Lompat ke isi utama
Perut Kembung pada Bayi

6 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Si Kecil rewel dan nangis terus? Hati-hati, kemungkinan itu merupakan tanda perut kembung pada bayi. Kondisi ini membuat si Kecil merasa tidak nyaman, sehingga ia menjadi rewel dan sering menangis tanpa alasan. Sebenarnya perut kembung pada bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan termasuk kondisi yang wajar karena memang saluran pencernaan si Kecil masih belum sempurna. Namun, perut kembung juga bisa dialami oleh bayi yang sudah mencoba makanan padat untuk pertama kalinya.

Seperti yang Mums ketahui, pada saluran pencernaan memang terdapat gas atau udara. Namun, yang menjadi masalah ketika gas di dalamnya berlebih. Jika pada anak usia prasekolah, remaja, dan orang dewasa, gas tersebut dapat dengan mudah dikeluarkan, akan tetapi berbeda dengan bayi. Sebagian bayi tidak dapat dengan mudah mengeluarkan gas atau udara dari dalam perutnya, sehingga kondisi ini bisa menyebabkan perut kembung pada bayi dan membutuhkan bantuan Mums untuk mengeluarkan gas tersebut. 

Tanda Perut Kembung pada Bayi

Tanda perut kembung pada bayi yang paling terlihat yaitu saat si Kecil rewel dan menangis tanpa alasan. Jika kondisi ini terjadi, segeralah memeriksa bagian perut si Kecil. Jika perutnya buncit, terasa agak keras, dan beberapa kali terlihat buang angin, maka kemungkinan si Kecil mengalami perut kembung. Selain itu, Mums juga perlu memerhatikan gerakan si Kecil. Jika dia sering menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang, serta mengangkat kedua kakinya, kemungkinan besar itu adalah tanda si Kecil sedang mengalami perut kembung. Tak sedikit pula bayi yang mengalami perut kembung jadi lebih sering bersendawa dan kesulitan tidur. Meskipun perut kembung bukan kondisi yang berbahaya, namun Mums harus mengetahui penyebabnya agar dapat mengatasi perut kembung secara tepat. Dengan begitu, si Kecil pun akan merasa lebih nyaman dan tidak rewel lagi.

Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Pada bayi baru lahir sampai berusia 3 bulan, perut kembung diakibatkan karena saluran pencernaan yang belum bekerja secara sempurna. Sementara, pada bayi berusia 6 bulan ke atas, perut kembung pada bayi biasanya terjadi karena saluran pencernaannya perlu beradaptasi untuk mencerna Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sebab, di usia ini, si Kecil baru saja mengenal makanan selain ASI dan membutuhkan proses untuk mencerna makanan tersebut. Selain itu, ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan perut kembung pada bayi, di antaranya:

  • Makanan 

    Makanan yang Mums konsumsi maupun makanan yang si Kecil konsumsi termasuk faktor yang bisa menyebabkan perut kembung pada bayi lho. Bagi Mums yang sedang memberikan ASI eksklusif, sebaiknya kurangi makanan yang mengandung gas berlebih setelah dicerna, seperti kubis, brokoli, kembang kol, bawang, dan kentang. Begitu pula pada bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan, Mums harus lebih memerhatikan makanan yang akan ia santap. Meski sayuran termasuk makanan yang kaya akan nutrisi, tetapi tidak semua sayuran dapat dikonsumsi secara berlebihan. Seimbangkan asupan nutrisi agar si Kecil terhindar dari perut kembung. Selain itu, pastikan makanan bagi si Kecil diolah sekali saja agar nutrisi alaminya tetap terjaga dan dapat membantu menurunkan risiko perut kembung. 

  • Minuman selain ASI

    Pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi minuman selain ASI ya, Mums. Bukannya menyehatkan, minuman seperti jus justru dapat membuat si Kecil mengalami diare, sakit perut dan terdapat gas berlebih di dalamnya. Ini karena saluran pencernaan si Kecil masih sulit untuk mencerna kandungan gula buah atau fruktosa yang terdapat dalam jus. 

  • Menangis terlalu lama

    Bayi menangis merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika si Kecil menangis terlalu lama, bisa menyebabkan banyaknya udara yang masuk melalui mulut ke saluran pencernaannya. Hal inilah yang bisa menyebabkan perut kembung pada bayi. 

  • Gangguan pencernaan ringan

    Perut kembung pada bayi yang lebih serius bisa disebabkan karena adanya gangguan pencernaan ringan yang dialami si Kecil. Sebab, perut kembung pada bayi dapat terjadi ketika si Kecil mengalami sembelit atau konstipasi yang dapat terjadi akibat pemberian makanan atau minuman yang diolah atau dimasak berulang kali. Selain itu, virus juga bisa menyebabkan masalah perut, seperti muntah dan diare. 

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Mums tak perlu khawatir berlebihan saat menghadapi perut kembung pada bayi karena ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya: 

  1. Letakkan si Kecil di atas kasur dengan posisi telentang. Angkat kedua kakinya dan gerakkan seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas berlebih di dalam perut si Kecil.
  2. Pijat perut si Kecil secara perlahan dengan gerakan searah jarum jam. Sama seperti cara nomor satu, pijatan ini bisa Mums lakukan saat posisi si Kecil tertidur di atas kasur.
  3. Letakkan si Kecil dalam posisi telungkup di kedua paha Mums, kemudian usap-usap punggungnya dengan lembut.
  4. Susui si Kecil dengan posisi tegak. Cara ini berguna agar susu dapat dengan lancar masuk ke dalam perut sehingga tidak menimbulkan perut kembung pada bayi.
  5. Mums dianjurkan untuk menyusui si Kecil saat ia belum lapar. Cara ini bisa meminimalisir terjadinya perut kembung pada bayi akibat masuk angin. Ketika si Kecil menangis karena kelaparan, ia cenderung akan menelan angin lebih banyak secara bersamaan dengan susu yang ia minum. 
  6. Setelah menyusui si Kecil, Mums bisa menggendongnya dalam posisi tegak sambil menepuk lembut punggungnya.
  7. Jika si Kecil sudah mendapatkan MPASI, pastikan makanan atau minumannya diolah atau dimasak satu kali saja, serta hindari menghangatkan atau memanaskan berulang kali, untuk membantu menurunkan risiko perut kembung. 

Cara-cara di atas bisa Mums lakukan saat di rumah. Buatlah suasana kamar atau rumah dengan nyaman agar si Kecil pun merasa rileks saat Mums berusaha mengeluarkan gas di dalam perutnya. Namun, perlu Mums ketahui bahwa perut kembung pada bayi juga bisa mengindikasi adanya masalah gangguan kesehatan yang lebih serius jika disertai gejala lain, seperti demam tinggi, muntah, dan sulit buang air besar. Bila kondisi tersebut terjadi, segeralah bawa si Kecil ke dokter agar mendapat penanganan yang lebih tepat. 

Selain mengatasi perut kembung pada bayi dengan cara-cara di atas, Mums juga perlu memenuhi asupan nutrisi harian si Kecil dengan optimal. Mums dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif karena di dalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh si Kecil. Oleh karena itu, Mums perlu meningkatkan kualitas ASI dengan minum Susu Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan si Kecil.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang