Lompat ke isi utama
Penyebab mual saat hamil

6 Penyebab Mual saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab mual saat hamil perlu Mums ketahui agar dapat mengatasinya secara tepat dan aman bagi janin dalam kandungan

Penyebab mual saat hamil bisa terjadi karena perubahan fisik dan kadar hormon dalam tubuh Mums. Meskipun kondisi ini umum terjadi selama hamil, tetapi sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas Mums sehari-hari. Namun, Mums tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk meredakannya. Cara meredakannya dapat dilakukan dengan mengetahui penyebab mual yang Mums alami. 

Rasa mual biasanya terjadi di awal masa kehamilan atau trimester pertama, tepatnya di usia kehamilan 1-9 minggu. Sebenarnya mual saat hamil dapat menghilang dengan sendiri di usia kehamilan 14 minggu, tetapi Mums tentu tidak ingin kondisi ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian, bukan? Untuk itu, lebih baik ketahui penyebab mual supaya bisa mencegahnya sejak awal. 

Apa Saja Penyebab Mual saat Hamil?

Mual saat hamil atau dikenal juga dengan istilah morning sickness merupakan kondisi yang sangat umum. Melansir laman hellosehat.com, ada berbagai faktor penyebab mual yang sering kali dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Berikut ini beberapa penyebab mual yang perlu Mums ketahui, antara lain:

  1. Kadar hormon estrogen

    Peningkatan kadar hormon estrogen dalam tubuh ibu hamil dipercaya menjadi salah satu penyebab mual yang sering Mums rasakan. Di balik itu, sebenarnya hormon estrogen memiliki peran penting yang baik bagi ibu hamil, di antaranya:

    • Menjaga dan mempertahankan kekuatan rahim
    • Menunjang perkembangan organ tubuh janin
    • Membantu pertumbuhan kelenjar dan saluran susu untuk mendukung proses menyusui
    • Menyalurkan nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil ke janin
  2. Kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) 

    Penyebab mual saat hamil juga disebabkan oleh hormon hCG yang diproduksi pertama kali saat embrio mulai berkembang di rahim setelah pembuahan. Hormon ini terbentuk dari sel-sel yang membentuk bagian plasenta. Itulah sebabnya, plasenta mengandung banyak hormon hCG, apalagi pada kehamilan kembar. 

    Kadar hCG sebenarnya menjadi tolak ukur bahwa kehamilan Mums berkembang dengan baik. Biasanya hormon hCG berada di puncaknya saat usia kehamilan menginjak 9 minggu. Lalu, seiring pertambahan usia kehamilan, kadar ini mulai turun ketika plasenta mulai meningkatkan kadar hormon lainnya, seperti estrogen dan progesteron. Oleh karena itu, saat usia kandungan menginjak minggu ke-12 sampai ke-16, rasa mual biasanya mulai menurun.

  3. Kadar hormon progesteron

    Tak hanya estrogen, peningkatan hormon progesteron juga berperan sebagai salah satu penyebab mual saat hamil. Namun, tingginya kadar hormon progesteron juga membantu mengencangkan otot-otot rahim untuk mencegah kelahiran prematur. Selain itu, progesteron juga dapat mendorong pertumbuhan kelenjar penghasil susu di payudara selama hamil. Tingginya kadar progesteron tersebut diduga memicu berbagai gejala sindrom pramenstruasi, seperti mual, nyeri payudara, perut kembung, dan perubahan suasana hati atau mood. 

  4. Refluks asam lambung (GERD)

    Refluks asam lambung merupakan kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan. Masalah lambung ini termasuk salah satu penyebab mual saat hamil. Selain mual, ibu hamil yang memiliki refluks asam lambung juga akan mengalami muntah dan rasa nyeri atau perih di dada.

    Rasa sakit di dada ini biasanya terjadi akibat tingginya kadar hormon progesteron selama kehamilan yang melemahkan katup lambung sehingga asam lambung pun menjadi lebih mudah untuk naik kembali ke kerongkongan. Namun, terkadang kondisi ini juga bisa terjadi karena sebelum hamil Mums sudah sering sakit maag maupun GERD. 

  5. Kadar gula darah rendah

    Gula darah rendah atau hipoglikemia juga diduga bisa menjadi penyebab mual saat hamil. Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa atau gula dalam darah tidak cukup. Akibatnya, muncul berbagai gejala yang kemungkinan besar Mums rasakan, seperti mual, pusing, berkeringat, wajah pucat, dan denyut jantung semakin cepat. 

  6. Sensitivitas tubuh meningkat

    Selama hamil, biasanya Mums akan lebih sensitif terhadap aroma, bau, atau rasa tertentu sehingga muncul rasa mual yang sulit terkendali. Penyebab mual ini muncul karena otak jadi lebih sensitif dibandingkan saat sebelum hamil. Otak Mums cenderung lebih mudah merespons hormon dan pemicu mual lainnya dengan cepat.

    Hal itulah yang diduga kuat merangsang mual secara berlebihan. Jika Mums memiliki perut yang lebih sensitif, Mums cenderung mengalami mual dan muntah yang berlebih saat hamil. Selain perut, indra penciuman juga biasanya cenderung lebih sensitif. Akibatnya, banyak ibu hamil yang tidak kuat mencium bau atau aroma tertentu, padahal sebelum hamil biasa saja.

Selain yang telah disebutkan di atas, penyebab mual saat hamil juga bisa dipicu oleh stres, kelelahan, dan kekurangan vitamin B6, walaupun penyebab mual ini tidak begitu berpengaruh dibandingkan 6 penyebab mual di atas. 

Seperti yang telah dibahas ya, Mums, cara mengatasi kondisi tersebut bisa juga ditangani berdasarkan penyebab mual yang Mums alami. Sebagai contoh, jika penyebab mual Mums adalah sensitivitas terhadap aroma, bau, atau rasa tertentu, maka sebaiknya hindari faktor pemicu tersebut untuk sementara waktu. Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi penyebab mual ini. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk! 

Cara Mengatasi Mual saat Hamil

Selama Mums masih bisa mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi selama hamil, kondisi mual tidak membahayakan bagi Mums dan janin. Namun, ada beberapa cara alami dan mandiri yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi rasa mual ini, di antaranya:

  • Mencukupi waktu istirahat
  • Mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit, tetapi sering
  • Menghindari makanan dan minuman dengan bau atau aroma yang memicu mual
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat di pinggang dan perut
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat mengurangi mual, seperti teh chamomile atau air jahe hangat
  • Menghindari posisi berbaring sesaat setelah menyantap makanan karena kebiasaan ini bisa memicu GERD yang menjadi salah satu penyebab mual
  • Mengurangi atau menghindari makanan yang berlemak tinggi, seperti gorengan dan junk food 
  • Pastikan Mums untuk tetap minum susu yang diformulasi khusus ibu hamil agar kebutuhan nutrisi Mums dan janin tetap tercukupi. Susu Frisomum Gold Dualcare+ bisa jadi solusi tepat karena mengandung protein, zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan diri Mums dan tumbuh kembang bayi dalam kandungan sampai masa menyusui. 

Selain cara alami di atas, sebenarnya mual bisa diatasi dengan mengonsumsi obat pereda mual. Namun, Mums sebaiknya mengonsumsi obat tersebut sesuai anjuran dokter. Hindari mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa anjuran dokter karena hal ini bisa membahayakan janin.

Kapan Mums Harus Waspada?

Bila Mums mengalami mual yang disertai dengan muntah, pusing, tidak mampu makan maupun minum, maka Mums berisiko mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Kondisi tersebut jika dibiarkan terlalu lama bisa membahayakan diri Mums dan janin dalam kandungan. 

Selain itu, Mums perlu waspada dan membutuhkan penanganan tepat dari dokter apabila mual dan muntah yang dirasakan sudah sangat parah atau disertai gejala lain, seperti:

  • Sangat lemas sampai tidak sanggup berdiri 
  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Muncul rasa nyeri yang parah pada bagian perut
  • Urine yang keluar berwarna kuning pekat atau bahkan Mums tidak buang air kecil sama sekali selama lebih dari 8 jam
  • Tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman apapun selama 24 jam
  • Demam
  • Muntah darah

Mual disertai gejala-gejala tersebut tidak hanya memicu efek samping jangka pendek, tetapi bisa juga memicu efek samping jangka panjang yang berbahaya bagi janin. Sebab, kurangnya asupan nutrisi karena mual dan muntah berkepanjangan menyebabkan janin turut kekurangan nutrisi sehingga pertumbuhannya setelah lahir pun bisa terhambat. 

Oleh karena itu, bila Mums mengalami mual saat hamil hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang lebih tepat.

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang