Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

5 Makanan Kaya Kandungan Enzim Pencernaan untuk Si Kecil

5 Makanan Kaya Kandungan Enzim Pencernaan untuk Si Kecil

Masalah pencernaan untuk anak berusia 1 hingga 3 tahun bukanlah hal yang sepele. Pencernaan menjadi kunci optimalnya tumbuh kembang, karena dengan sistem pencernaan yang sehat seluruh nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat diserap dengan baik. Salah satu yang memiliki peran besar dalam proses ini adalah enzim pencernaan, yang akan membantu seluruh proses dari awal hingga akhir.

Enzim pencernaan memiliki peran membantu usus dalam memecah makanan dan memberikan vitamin, mineral, protein dan nutrisi lain di tubuh. Secara garis besar, setidaknya ada 3 jenis enzim yang cukup mudah ditemukan, diantaranya adalah Protease (menarik Protein dari makanan), Amilase (memecah Karbohidrat jadi gula sederhana untuk energi) dan Lipase (memecah lemak jadi asam lemak).

Tentu dalam proses pencernaan tidak hanya tiga enzim ini saja, namun secara umum, ketiganya merupakan enzim penting dalam proses tersebut. Nah untuk membantu Mums memberikan asupan enzim yang diperlukan dalam pencernaan si Kecil, simak beberapa jenis makanan berikut ini. Setiap makanan di bawah ini memiliki kandungan enzim pencernaan yang cukup baik untuk si Kecil beserta beberapa nutrisi penting lainnya.

Madu

Siapa tak kenal jenis makanan yang satu ini? Makanan super yang memiliki banyak sekali kandungan nutrisi baik untuk si Kecil ini juga ternyata memiliki kandungan enzim Amilase, Protease, Diastase dan Invertase. Cara memakan madu terbaik adalah tanpa memasaknya terlebih dahulu sehingga akan lebih banyak enzim utuh yang dapat masuk ke dalam tubuh si Kecil.

Untuk anak usia 1 hingga 3 tahun, madu sudah dapat dikonsumsi selama si Kecil tidak memiliki alergi pada bahan makanan ini. Mums bisa memadukannya dengan berbagai jenis makanan lain seperti bubur misalnya, atau roti lembut atau jenis makanan lain yang biasa diberikan pada si Kecil. Rasa manisnya yang khas membuat madu menjadi makanan unik yang disukai banyak anak-anak.

Mangga

Salah satu buah yang ada hampir sepanjang tahun, mangga, memiliki kandungan enzim Amilase yang dapat membantu memecah karbohidrat menjadi glukosa dan maltosa yang diperlukan dalam tumbuh kembang si Kecil. Tentu saja, rasanya yang manis dan segar serta warna buahnya yang cerah dapat dengan mudah disukai oleh si Kecil sebagai makanan ringan yang menyehatkan.

Untuk penyajiannya sendiri, Mums cukup mengupasnya dan memotong kecil-kecil sesuai dengan kemampuan si Kecil. Masukkan ke dalam lemari es terlebih dahulu agar rasa segarnya dapat terasa lebih nikmat.

Pepaya

Pepaya sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu buah yang sangat baik untuk melancarkan pencernaan. Bukan sekedar mitos atau kepercayaan saja, ternyata buah ini memiliki kandungan enzim Protease yang dapat membantu memecah protein menjadi asam amino dan peptida sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh si Kecil.

Teksturnya yang cukup lunak serta rasa manis khas pepaya akan jadi daya tarik utamanya. Seperti buah mangga, pepaya cukup dikupas saja dan dihilangkan bagian bijinya kemudian sajikan untuk si Kecil sebagai makanan pencuci mulut setelah mengkonsumsi makanan berat.

Alpukat

Buah Alpukat dikenal sebagai sumber yang baik untuk enzim Lipase yang bermanfaat untuk pencernaan. Enzim ini berperan memecah lemak dalam makanan menjadi molekul yang lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan dan digunakan dalam proses tumbuh kembang. Enzim ini sendiri sebenarnya diproduksi oleh pankreas secara alami, namun jika merasa kurang, buah ini bisa jadi alternatif tambahan.

Alpukat cocok diberikan pada si Kecil sebagai makanan ringan pengganjal perut. Buah ini juga sangat mudah diolah, mulai dari menjadikannya jus atau sekedar ditumbuk kasar saja. Serat dalam alpukat juga akan membantu melancarkan buang air besar si Kecil sehingga kondisi usus besarnya senantiasa bersih dan sehat.

Pisang

Salah satu buah yang juga tidak mengenal musim ini juga dapat menjadi alternatif asupan enzim ke dalam tubuh si Kecil. Pisang juga kaya akan kandungan kalium yang amat diperlukan tubuh si Kecil untuk tumbuh dan berkembang

Enzim pencernaan yang ada pada pisang adalah Amilase dan Glukosidase, yang masing-masing berfungsi untuk memecah Karbohidrat dalam makanan dan mengubahnya menjadi gula sederhana yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh.

Asupan nutrisi tambahan, di samping dengan enzim pencernaan, dalam setiap jenis makanan tersebut juga sangat baik untuk tumbuh kembangnya. Untuk membantu Mums memastikan kebutuhan nutrisi harian si Kecil terpenuhi, Mums dapat memberikan Friso Gold 3 untuk si Kecil. Dengan teknologi Locknutri yang melindungi nutrisi dalam kondisi alami selama proses produksi susu, tanpa pemanasan berlebih, kualitas nutrisi akan terjaga dan lebih mudah diserap tubuh si Kecil. Ini membantu si Kecil kuat dari dalam dan lebih mudah menyerap stimulus yang diberikan padanya.