Lompat ke isi utama
Cara mengatasi BAB keras

6 Cara Mengatasi BAB Keras pada Anak

BAB keras termasuk kondisi yang paling sering dialami anak-anak dan membuat sebagian besar Mums khawatir. Tak heran jika Mums mencari berbagai cara mengatasi BAB keras agar kenyamanan dan kesehatan si Kecil tidak terganggu. 

Dalam memahami cara mengatasi BAB keras, penting juga untuk mengetahui apa saja penyebab di baliknya. Sebenarnya ada banyak faktor yang memicu si Kecil susah BAB, mulai dari pola makan yang buruk, kurang minum, tidak terbiasa dengan toilet training, hingga gangguan pencernaan lainnya. 

Meskipun kondisi ini umum terjadi, tetapi jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan mengganggu tumbuh kembang si Kecil. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara mengatasi BAB keras pada anak yang bisa Mums lakukan di rumah:

  1. Penuhi asupan makanan bergizi 

    Cara mengatasi BAB keras yang bisa Mums lakukan yaitu memenuhi asupan makanan bergizi untuk si Kecil, terutama makanan yang tinggi serat, seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pemberian makanan yang tinggi serat secara rutin akan membuat BAB si Kecil lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. 

    Selain itu, si Kecil juga perlu mengonsumsi probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah bakteri baik dalam usus yang dapat mendukung kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bakteri jenis ini bisa ditemukan pada susu dan produk olahannya. 

    Sedangkan, prebiotik adalah makanan (biasanya makanan tinggi serat) yang berfungsi sebagai asupan untuk bakteri baik dalam tubuh agar jumlahnya tetap terjaga. Sederhananya, probiotik adalah bakteri baik dan prebiotik adalah makanan untuk bakteri baik tersebut. 

    Tak hanya itu, pemberian makanan yang mengandung omega 3 juga bisa dijadikan cara mengatasi BAB keras pada anak. Sebab, omega 3 berperan sebagai pelunak atau pelumas usus sehingga usus si Kecil dapat melakukan tugasnya dengan lebih mudah. Cara mengatasi BAB keras juga perlu dilakukan dengan mengombinasikan makanan harian si Kecil yang kaya akan nutrisi secara seimbang. 

  2. Buat jadwal makan yang teratur

    Membuat jadwal makan yang teratur termasuk salah satu cara mengatasi BAB keras pada anak. Ini karena makan secara teratur dapat merangsang gerakan saluran cerna, sehingga si Kecil dapat terbiasa untuk BAB secara rutin. 

    Jadwal makan yang teratur ini harus mencakup 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan atau camilan. Perlu Mums pahami bahwa camilan juga harus berisi makanan yang bergizi dan sehat. 

  3. Penuhi kebutuhan cairan harian

    Cara mengatasi BAB keras yang tak kalah penting yaitu memenuhi kebutuhan cairan si Kecil setiap harinya. Berikan air minum 2-3 kali lebih banyak saat si Kecil mengalami BAB keras akibat sembelit. 

    Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung jenis kelamin, usia, dan aktivitas sehari-hari. Jika mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan cairan harian untuk anak usia 1-3 sekitar 1150 ml. 

    Selain air putih, konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air juga bisa dijadikan sebagai cara mengatasi BAB keras. Beberapa jenis buah dan sayur yang tinggi air, di antaranya semangka, tomat, bengkoang, selada, dan kembang kol. 

  4. Pijat tubuh si Kecil

    Sebagian Mums mungkin sudah melakukan cara mengatasi BAB keras si Kecil dengan teknik pijatan. Pijatan cukup bagus sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi BAB keras karena sembelit. Ada beberapa teknik pijatan yang bisa Mums lakukan, di antaranya:

    • Teknik pijatan ILU atau I Love You 

      Pijatan I Love You termasuk teknik pijatan yang dipercaya ampuh sebagai cara mengatasi BAB keras akibat sembelit. Mums cukup memijat bagian perut si Kecil dengan membentuk huruf I, L, Y atau U. 

      Buat gerakan huruf I menggunakan jari Mums dengan menekan bagian perut secara lembut dari atas ke bawah. Lakukan gerakan yang sama untuk membentuk huruf L, Y, atau U. Saat melakukan pijatan ini, Mums juga bisa mengucapkan afirmasi positif kepada si Kecil dengan mengucapkan “I love you”. 

    • Teknik pijatan mengayuh sepeda 

      Selain pijatan ILY, teknik pijatan seperti mengayuh sepeda juga jadi pilihan kebanyakan Mums sebagai cara mengatasi BAB keras. Caranya cukup mudah, baringkan tubuh si Kecil di atas kasur, lalu angkat kaki si Kecil dan gerakkan seperti sedang mengayuh sepeda. Lakukan teknik pijatan ini dengan lembut dan tenang. 

      Baca juga: Anak Susah BAB Karena Sembelit? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

    • Teknik pijatan spiral

      Cara mengatasi BAB keras dengan teknik spiral bisa Mums coba juga lho. Caranya, letakkan telunjuk Mums di dekat pusar si Kecil. Mulailah dengan menggerakkan jari searah jarum jam, melingkar ke tepi perutnya. Banyak anggapan yang percaya bahwa arah tersebut mengikuti garis pencernaan si Kecil dan membantu menciptakan gerakan internal dalam pencernaan. 

    • Teknik pijatan goyangkan pinggul 

      Cara mengatasi BAB keras selanjutnya yaitu dengan teknik goyangkan pinggul. Caranya, luruskan kaki si Kecil atau tekuk lututnya, lalu perlahan goyangkan pinggulnya dari satu sisi ke sisi lain. Gerakan ini dapat membantu melancarkan saluran pencernaan bayi dan anak-anak, terutama saat ia sedang mengalami sembelit. 

      Perlu Mums ingat, cara mengatasi BAB keras dengan teknik pijatan di atas harus dilakukan secara lembut, tenang, dan nyaman Hindari melakukan pijatan secara kasar dan terlalu keras. Hal ini untuk menghindari masalah lain yang tak diinginkan.

  5. Rutin melakukan aktivitas fisik

    Cara mengatasi BAB keras yang tak kalah penting adalah rutin melakukan aktivitas fisik. Aktivitasnya bisa berupa bermain atau olahraga. Berikan si Kecil waktu untuk melakukan aktivitas fisik sekitar 30-60 menit setiap harinya. Cara mengatasi BAB keras ini berguna untuk menjaga pergerakan usus dan melancarkan proses pencernaan. 

    Supaya si Kecil semangat melakukan aktivitas fisik, buatlah suasana yang nyaman dan menyenangkan, misalnya bermain dan berolahraga bersama-sama. Selain menyehatkan tubuh, kebiasaan tersebut bisa meningkatkan bonding antara orang tua dan anak lho. 

  6. Ajari toilet training sejak dini

    Toilet training merupakan proses anak belajar untuk buang air kecil dan buang air besar di toilet selayaknya orang dewasa. Tujuan dari toilet training ini yaitu sebagai bagian dari tahap pertumbuhan, mengajarkan si Kecil untuk menggunakan toilet, dan sebagai cara mengatasi BAB keras. 

    Membiasakan toilet training pada si Kecil memang tak mudah, dibutuhkan kesabaran dan konsistensi untuk meyakinkan si Kecil agar bisa nyaman menggunakan toilet saat buang air kecil maupun buang air besar. Jadi, Mums harus tetap sabar dan konsisten saat mengajarkan metode ini, ya. 

Nah, itulah beberapa cara mengatasi BAB keras yang bisa Mums lakukan di rumah. Jika Mums sudah melakukan cara-cara di atas, tetapi kondisi si Kecil tak kunjung membaik, segeralah bawa ia ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Hal tersebut dikarenakan gangguan pencernaan seperti BAB keras bisa menimbulkan masalah kesehatan lain yang lebih serius jika tidak diatasi dengan cepat. 

Selain itu, menghindari makanan cepat saji juga bisa menjadi cara mengatasi BAB keras pada anak. Makanan yang dibekukan dan instan merupakan jenis makanan olahan yang tinggi lemak, tetapi rendah serat dan nutrisi. Makanan olahan tersebut termasuk asupan yang tidak mudah dicerna dengan baik oleh usus dan lambung. 

Untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil, pastikan memberikan ia susu pertumbuhan yang tepat, yaitu susu yang melalui proses pemanasan satu kali (single process) agar nutrisinya lebih mudah dicerna dan si Kecil terhindar dari BAB keras. 

Salah satu susu yang melalui single process adalah Susu FRISO Gold 3 yang mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. FRISO Gold 3 termasuk susu pertumbuhan bernutrisi tinggi yang diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang