari-hari dengan minum Susu Frisomum Gold Dualcare+ yang memiliki kandungan zat besi, kalsium, serta ALA/LA, dan prebiotik. Selain bermanfaat dalam meningkatkan kualitas ASI, Susu Frisomum Gold Dualcare+ juga mampu berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan Mums dari sembelit atau konstipasi.


 

2. Lakukan pijatan pada tubuh bayi

Memberikan relaksasi pada bayi juga bisa digunakan sebagai salah satu cara dalam mengatasi kolik pada bayi. Dengan memijat bayi dengan perlahan, Mums bisa menenangkan bayi yang menangis akibat kolik. Pasalnya, bayi diketahui bisa merasa tenang dan rileks saat mendapatkan sentuhan secara langsung. Memijat bayi juga mampu membuat bayi beristirahat atau tidur lebih nyenyak. Dalam menyiasati kolik pada bayi dengan pijatan, Mums bisa mulai memijat dengan perlahan menggunakan bantuan lotion atau minyak telon di bagian punggung, dada, wajah, serta perut. Memijat bayi pada bagian perut dapat mengurangi ketegangan pada bayi akibat kolik atau perut kembung. Untuk bagian perut, Mums bisa memijatnya dengan gerakan memutar searah jarum jam secara perlahan.

3. Bantu bayi bersendawa

Kolik pada bayi juga bisa hadir akibat perut bayi yang sering kembung. Maka dari itu, Mums perlu membantu bayi untuk bersendawa untuk meringankan perasaan kembung pada bagian perutnya. Membantu bayi untuk dapat bersendawa, Mums bisa mulai dengan menepuk bagian punggung bayi secara perlahan atau bisa juga dengan gerakan memijat pada punggung bayi dengan posisi kepala bayi menempel pada bagian pundak Mums.

4. Mandi menggunakan air hangat

Memandikan bayi menggunakan air hangat juga merupakan salah satu cara agar bayi merasa rileks dan tenang. Hal tersebut juga berguna sebagai cara mengatasi kolik pada anak yang bisa Mums lakukan di rumah. Memandikan bayi menggunakan air hangat dikenal membantu mengendurkan otot-otot yang tegang pada anak, serta membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut anak. Bagian perut merupakan area umum yang ditemukan jadi penyebab kolik pada bayi. Dengan memandikan bayi menggunakan air hangat, diharapkan mampu mengurangi rasa kembung atau tegang pada bagian perut bayi.

5. Kenalkan pacifier pada bayi

Tahukah Mums, jika memberikan pacifier, empeng, atau dot juga juga bisa jadi salah satu cara mudah dalam mengatasi kolik pada bayi? Bayi dikenal memiliki naluri hisap yang kuat. Maka dengan mensubstitusi pacifier sebelum waktu laparnya, Mums bisa membuat bayi merasa lebih tenang. Rasa tenang ini yang dibutuhkan dalam mengatasi kolik pada bayi yang kerap kali muncul dengan gejala menangis tidak henti-henti. Namun Mums juga harus perhatikan kebutuhan bayi. Jangan terlalu bergantung terhadap keberadaan pacifier atau empeng ini.

Kolik pada bayi hingga saat ini masih jadi sebuah kondisi wajar yang terjadi. Namun dengan mengetahui penyebab, gejala, serta mengatasi kolik pada bayi, Mums setidaknya bisa merasa lega sedikit dalam menenangkan bayi sebelum membutuhkan pertolongan dokter lebih lanjut.

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang