Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
5-Pemanis-Alami-Pengganti-Gula-yang-Wajib-Mums-Coba!

5 Pemanis Alami Pengganti Gula yang Wajib Mums Coba!

Mums sering mengolah makanan untuk anak dan keluarga menggunakan gula? Hati-hati, jika pemberian gula terlalu berlebihan, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Terutama bagi anak-anak yang masih berusia di bawah dua tahun. Mums disarankan lebih banyak menggunakan gula alami atau pemanis alami untuk diberikan kepada anak setiap hari. Sebab, penelitian dari American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa jumlah gula atau disebut juga sukrosa yang dikonsumsi anak secara konsisten menyebabkan peningkatan gula darah yang besar di kemudian hari. Dampak buruknya, anak-anak bisa berisiko menderita diabetes, penyakit jantung, stroke, obesitas, dan penyakit komplikasi lainnya. 

Pemilihan antara pemanis alami atau pemanis buatan memang harus dipahami dengan cermat ya, Mums. Mengingat banyak pula makanan yang mengandung gula alami yang jika ditambahkan pemanis buatan, kadar gula yang ada di dalam tubuh pun akan semakin menumpuk. Supaya Mums lebih cermat dalam menggunakan gula dalam keseharian, yuk cari tahu lebih lengkap mengenai perbedaan gula alami, gula tambahan, pemanis alami, dan pemanis buatan.

Gula alami adalah gula yang secara alami terkandung dalam bahan pangan yang belum diproses, seperti buah-buahan dan sayuran. Sementara, gula tambahan adalah gula yang sengaja ditambahkan ketika makanan dan minuman diproses atau dimasak. Selain gula, ada pula pemanis alami yang dapat Mums gunakan dalam menu harian si kecil. Meskipun pemanis alami pengganti gula menyehatkan karena beberapa mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral, namun sebaiknya dikonsumsi secukupnya saja ya, Mums. Sedangkan, pemanis buatan adalah pengganti gula yang dihasilkan melalui proses kimiawi. Pemanis buatan dinilai memiliki rasa manis yang lebih tinggi dibandingkan gula alami dan pemanis alami lainnya. Ada beberapa jenis pemanis buatan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman, di antaranya aspartam, sakarin, sukralosa, neotam, dan lainnya. Sebaiknya Mums menghindari produk-produk yang mengandung pemanis buatan karena tidak memiliki manfaat untuk kesehatan anak. 

Jenis Pemanis Alami Pengganti Gula

Tidak bisa dipungkiri jika mengonsumsi makanan manis bisa memanjakan lidah kita, betul Mums? Apalagi bagi anak-anak, makanan manis ibarat teman yang harus selalu ada saat ia menyantap makanan atau minuman kesukaannya. Namun, seperti yang diketahui, risiko berbagai penyakit akan timbul jika terlalu banyak mengonsumsi gula. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Mums bisa menggunakan pemanis alami pengganti gula yang bisa diolah dengan bahan makanan kesukaan anak, tentunya dengan kadar yang sesuai agar tidak berlebihan. Berikut beberapa jenis pemanis alami yang bisa Mums pilih:

Pemanis Alami: Gula Kelapa

Gula kelapa termasuk pemanis alami yang diambil dari tunas pohon kelapa. Gula kelapa diklaim sebagai pemanis alami dengan glikemik yang rendah, sehingga membutuhkan waktu lebih lama bagi sistem pencernaan untuk mengubahnya menjadi glukosa. Meski dianggap lebih baik dari gula biasa, namun pemanis alami seperti gula kelapa ini tetap harus dikonsumsi dalam jumlah sedikit ya, Mums. Sebab, gula kelapa mengandung sedikit serat dan nutrisi. 

Pemanis Alami: Madu

Untuk sebagian besar orang tua, pasti memilih madu sebagai pemanis alami pengganti gula biasa. Ini karena madu lebih mudah ditemukan di pasaran dan rasanya pun cenderung cocok untuk lidah orang Indonesia. Madu termasuk pemanis alami yang mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk tubuh. Tak heran jika madu selalu jadi pilihan alternatif asupan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak hingga orang dewasa. 

Pemanis Alami: Kurma

Kurma bisa menjadi pemanis alami untuk berbagai jenis makanan dan minuman. Kurma merupakan buah yang kaya akan nutrisi, seperti vitamin C, vitamin B kompleks, selenium, kalium, dan magnesium. Buah ini juga mengandung tinggi serat, terutama serat tidak larut serta antioksidan yang baik untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Meskipun termasuk pemanis alami, Mums tetap harus menjaga kadar asupan kurma yang dikonsumsi anak supaya tidak berlebihan.

Pemanis Alami: Sirup Maple

Pemanis alami selanjutnya adalah sirup maple yang diyakini memiliki kandungan mineral dan antioksidan untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Mums bisa menggunakan sirup maple sebagai pemanis alami untuk dijadikan topping pada camilan anak, seperti pancake, salad buah, atau dijadikan bahan kue lainnya. Namun, Mums harus tetap berhati-hati jika memilih produk sirup maple karena saat ini banyak pula produk yang sudah ditambahkan pemanis buatan di dalamnya. Pastikan untuk selalu cek label produk sebelum membelinya ya, Mums. 

Pemanis Alami: Daun Stevia

Mungkin mums jarang mendengar istilah pemanis alami yang satu ini. Stevia merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Latin dan telah dijadikan sebagai pemanis alami oleh penduduk Amerika sejak ratusan tahun lalu. Umumnya, daun stevia digunakan sebagai pemanis alami dalam minuman atau dikonsumsi begitu saja untuk mendapatkan rasa manisnya. Rasa daun stevia juga dianggap lebih manis dibandingkan dengan gula biasa, namun tidak mengandung kalori sama sekali sehingga selalu jadi pilihan dalam olahan minuman. 

Meskipun pemanis alami tersebut lebih baik dibandingkan gula biasa, namun Mums tetap harus menjaga kadar konsumsinya agar tidak melewati batas yang dibutuhkan oleh si kecil. Karena bagaimanapun si kecil masih membutuhkan nutrisi seimbang dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral alami untuk mendukung tumbuh kembangnya. Jika si kecil menyukai makanan dan minuman manis, sudah saatnya Mums kurangi asupan gula dalam keseharian agar si kecil tidak kecanduan gula. 

Baca juga: Cara Penuhi Gizi Seimbang Sesuai Panduan Kemenkes RI

Cara Mengurangi Asupan Gula 

Seperti yang sudah dijelaskan, pemberian pemanis alami atau gula harus dibatasi demi menjaga kesehatan anak dan keluarga tersayang. Berikut ini ada beberapa tips cara mengurangi asupan gula sehari-hari sesuai anjuran dari Kementerian Kesehatan RI, antara lain:

  • Kurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak

    Mums, si kecil doyan mengonsumsi camilan manis atau asin? Mulai sekarang kurangi makanan seperti ini yuk! Lebih baik Mums membuat camilan sendiri yang lebih sehat dan lezat untuk dikonsumsi anak-anak. Mums juga bisa mengganti camilan tidak sehat tersebut dengan buah potong segar yang bisa diolah menjadi jus, smoothies, atau salad buah kesukaan anak.

  • Hindari produk makanan mengandung pemanis buatan

    Saat ini banyak sekali produk di pasaran yang mengandung pemanis buatan. Sebaiknya Mums lebih teliti sebelum membeli karena pemanis buatan tidak memberikan manfaat baik untuk kesehatan anak. 

  • Baca nilai informasi gizi 

    Jika Mums terpaksa membeli produk makanan atau minuman yang dijual di pasaran, sebaiknya baca dan cari tahu dulu nilai informasi gizi yang terdapat di label produknya. Dengan begitu, Mums bisa memilih produk apa saja yang aman dikonsumsi oleh anak dan produk mana yang ternyata bisa berdampak buruk terhadap kesehatannya. 

  • Rutin mengontrol asupan gula 

    Dalam laman resmi promkes.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan RI menyarankan setiap orang agar rutin mengontrol asupan gula dengan melakukan pengecekan gula darah. Hal ini dapat membantu Mums untuk mengetahui reaksi tubuh saat mengonsumsi makanan sehingga tubuh bisa menyesuaikan diri dengan makanan yang disantap. 

  • Ajarkan anak pola hidup sehat

    Mums harus membiasakan si kecil untuk menjalani pola hidup sehat aktif. Caranya dengan mengontrol asupan makanan yang bernutrisi, melakukan aktivitas fisik, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pastikan juga si kecil mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuhnya tetap fit setiap hari. 

  • Berikan anak susu bebas sukrosa 

    Dilansir dari Kompas.com, penelitian membuktikan bahwa anak dengan asupan sukrosa rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang. Maka dari itu, bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan di usia 1-3 tahun, Mums perlu memberikannya susu pertumbuhan yang bebas sukrosa seperti Susu FRISO Gold 3. Susu FRISO Gold 3 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa yang membantu mendukung tumbuh kembang si kecil agar lebih optimal. Susu Friso juga diperkaya kandungan prebiotik, vitamin, dan mineral lain untuk menjaga kesehatan tubuh, dengan teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.