Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Mendekatkan diri dengan si Kecil akan menjadi proses alami. Ingin tahu bagaimana caranya agar lebih efektif? Klik di sini ya Mums!

6 Cara agar Bayi Dekat dengan Ibunya, Seiring dengan Bertambahnya Usia

Ikatan yang terjalin antara si Kecil dengan seorang ibu, merupakan ikatan unik yang dimulai bahkan sebelum si Kecil dilahirkan ke dunia. Segala bentuk interaksi yang dijalin sejak masih dalam kandungan akan meningkatkan ikatan emosional si Kecil dan ibunya. Ada beberapa cara agar bayi dekat dengan ibunya secara emosional, dan bisa dilakukan setiap hari.

Ikatan emosional antara si Kecil dan ibu memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah kemampuan ibu untuk merasakan apa yang dirasakan si Kecil, baik perasaan bahagia ataupun sedih. Bahkan ketika terjalin ikatan yang cukup kuat, ibu bisa mengetahui bilamana anaknya sedang merasa tidak enak badan dan bisa segera memberikan penanganan.

Ikatan ini dijalin secara bertahap dan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Mulai dari bayi ada dalam kandungan hingga beranjak dewasa, berikut cara agar bayi dekat dengan ibunya secara emosional.

Berinteraksi dengan Bayi dalam Kandungan

Tentu sudah tidak aneh ketika orang tua, baik ibu maupun ayah, berinteraksi dengan si Kecil dalam kandungan ibu. Memang mungkin terdengar sedikit aneh, namun interaksi yang dijalin sejak masih dalam kandungan ini bisa meningkatkan kualitas hubungan si Kecil dan orang tua ketika si Kecil nantinya dilahirkan.

Interaksi dapat berupa mengajak bicara, memperdengarkan musik, bernyanyi untuk si bayi, serta membacakan cerita. Pada beberapa penelitian, bahkan dinyatakan bahwa kemampuan si Kecil dalam berbahasa dan berbicara nantinya dipengaruhi oleh intensitas interaksi yang dilakukan orang tua ketika si Kecil masih dalam kandungan.

ASI Eksklusif

Pemberian ASI secara eksklusif, selain penting untuk nutrisi yang diperlukan si Kecil juga momen yang baik untuk menjalin ikatan batin. Momen menyusui ini bisa dimanfaatkan sekaligus untuk melakukan kontak fisik dengan si Kecil, sehingga si Kecil merasa nyaman dan bisa tumbuh dengan optimal. Jangan lupa, salah satu pendorong pertumbuhan optimal adalah perasaan bahagia dan nyaman karena sentuhan dari orang tua.

Beraktivitas Bersama

Aktivitas bersama, sering dijadikan cara untuk menjalin ikatan pada satu kelompok tertentu. Hal ini juga berlaku pada ikatan si Kecil dan ibu. Aktivitas bersama yang dilakukan seiring bertambahnya usia si Kecil bisa menumbuhkan ikatan yang berkualitas. Selain itu, ibu juga bisa memberikan berbagai pelajaran dan arahan penting mengenai berbagai hal sembari beraktivitas bersama.

Aktivitas yang dimaksud beraneka ragam, mulai dari tidur bersama, mandi bersama, membacakan cerita untuk si Kecil, olahraga dan eksplorasi lingkungan sekitar, dan lain sebagainya. Seiring bertambahnya usia, maka si Kecil juga akan semakin aktif dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Dampingi terus si Kecil agar tidak mengalami hal yang tidak diinginkan.

Bahasa dan Isyarat Anak

Setiap anak dianugerahi dengan kemampuan belajar yang baik dan menyerap hampir setiap hal yang dilihatnya. Meski demikian, apa yang menjadi output dari si Kecil tidak selalu sama. Output disini diartikan sebagai bentuk komunikasi, baik verbal maupun non verbal yang mampu dilakukan oleh si Kecil.

Bukan hal yang aneh ketika seorang ibu lebih memahami apa yang ingin disampaikan anaknya. Dengan bahasa dan kata-kata yang unik, ibu bisa mengerti apa yang dimaksudkan si Kecil. Selain itu, gestur yang ada pada si Kecil juga tidak kalah uniknya. Hal ini perlu dipahami dan dipelajari oleh orang tua, baik ayah maupun ibu, agar ikatan yang terjalin bisa semakin erat dan berkualitas.

Emosi Positif

Ketika sedang bersama si Kecil , tentu ada saja tingkah uniknya yang terkadang memicu kejengkelan atau rasa marah dalam diri orang tua. Meski demikian, sangat disarankan untuk menahan amarah ini dan tetap menunjukkan emosi positif pada si Kecil. Paparan emosi dan perilaku positif dari orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan mental si Kecil.

Dengan emosi yang positif dan interaksi hangat, kualitas hubungan orang tua dan si Kecil akan terus meningkat. Terlebih untuk seorang ibu yang biasanya menghabiskan lebih banyak waktu bersama si Kecil, sangat penting untuk senantiasa mengontrol emosi ketika berinteraksi dengan si Kecil. Ikatan yang terjalin akan mendorong rasa percaya diri pada si Kecil, karena akan selalu merasa mendapat dukungan dari ibunya.

Berbicara dengan Lembut

Ketika berkomunikasi dengan si Kecil, upayakan selalu berbicara dengan lembut. Hal ini juga berlaku ketika si Kecil melakukan kesalahan, sampaikan teguran dengan tutur kata yang lembut dan halus. Cara ini jauh lebih efektif untuk  mengubah perilaku si Kecil yang kurang tepat, karena akan lebih didengarkan oleh si Kecil.

Tegas tidak berarti kasar atau keras. Dengan interaksi yang tepat, si Kecil akan lebih menghargai apa yang disampaikan ibu dan ayahnya. Demikian pula sebaliknya, orang tua juga harus menghargai hak si Kecil agar interaksi berjalan seimbang.

Keenam cara di atas bisa dilakukan oleh Ibu. Namun demikian, mengingat setiap anak dan ibu memiliki hubungan yang unik, cara tersebut tentu dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan.