Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
5 Manfaat Kandungan Bayam untuk MPASI Bayi

5 Manfaat Kandungan Bayam untuk MPASI Bayi

Bayam termasuk sayuran hijau yang sering ada dalam menu makanan bayi dan anak-anak. Banyak Mums yang memilih bayam karena mudah diolah, rasanya enak, dan manfaatnya pun banyak. Bahkan, kandungan bayam menjadikan sayuran ini sebagai superfood. Julukan ini bukan tanpa sebab lho, Mums. Sebab, kandungan bayam kaya akan nutrisi yang penting untuk kesehatan bayi. Lantas, apa saja nutrisi dalam kandungan bayam? Simak penjelasannya dalam artikel ini yuk!

Kandungan Bayam

Kandungan bayam yang sering disebut adalah serat. Serat larut air berfungsi menjaga kesehatan usus dan berperan untuk membantu mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi. Namun, kandungan bayam bukan hanya itu saja, Mums. Berikut ini beberapa nutrisi dalam kandungan bayam dalam setiap 50 gram:

  • Protein: 1–1,2 gram
  • Karbohidrat: 1,5–2 gram
  • Vitamin C: 8,5–10 mg
  • Kalsium: 30­ mg
  • Zat besi: 0,8–0,9 mg
  • Kalium: 170–200 mg
  • Sodium: 30–35 mg
  • Magnesium: 30–35 mg
  • Fosfor: 15–20 mg

Selain ragam nutrisi di atas, kandungan bayam lainnya antara lain asam folat (vitamin B9), vitamin A, vitamin K, vitamin E, zinc, selenium, serta antioksidan. Senyawa tumbuhan dalam kandungan bayam juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh lho, seperti membantu meningkatkan kesehatan jantung, sebagai antioksidan, serta menjaga kesehatan mata. 

Manfaat Kandungan Bayam untuk Bayi

Di balik kandungan bayam yang sangat beragam, tak heran jika sayuran hijau ini memiliki banyak manfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi, di antaranya:

  1. Menjaga kesehatan mata

    Kandungan bayam berupa vitamin A, antioksidan lutein dan zeaxanthin berperan untuk menjaga kesehatan mata bayi dan mencegah kerusakan mata akibat paparan sinar matahari. 

  2. Melancarkan sistem pencernaan

    Bayam termasuk sayuran hijau yang mengandung serat tinggi. Dengan banyaknya kandungan bayam ini, membuat si Kecil terhindar dari gangguan pencernaan seperti sembelit atau konstipasi. Serat dalam bayam tergolong sebagai serat tak larut air yang dapat menjaga kesehatan usus.

  3. Menangkal radikal bebas

    Tubuh bayi masih sangat rentan terkena radikal bebas yang mengakibatkan penyakit, seperti gangguan tumbuh kembang, gangguan pernafasan, dan alergi. Sebab, radikal bebas ini bisa datang dari berbagai sumber. Untuk mencegah efek buruk radikal bebas, Mums dapat memberikan si Kecil makanan yang mengandung antioksidan. Nah, dalam kandungan bayam terdapat antioksidan seperti lutein dan beta karoten yang dapat melindungi tubuh si Kecil dari radikal bebas. 

  4. Meningkatkan daya tahan tubuh

    Selain dapat menangkal radikal bebas, kandungan bayam berupa vitamin C juga dapat memperkuat sistem imun tubuh lho, Mums. Di dalam tubuh bayi, kandungan bayam yang satu ini dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan melawan virus, kuman, dan parasit penyebab infeksi. Jika si Kecil mengonsumsi bayam dan makanan bernutrisi lain, maka kemungkinan besar ia tidak akan mudah terserang penyakit. Selain itu, vitamin C dalam kandungan bayam juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka yang dialami bayi. 

    Baca juga: Inilah 4 Cara Membuat MPASI Agar Nutrisinya Tidak Hilang

  5. Menjaga kesehatan dan kekuatan tulang

    Bayam mengandung mineral penting, seperti kalsium, magnesium, dan fosfor yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang bayi. Melansir laman resmi healthline.com, hampir 40% kebutuhan kalsium harian bayi terpenuhi dengan mengonsumsi sekitar 50-60 gram bayam. Meskipun begitu, Mums tetap harus menyeimbangkan asupan nutrisi dari makanan bergizi lainnya, termasuk ASI yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. 

Tips Mengolah Bayam untuk Menu MPASI Bayi

Di balik banyaknya kandungan bayam yang penting untuk kesehatan, ternyata sayuran ini perlu diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tepat. Berikut ini tips mengolah bayam untuk MPASI bayi: 

  • Pilih bayam yang masih segar
  • Lebih baik langsung memasak bayam yang sudah dibeli, jangan disimpan hingga berhari-hari.
  • Jika harus disimpan, simpanlah bayam di dalam lemari pendingin.
  • Saat disimpan, sebaiknya bayam tidak perlu dicuci terlebih dahulu ya, Mums. Tujuannya agar bayam tidak cepat busuk karena adanya sisa air yang menempel.
  • Sebelum disimpan, potong bagian akar bayam dan simpan di dalam plastik kedap udara.
  • Hindari memasak bayam terlalu lama karena akan mengurangi kandungan nutrisi alaminya.
  • Bayam perlu dihabiskan dalam kurun waktu lima jam setelah dimasak. Ini karena zat besi di dalam bayam bisa berubah menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan.
  • Hindari memanaskan bayam lebih dari satu kali, agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak. 

Efek Samping Mengonsumsi Bayam Secara Berlebihan

Meskipun kandungan bayam sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Namun, sayuran ini tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Sebaiknya Mums memberikan MPASI bayam sesuai porsi dan diimbangi dengan nutrisi lain, agar kebutuhan gizi harian si Kecil lebih optimal. Lantas, apa saja efek samping mengonsumsi bayam secara berlebihan? Ketahui penjelasannya di bawah ini yuk! 

  • Penyerapan Mineral Jadi Terhambat

    Kandungan bayam berupa asam oksalat dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap mineral, salah satunya kalsium. Sedangkan, kalsium merupakan mineral yang penting untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang agar terhindar dari pengeroposan. Bila si Kecil terlalu banyak mengonsumsi bayam, asam oksalat pun akan meningkat dan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. 

  • Perut Kembung

    Seperti yang Mums ketahui, serat termasuk kandungan bayam yang cukup tinggi. Meskipun bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, namun jika terlalu banyak dikonsumsi justru akan memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung. 

  • Risiko Pembentukan Batu Ginjal

    Asam oksalat dalam kandungan bayam pun mengakibatkan efek samping lainnya lho, Mums. Senyawa ini dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal karena kadarnya dalam urine melebihi batas normal.

Itulah kandungan bayam dan manfaatnya untuk kesehatan si Kecil. Nutrisi yang harus dikonsumsi si Kecil bukan hanya dari bayam saja ya, Mums. Salah satu nutrisi yang penting adalah ASI karena mengandung nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk selalu meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi dan susu khusus Ibu menyusui seperti Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, nukleotida, prebiotik, dan probiotik untuk mendukung kesehatan Mums dan si Kecil. Yuk, saatnya penuhi asupan gizi harian si Kecil dengan ASI dan MPASI sehat setiap harinya.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang