Lompat ke isi utama
6 Penyebab Perut Bayi Bunyi Saat Menyusu

6 Penyebab Perut Bayi Bunyi Saat Menyusu

Pada orang dewasa, perut bunyi biasanya jadi pertanda rasa lapar. Nah, bagaimana jika perut bayi bunyi? Apakah ia merasa lapar juga? Atau ada gangguan pada sistem pencernaannya? Mungkin sebagian dari Mums bertanya-tanya hal tersebut saat mendengar perut bayi bunyi ketika sedang menyusu. Kondisi ini merupakan satu dari sekian kondisi kesehatan yang terkadang membuat Mums khawatir terhadap si Kecil. Sebab, si Kecil masih belum bisa menjelaskan kondisi yang ia rasakan. Bayi lebih banyak menangis untuk menunjukkan suatu kondisi saat ia merasa tidak nyaman. Lantas, apakah perut bayi bunyi merupakan kondisi yang normal? Di artikel ini akan dijelaskan mengenai penyebab, cara mengatasi, dan tips mencegah perut bayi bunyi yang bisa Mums lakukan di rumah. Simak dulu yuk! 

Penyebab Perut Bayi Bunyi 

Tidak perlu khawatir ya, Mums, berikut ini ada beberapa penyebab perut bayi bunyi yang perlu Mums ketahui agar bisa diatasi dengan tenang, antara lain: 

  1. Perut bayi bunyi karena bising usus normal

    Mums tidak perlu khawatir secara berlebih dengan perut bayi bunyi saat sedang menyusu karena kondisi tersebut bisa jadi tanda suara dari bising usus normal si Kecil. Bising usus merupakan suara yang dihasilkan dari bunyi udara dan cairan di dalam usus yang bergerak akibat aktivitas usus. Bising usus ini bisa dijadikan indikator kesehatan sistem pencernaan seseorang lho, Mums. Bising usus bayi bisa meningkat dalam kondisi normal, misalnya saat perut bayi dalam keadaan kosong. Namun, bising usus yang menyebabkan perut bayi bunyi pun bisa disebabkan adanya gangguan pencernaan. 

  2. Proses menyusu terlalu terburu-buru

    Penyebab perut bayi bunyi selanjutnya adalah karena proses menyusu yang terlalu terburu-buru sehingga banyak udara yang masuk ke dalam perut si Kecil. Biasanya kondisi ini disebabkan karena si Kecil sudah sangat lapar dan ia menyusu dengan intens. Hal ini akan diperparah ketika aliran ASI yang keluar cenderung deras sehingga ASI yang masuk ke tubuh si Kecil terlalu cepat dan banyak.

  3. Posisi menyusu kurang tepat

    Perut bayi bunyi bisa menjadi tanda kembung yang disebabkan oleh posisi menyusu tidak benar. Hal ini biasa terjadi jika Mums tidak menggendong si Kecil dengan benar. Akibatnya, ketika si Kecil menyusu, banyak udara yang ia hisap dan masuk ke dalam organ pencernaannya. 

  4. Tidak bersendawa setelah menyusu

    Tahukah Mums, membantu si Kecil bersendawa setelah menyusu termasuk kebiasaan yang penting namun sering dilupakan oleh banyak orang tua. Meski terdengar sepele, faktanya sendawa dapat mengeluarkan kandungan gas atau udara yang ada dalam perut si Kecil. Proses ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan kadar gas yang ada, sehingga tidak berlebihan dan tidak menyebabkan perut bayi bunyi dan kembung. 

  5. Botol dot dengan lubang terlalu kecil

    Si Kecil terbiasa menyusui menggunakan botol dot? Hati-hati, Mums, kebiasaan ini bisa menyebabkan perut bayi bunyi dan kembung lho. Sebenarnya, penggunaan botol dot untuk memberikan ASI memang diperbolehkan, namun Mums harus memilih botol dot dengan ukuran lubang yang tepat. Sebab, botol dot yang ukuran lubangnya terlalu kecil akan membuat bayi menghisap dengan lebih keras sehingga berisiko menambah jumlah udara yang masuk ke dalam perut. 

  6. Asupan makanan padat dalam MPASI

    Saat si Kecil sudah dikenalkan dengan MPASI, Mums perlu memantau asupan nutrisi dan jenis makanan yang ia konsumsi. Sebab, ada beberapa makanan yang bisa meningkatkan risiko terkumpulnya udara atau gas di dalam perut hingga menyebabkan perut bayi bunyi dan kembung. Jenis makanan tersebut di antaranya produk kedelai, tomat, brokoli, kubis, dan olahan susu. Meskipun begitu, bukan berarti jenis makanan tersebut tidak boleh dikonsumsi oleh si Kecil. Sebenarnya boleh-boleh saja, Mums, namun asupannya harus disesuaikan dengan kebutuhan si Kecil, jangan sampai terlalu berlebihan ya!

    Baca juga: 4 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Bayi

Cara Mengatasi Perut Bayi Bunyi 

Saat si Kecil sudah terlanjur mengalami perut bunyi akibat kembung, Mums tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara mengatasi perut bayi bunyi yang bisa dilakukan di rumah, antara lain: 

  • Letakkan si Kecil dengan posisi menelungkup di atas kedua paha Mums, kemudian usap dan pijat punggungnya secara perlahan.
  • Saat perut bayi bunyi, pijatlah bagian perutnya dengan lembut searah jarum jam. Lakukan ketika si Kecil dalam posisi terlentang di atas kasur. 
  • Baringkan si Kecil dengan posisi terlentang, kemudian angkat kedua kakinya secara perlahan. Buat gerakan seperti mengayuh sepeda. Gerakkan ini dianggap efektif untuk mengeluarkan gas yang ada di dalam perut si Kecil. 

Tips Mencegah Perut Bayi Bunyi

Mencegah lebih baik dibandingkan mengatasi, bukan? Oleh karena itu, Mums bisa melakukan beberapa langkah pencegahan sebelum si Kecil mengalami perut bunyi akibat kembung. Di bawah ini akan dijelaskan tips mencegah perut bayi bunyi dengan mudah. Simak yuk! 

  1. Menyusu harus tenang 

    Buatlah suasana menyusu yang nyaman dan tenang agar si Kecil bisa menikmati proses dengan baik. Sebaiknya, Mums memberikan susu kepada si Kecil sebelum merasa sangat lapar agar ia dapat menyusu dengan perlahan dan jumlah ASI yang masuk pun tidak terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat.

  2. Posisi menyusui harus nyaman

    Selain menciptakan suasana menyusu yang nyaman dan tenang. Mums juga harus memastikan posisi si Kecil saat menyusu harus benar. Sebaiknya, posisi kepala si Kecil lebih tinggi dari perut, Mums bisa menggunakan tangan atau bantal untuk menopangnya. Berikut beberapa anjuran posisi menyusui yang tepat menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

    • Bayi dipegang dengan satu lengan.
    • Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku Mums, bagian bokong bayi ditahan dengan telapak tangan Mums.
    • Perut bayi menempel ke tubuh Mums.
    • Mulut bayi berada di depan puting Mums. Pastikan mulutnya terbuka lebar dan menempel pada puting Mums. 
    • Lengan yang di bagian bawah merangkul tubuh Mums, jangan berada di antara tubuh Mums dan si Kecil

    Posisi menyusu yang benar membuat susu lebih mudah turun ke lambung dan udara yang tidak sengaja tertelan bisa keluar dengan baik. 

  3. Bantu si Kecil bersendawa

    Untuk mencegah terjadinya perut bayi bunyi dan kembung, Mums harus membantu si Kecil bersendawa setelah menyusu. Caranya dengan menggendong si Kecil dalam posisi tegak di bahu, lalu mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut. Lakukan cara ini sambil menggendong si Kecil di pundak atau merebahkannya di pangkuan Mums. Bila si Kecil tak kunjung bersendawa, baringkan terlebih dahulu di kasur dalam posisi telentang selama beberapa menit, lalu ulangi lagi langkah tadi.

  4. Pijat perut si Kecil

    Salah satu cara efektif untuk mencegah penumpukan gas di dalam perut si Kecil adalah dengan cara memijat. Caranya cukup mudah, pertama-tama baringkan si Kecil dalam posisi telentang di kasur, lalu pijat lembut perutnya, setelah itu gerakkan tungkai atau kakinya seperti sedang mengayuh roda sepeda. Langkah-langkah tersebut bisa mengatasi perut bayi bunyi akibat kembung sehingga udara atau gas pun dapat keluar dengan mudah. 

  5. Pilih dan gunakan botol dot dengan benar

    Sebaiknya menyusu si Kecil langsung melalui payudara Mums. Namun, jika hal tersebut tidak memungkinkan, Mums harus memilih botol susu dengan lubang dot yang tidak terlalu sempit untuk menghindari risiko masuknya udara secara berlebihan. Mums juga harus segera mengambil botol yang sudah kosong agar bayi tidak menghisap udara setelah selesai menyusu. 


Itulah beberapa penyebab, cara mengatasi, dan mencegah perut bayi bunyi saat menyusu. Namun, jika kondisi tersebut disertai dengan gejala lain, seperti si Kecil rewel terus menerus, perutnya sangat keras, demam, dan sulit ditenangkan, segeralah bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dengan tepat. Dalam mengatasi kesehatan yang menyangkut sistem pencernaan, sebaiknya Mums tidak menyepelekan hal tersebut. Sebab, saluran pencernaan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh si Kecil secara keseluruhan. Oleh karena itu, Mums juga perlu mengoptimalkan asupan ASI dengan kualitas terbaik. Mums bisa mengonsumsi susu Frisomum Gold Dualcare+ sebagai nutrisi tambahan untuk Mums dan si Kecil. Susu kaya nutrisi ini mengandung mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, nukleotida dan prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, memenuhi gizi, serta memberikan pondasi yang baik untuk tumbuh kembang bayi.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang