Lompat ke isi utama
Jenis sayur

6 Jenis Sayur untuk MPASI yang Bermanfaat Bagi Bayi

Banyak sekali jenis sayur yang bisa Mums olah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI) saat si Kecil berusia 6 bulan ke atas. Bukan rahasia lagi jika semua jenis sayur memiliki manfaat yang baik bagi bayi. Namun, Mums perlu memerhatikan jenis sayur dan cara pengolahan yang tepat untuk dijadikan menu MPASI. Sebab, bayi yang berusia 6-12 bulan masih memerlukan penyesuaian saat mengunyah makanan, apalagi saluran pencernaannya pun masih belum sempurna. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian MPASI pertama harus mengandung nutrisi yang optimal dengan tekstur yang sangat halus agar mudah dicerna oleh bayi. Beberapa jenis sayur bisa menjadi pilihan sebagai makanan kaya akan nutrisi yang bisa Mums olah dengan lezat, sehat, dan enak. 

Akan tetapi, Mums tetap harus menyeimbangkan asupan nutrisi dari jenis makanan lainnya, seperti ASI, daging merah, daging putih, ikan, buah, dan lainnya. Selain itu, Mums juga perlu mengolah jenis sayur untuk MPASI dengan tepat. Hindari memasak dan memanaskan berbagai jenis sayur lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak. Lantas, apa saja jenis sayur yang bermanfaat untuk bayi? Simak penjelasannya di bawah ini yuk! 

Jenis Sayur untuk MPASI yang Baik Dikonsumsi Bayi

Pada dasarnya, semua jenis sayur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, ada beberapa jenis sayur yang paling direkomendasikan untuk MPASI agar mendukung kecukupan nutrisi harian si Kecil. Berikut ini beberapa jenis sayur yang baik untuk MPASI: 

  1. Brokoli

    Brokoli merupakan jenis sayur yang paling sering direkomendasikan untuk diolah menjadi menu MPASI si Kecil. Sayuran hijau ini mengandung protein, serat, vitamin B9 (asam folat), vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalsium, kalium, fosfor, dan nutrisi lainnya. Di balik banyaknya kandungan nutrisi pada jenis sayur ini, tak heran jika brokoli memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. 

    Beberapa manfaat brokoli di antaranya menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, menangkal radikal bebas, membantu meningkatkan kesehatan tulang, dan membantu proses pembekuan darah. 

    Dalam memberikan brokoli pada menu MPASI, pastikan si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas. Akan lebih baik jika si Kecil sudah berusia 8 bulan ke atas. Sebab, di usia tersebut saluran pencernaan bayi sudah semakin berkembang, sehingga ia lebih mudah mencerna MPASI dengan baik. 

    Hal ini karena brokoli termasuk sayuran hijau yang mengandung gula yang dapat meningkatkan kadar gas atau perut begah jika tidak dicerna dengan baik. Maka dari itu, Mums perlu memperhatikan porsi brokoli untuk si Kecil dalam sehari. Seimbangkan pula dengan nutrisi lain dan cukupi kebutuhan cairannya agar kesehatan si Kecil tetap terjaga. 

  2. Wortel

    Siapa yang tidak tahu jenis sayur berwarna oranye ini? Wortel termasuk sayuran yang sering diolah menjadi menu MPASI bayi. Di balik rasanya yang enak dan mudah diolah, wortel memiliki banyak kandungan nutrisi, salah satu nutrisi yang paling sering disebut adalah vitamin A. Nutrisi ini dapat membantu meningkatkan fungsi penglihatan, sehingga banyak orang yang mengonsumsi wortel untuk menjaga kesehatan matanya. Padahal, nutrisi wortel bukan hanya itu saja lho, Mums. 

    Melansir laman resmi U.S Department of Agriculture, kandungan wortel cukup beragam, mulai dari protein, serat, karbohidrat, vitamin A, vitamin B6, vitamin B7, vitamin K, kalium, hingga senyawa tanaman, seperti alfa karoten, lutein, beta karoten, antosianin, likopen, dan polyacetylene. Jenis sayur ini memiliki manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, memperlancar sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit. 

  3. Buncis 

    Sama seperti brokoli dan wortel, buncis termasuk jenis sayur yang bisa diolah menjadi menu MPASI lezat dan sehat. Buncis mengandung berbagai nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, serat, vitamin C, vitamin K, vitamin B9 (asam folat), vitamin A, kalsium, kalium, zat besi, fosfor, magnesium, dan zinc. 

    Jenis sayur ini pun memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat membantu menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memelihara kesehatan mata. Buncis dan jenis polong-polongan lainnya memiliki cita rasa yang manis dan tekstur lembut, sehingga dapat diolah menjadi menu MPASI bayi 6 bulan. Pastikan Mums memilih buncis yang masih segar, bukan yang beku atau kalengan. 

  4. Bayam

    Bayam juga termasuk jenis sayur yang bisa Mums olah menjadi menu MPASI si Kecil. Kandungan bayam yang sering disebut adalah serat. Serat larut air berfungsi menjaga kesehatan usus dan berperan untuk membantu mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi. Selain itu, jenis sayur ini pun mengandung protein, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, vitamin B9 (asam folat), vitamin K, vitamin E, kalsium, zat besi, kalium, fosfor, zinc, magnesium, selenium, dan senyawa tumbuhan.

    Pemberian bayam sebagai MPASI sangat direkomendasikan karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Beberapa manfaat bayam di antaranya membantu menjaga kesehatan mata, melancarkan saluran pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. 

    Baca juga: 5 Mitos dan Fakta MPASI Pertama yang Perlu Mums Ketahui

  5. Ubi jalar

    Ubi jalar memiliki rasa yang manis dan tekstur lembut, sehingga sangat cocok diolah menjadi MPASI si Kecil. Ubi jalar juga memiliki beragam kandungan nutrisi, seperti protein, karbohidrat, serat, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, zinc, natrium, dan senyawa tumbuhan. Dari banyaknya kandungan nutrisi ini, ubi jalar bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan, meningkatkan kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol tekanan darah, mengendalikan gula darah, hingga mengurangi risiko kanker. 

    Ubi jalar juga termasuk makanan yang mengandung gula alami yang lebih baik dibandingkan gula tambahan (sukrosa). Seperti yang Mums ketahui, sebaiknya si Kecil lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami dibandingkan gula tambahan (sukrosa). Sebab, penelitian menunjukkan bahwa anak dengan asupan sukrosa rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang, sekaligus peningkatan tinggi badan 1,5 cm lebih tinggi dibandingkan anak yang sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi sukrosa.

    Baca juga: Inilah 4 Cara Membuat MPASI Agar Nutrisinya Tidak Hilang

  6. Labu kuning

    Melansir laman resmi fruitandveggies.org, labu kuning termasuk ke dalam jenis sayur yang dapat diolah menjadi MPASi bayi. Buah berbentuk bulat dan berwarna oranye ini mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin A, vitamin C, kalsium, magnesium, kalium, zinc, zat besi, dan senyawa tumbuhan. 

    Dengan begitu, labu kuning juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil, di antaranya dapat memperlancar saluran pencernaan, menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit, hingga menurunkan risiko kanker. 

Meskipun jenis sayur di atas sangat direkomendasikan untuk diolah menjadi MPASI bayi, tetapi Mums juga tetap harus memberikan si Kecil makanan bergizi lainnya, seperti ASI, ikan, daging merah, daging putih, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan hasil olahannya. Seperti yang telah disebutkan, hindari memasak dan memanaskan makanan tersebut lebih dari satu kali, agar nutrisi alami di dalamnya tetap terjaga. 

Selain memberikan MPASI, Mums juga perlu meningkatkan kualitas ASI agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Salah satu caranya dengan rutin mengonsumsi susu Frisomum Gold Dualcare+, yaitu susu yang diformulasi khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui. Susu Frisomum Gold Dualcare+ mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang si Kecil.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang