Lompat ke isi utama
5 Nutrisi Penting untuk Kesehatan Organ Pencernaan Makanan Si Kecil

Apa Saja Nutrisi Yang Dibutuhkan Anak dalam Makanan?

Untuk menjaga kesehatan organ pencernaan makanan, Mums bisa memberikan makanan yang memiliki kandungan nutrisi. Apa itu nutrisi yang dibutuhkan anak?

Proses pencernaan makanan merupakan proses krusial dalam tumbuh kembang anak dalam setiap tahapan usianya. Proses ini yang menentukan, bagaimana nutrisi diserap tubuh dan menjadi bahan bakar tumbuh kembang fisik dan otaknya. Organ pencernaan makanan tentu harus selalu dijaga kesehatannya, agar penyerapan makanan dapat berlangsung dengan optimal.

Untuk menjaga kesehatan organ pencernaan makanan, Mums bisa memberikan beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya. Memang ini merupakan proses yang melingkar, dimana makanan yang dikonsumsi dapat mendukung kesehatan pencernaan, sehingga penyerapannya dapat maksimal dan membuat tubuhnya sehat dan kuat.

Baca Juga : Bekal Pengganti Jajanan Anak Sekolah? [4 Alternatif Lezat]

Beberapa nutrisi yang sangat baik untuk pencernaan anak diantaranya adalah Serat, Prebiotik, Omega 3, Glutamin dan juga Zink. Berikut penjelasannya.

Serat

Serat dikenal sebagai salah satu nutrisi yang sangat bermanfaat bagi organ pencernaan makanan. Serat larut dalam air dapat membantu membersihkan setiap sisa pencernaan yang masih menempel pada dinding organ, sehingga dapat dikeluarkan seluruhnya ketika proses buang air besar. Serat tak larut dalam air, di sisi lain, akan membantu tubuh anak mencerna makanan secara bertahap sehingga setiap bagian nutrisi dapat terserap maksimal.

Serat bisa dengan mudah didapatkan dari buah-buahan dan sayuran. Mums bisa memberikan buah dan sayuran dengan mengolahnya jadi berbagai makanan menarik agar anak bisa bangkit nafsu makannya.

Prebiotik

Di dalam organ pencernaan, terdapat dua jenis bakteri. Bakteri baik akan membantu proses pencernaan, proses penyerapan makanan serta proses tumbuh kembang organ dalam. Sedangkan bakteri jahat, jika jumlahnya terlalu banyak, akan menyebabkan gangguan pencernaan seperti mencret, perut sakit dan sebagainya.

Baca Juga : Mudah! Inilah 5 Cara Membuat MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan

Namun demikian, kedua jenis bakteri ini perlu dijaga keseimbangannya. Dengan konsumsi prebiotik, maka jumlah bakteri baik dan bakteri jahat akan seimbang sehingga semua dapat bekerja sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing.

Omega 3

Omega 3 dikenal sebagai salah satu nutrisi yang sangat bermanfaat untuk perkembangan otak. Disamping itu, nutrisi ini juga memiliki efek anti radang yang dapat mendukung daya tahan tubuh anak dari dalam. Kerja Omega 3 akan sangat optimal ketika masuk ke dalam organ pencernaan, sehingga dapat mencegah terjadinya peradangan yang mengakibatkan gangguan cerna.

Omega 3 sendiri banyak didapatkan pada jenis makanan ikan. Dalam pengolahannya, sangat dianjurkan untuk tidak diproses dengan digoreng, karena dapat mengurangi manfaat baik dan justru menambahkan zat tidak bermanfaat jika tidak digoreng dengan tepat. Jika harus digoreng, gunakan minyak berbahan dasar alami serta jangan sampai gosong.

Glutamin

Dalam penelitian yang banyak dilakukan, nutrisi Glutamin terbukti dapat membantu mendukung sistem daya tahan tubuh yang terletak di saluran pencernaan makanan. Organ pencernaan yang sehat idealnya dapat memberikan fungsi optimal penyerapan makanan, sehingga setiap nutrisi dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh anak dapat terserap sempurna dan tidak ada yang terbuang.

Baca Juga : Kenali Habitat Hewan Sambil Berkemah di Dalam Rumah

Zink

Salah satu mineral kaya manfaat ini dapat mempengaruhi hasil produksi enzim yang berperan dalam proses pencernaan makanan. Ketika tubuh anak kekurangan asupan Zink, dapat menyebabkan terganggunya kerja sistem pencernaan. Dalam penelitian terkait menyatakan bahwa diperlukan setidaknya 8 hingga 11 miligram asupan Zink setiap hari agar dapat menjaga kesehatan organ pencernaannya.

Setiap nutrisi tersebut bisa didapatkan pada setiap bahan makanan yang Mums berikan. Mulai dari daging ayam, daging merah, daging ikan, kedelai, susu, telur, buah dan sayur dan sebagainya. Namun demikian, komposisinya perlu tetap diperhatikan agar asupan nutrisinya dapat seimbang dalam jumlah dan porsi makannya.

Tips Menyiapkan Makanan untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Kesehatan saluran pencernaan menjadi hal sangat krusial pada anak-anak sebab usia anak-anak merupakan usia emas pertumbuhan otak dan fisiknya. Ketika masa atau periode ini dapat dimaksimalkan, idealnya tumbuh kembang anak kedepannya dapat berlangsung dengan baik dan memiliki ukuran tubuh yang proporsional. Untuk itu selain menyediakan makanan yang bergizi untuk anak, Mums juga perlu memerhatikan keamanan pangan yang ia konsumsi. Selalu utamakan faktor food safety dan food transparency ketika hendak memilih makanan. Pastikan Mums mengetahui dari mana sumber makanan tersebut dan bagaimana proses pengolahannya. Apakah kebersihannya terjamin dan bebas dari kontaminasi bakteri maupun bahan kimia yang berbahaya? Mengonsumsi makanan yang kandungan dan sumber yang tidak jelas bisa menjadi penyebab mencret pada anak karena sistem pencernaannya terganggu.

Pilihlah bahan makanan kaya nutrisi dan diolah juga dengan cara pengolahan yang sehat. Proses yang sehat dapat menjaga kandungan nutrisi sehingga anak mendapatkan manfaat maksimal dari setiap bahan makanan yang Mums berikan. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan diolah dengan cara yang sehat, maka organ pencernaan makanan dapat pula terjaga kesehatannya. Dengan demikian anak bisa makan dengan lahap dan menyerap semua nutrisi yang diperlukan tubuhnya untuk berkembang.

Baca Juga : Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap, Mums Wajib Paham!

Kesehatan organ pencernaan makanan dapat pula didukung dengan konsumsi susu kaya nutrisi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya. Mums bisa memberikan Friso Gold 3 sebagai pelengkap. Dengan teknologi Locknutri, kualitas alami nutrisi akan terjaga dan lebih mudah diserap tubuh anak. Ini akan membantu anak agar kuat dari dalam serta mampu terhindar dari resiko gangguan pencernaan.