Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
6-Tips-Cara-Mengatasi-Bayi-Susah-BAB

6 Tips Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Cara mengatasi bayi susah BAB memang tidak mudah ya, Mums. Ini karena si kecil belum mampu menjelaskan dengan benar kondisi yang dialaminya. Bayi yang mengalami susah BAB lebih banyak rewel dan menangis karena merasa tak nyaman. Kondisi ini yang terkadang membingungkan kebanyakan Mums karena tidak tahu penyebab pastinya. Dalam mengetahui cara mengatasi bayi susah BAB, Mums juga perlu paham bahwa sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, sehingga rentan terkena infeksi virus, bakteri, atau kuman berbahaya. Ada banyak penyebab yang membuat bayi susah BAB, namun yang paling umum karena bayi kekurangan cairan dan baru saja diperkenalkan makanan padat. Selain itu, ada banyak pula penyebab lain mengapa bayi susah BAB yang berkaitan dengan gangguan pencernaannya. Maka dari itu, cara mengatasi bayi susah BAB tidak boleh sembarangan karena bisa mengganggu kenyamanan si kecil. 

6 Tips Cara Mengatasi Bayi Susah BAB 1

Penyebab Bayi Susah BAB

Bayi yang mengalami susah BAB termasuk hal yang wajar, namun kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akan berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan serta kondisi tubuh bayi. Sebelum tahu cara mengatasi bayi susah BAB, akan lebih baik jika Mums mengetahui dulu penyebabnya di bawah ini. 

  • Bayi mengalami dehidrasi

    Kekurangan cairan bisa membuat feses bayi jadi lebih keras dan kering sehingga jadi sulit dikeluarkan. Bayi yang mengalami dehidrasi bisa disebabkan beberapa hal, bisa karena pertumbuhan gigi susu atau adanya sariawan yang membuat bayi malas menyusu ASI dan minum air putih. Selain itu, saat bayi sedang flu, batuk, atau sakit lainnya pun bisa menyebabkan ia dehidrasi hingga sulit BAB. 

  • Bayi baru diperkenalkan makanan padat

    Bayi susah BAB atau sembelit umumnya terjadi ketika baru pertama kali diberikan makanan padat. Ini karena adanya proses transisi dari yang awalnya hanya mengonsumsi ASI menjadi makanan yang lebih padat. Seperti yang Mums ketahui, sistem pencernaan bayi masih belum matang dan membutuhkan adaptasi lebih banyak untuk mencerna asupan yang si kecil konsumsi. Solusinya, Mums harus mengolah bahan makanan dalam MPASI dengan tekstur yang sangat halus, terutama saat si kecil baru pertama kali mengonsumsi MPASI. 

  • Bayi mengonsumsi susu formula

    Mums pasti sudah tahu bahwa bayi yang baru lahir hingga usia 12 bulan disarankan untuk mengonsumsi ASI eksklusif dibandingkan susu formula. Ini karena susu formula bisa menyebabkan feses bayi lebih keras, sehingga si kecil pun kesulitan untuk BAB. Selain itu, bayi susah BAB juga bisa disebabkan karena alergi susu sapi yang berakibat munculnya sembelit pada bayi.

  • Bayi mengalami kondisi medis tertentu

    Beberapa penyebab bayi susah BAB bisa terjadi karena adanya kelainan di dalam sistem pencernaan si kecil yang sudah ada sejak lahir. Cara mengatasi bayi susah BAB yang disebabkan karena kondisi medis tertentu perlu ditangani langsung oleh dokter supaya Mums tidak salah langkah ya! 

Tanda Bayi Susah BAB

Cara mengatasi bayi susah BAB bisa ditangani dengan tepat jika Mums mengetahui gejalanya terlebih dahulu. Berikut ini tanda-tanda saat bayi susah BAB:

  • Frekuensi BAB berkurang dari biasanya

    Tanda bayi mengalami sembelit adalah frekuensi BAB kurang dari dua kali dalam seminggu. Namun, pada bayi baru lahir hingga berusia 5 bulan dan mengonsumsi ASI, BAB jarang atau bahkan hanya seminggu sekali masih dianggap normal. Untuk mengetahui apakah si kecil sembelit atau tidak, Mums juga bisa melihat dari konsistensi dan tekstur feses yang keluar.

  • BAB keras dan bisa disertai darah

    Saat bayi mengalami susah BAB, konsistensi dan tekstur fesesnya akan lebih keras dan kering, bahkan bisa disertai darah. Pada kondisi yang lebih parah, bercak darah akan terlihat di bagian dalam popok bayi yang diakibatkan robeknya dinding rektum akibat feses yang keras. 

  • Kesakitan saat BAB

    Selain frekuensi BAB jarang dan tekstur fesesnya keras, bayi yang mengalami sembelit pun anak terlihat kesakitan saat BAB. Selain itu, bayi akan melengkungkan punggungnya saat berusaha mengejan feses untuk keluar.

  • Mengeluarkan air liur lebih banyak

    Tanda bayi mengalami susah BAB juga bisa terlihat dari kondisi saat si kecil mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya. Ini bisa saja berkaitan dengan pertumbuhan gigi sehingga air liur keluar lebih banyak dan bayi bisa mengalami dehidrasi. 

  • Perut bayi terasa kencang

    Mums bisa mengetahui cara mengatasi bayi susah BAB dengan melihat kondisi perut si kecil. Jika perutnya tampak lebih kencang dan padat, serta si kecil belum BAB dalam waktu yang lama, bisa jadi ia sedang mengalami sembelit.

    Apakah si kecil mengalami gejala-gejala seperti di atas? Mums tidak perlu khawatir ya, karena ada beberapa cara mengatasi bayi susah BAB yang bisa dilakukan oleh Mums di rumah. 

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB 

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB
  1. Cara mengatasi bayi susah BAB: Cukupi kebutuhan cairan 

    Cara mengatasi bayi susah BAB yang pertama adalah mums harus memenuhi kebutuhan cairan si kecil supaya sistem pencernaannya lancar. Mums dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan ASI bila si kecil masih berusia di bawah 6 bulan. Selain itu, Mums juga bisa memberikannya air putih hangat untuk menambah cairan agar tidak mudah dehidrasi. Bayi yang baru lahir hingga berusia 6 bulan wajib mendapatkan ASI eksklusif karena di dalamnya terdapat nutrisi penuh untuk mendukung tumbuh kembangnya. Demi menjaga kualitas ASI, Mums dianjurkan mengonsumsi susu khusus ibu menyusui, salah satunya susu Frisomum Gold Dualcare+ yang diformulasikan dengan kandungan zat besi, kalsium, serta ALA/LA, dan prebiotik untuk mendukung kesehatan Mums dan si kecil. Sedangkan, untuk bayi yang sudah mengonsumsi MPASI, Mums perlu memperbanyak air putih, sayur, dan buah yang dihaluskan agar sistem pencernaannya lancar. 

  2. Cara mengatasi bayi susah BAB: Membuat bayi aktif

    Mums bisa ajak si kecil bergerak lebih aktif agar fesesnya dapat terdorong oleh usus. Jika si kecil sudah bisa merangkak, maka Mums bisa membuatnya merangkak lebih sering agar fesesnya mudah keluar. Namun, jika si kecil belum bisa merangkak, Mums bisa melakukan cara lain, yaitu menggerakan kedua kaki si kecil seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini dianggap bisa merangsang agar si kecil mudah BAB. 

  3. Cara mengatasi bayi susah BAB: Memijat perut

    Cara mengatasi bayi susah BAB selanjutnya yaitu dengan cara memijat perut si kecil. Pijatlah bagian bawah pusar si kecil secara lembut dengan arah pijatan melingkar dari tengah ke luar. 

  4. Cara mengatasi bayi susah BAB: Mengganti susu formula

    Sebagaimana yang Mums tahu, ASI merupakan nutrisi utama dan sangat penting bagi bayi yang berusia 0-12 bulan. Namun jika si kecil sudah mengonsumsi susu formula dan justru mengalami susah BAB, maka Mums wajib mengganti dengan merk yang berbeda. Konsultasilah dengan dokter supaya mendapat penanganan yang tepat.

  5. Cara mengatasi bayi susah BAB: Mandikan dengan air hangat

    Memandikan si kecil dengan air hangat diyakini bisa menjadi cara mengatasi bayi susah BAB lho, Mums. Sebab, air hangat bisa membuat tubuhnya lebih rileks dan nyaman. Mums bisa lakukan pijatan di bagian perut saat memandikan si kecil supaya feses mudah terdorong ke usus. 

  6. Cara mengatasi bayi susah BAB: Mengombinasikan makanan 

    Cara mengatasi bayi susah BAB bisa dengan mengombinasikan makanan. Ini berlaku bagi bayi yang sudah bisa makan MPASI. Pastikan ia mengonsumsi makanan yang bertekstur halus ya, Mums. Hindari memberikan si kecil makanan yang berat dan padat karena sistem pencernaannya masih dalam proses adaptasi sehingga akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut. 

Bayi yang mengalami BAB harus ditangani dengan cepat supaya menghindari risiko gangguan pencernaan yang lebih parah. Jika Mums kesulitan untuk mengatasi kondisi ini, segera konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Semoga artikel ini bermanfaat dan si kecil bisa BAB dengan lancar kembali ya, Mums.