Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
7 Gejala Tipes pada Anak, Bagaimana Cara Menyikapinya?

7 Gejala Tipes pada Anak, Bagaimana Cara Menyikapinya?

Melihat si Kecil tidak bersemangat dan mudah lelah, bisa jadi ia menunjukkan gejala tipes. Tipes, atau juga dikenal dengan demam Tifoid, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Paratyphi. Biasanya, si Kecil akan terinfeksi bakteri ini karena konsumsi makanan yang kurang higienis. Bakteri ini biasanya bersarang pada makanan atau minuman yang dijajakan di pinggir jalan, yang notabene higienitasnya kurang terjamin.

Tipes masih menjadi salah satu penyakit yang cukup sering ditemui pada anak-anak. Meski Mums sudah memberikan asupan makanan yang bergizi dan dijamin higienitasnya, ada saja celah ketika si Kecil jajan di luar. Gejala tipes sendiri sebenarnya mudah terdeteksi jika Mums mencermati apa yang ditunjukkan si Kecil. Nah untuk membantu Mums mendeteksi gejala tipes dengan cepat, simak poin berikut ini.

Gejala Tipes secara Umum pada Anak-Anak

7 Gejala Tipes pada Anak, Bagaimana Cara Menyikapinya?

Sumber : www.freepik.com

Gejala tipes yang ditunjukkan si Kecil, sebenarnya sama dengan yang ditunjukkan oleh orang dewasa. Namun demikian, gejala ini bisa sangat tergantung dengan daya tahan tubuh si Kecil. Ketika misalnya, daya tahan tubuhnya kuat, maka mungkin ia hanya akan menunjukkan gejala yang cukup ringan. Begitu pula sebaliknya. Beberapa gejala umum yang muncul adalah :

  • Demam yang cukup tinggi, hingga 40 derajat Celcius.
  • Si Kecil mengeluhkan sakit perut disertai diare.
  • Kurang bersemangat, lemas, dan rasa pegal di tubuh.
  • Pusing dan nyeri tenggorokan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Nafsu makan yang menurun drastis.
  • Pada bagian lidah si Kecil namak ada lapisan yang tidak pernah muncul.

Ketika si Kecil menunjukkan gejala ini saat beraktivitas, maka ada baiknya Mums segera memeriksakannya ke dokter kepercayaan. Bukan apa-apa, namun langkah yang tanggap dapat membuat gejala ini lekas terdeteksi dan bisa diberikan penanganan yang tepat agar tak berlanjut menjadi tipes.

Lalu setelah mengetahui hal ini, apa yang dapat Mums lakukan?

Menyikapi Gejala Tipes

7 Gejala Tipes pada Anak, Bagaimana Cara Menyikapinya?

Sumber : www.freepik.com

Sikap yang diambil juga akan mengacu pada kondisi si Kecil. Jika memang gejalanya ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas si Kecil, Mums dapat melakukan perawatan di rumah saja. Bagaimana caranya?

Konsumsi cairan yang cukup, berikan asupan cairan yang cukup pada si Kecil dengan memberikan banyak air putih, buah, atau air kelapa agar ia tak mengalami dehidrasi. Terlebih ketika ia mengalami diare atau demam tinggi, asupan cairan yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas kondisinya.

Makanan bernutrisi dan higienis, karena nafsu makannya berkurang, maka asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya juga tentu berkurang. Untuk menyikapi hal ini, Mums harus memastikan bahwa si Kecil mendapat asupan nutrisi yang cukup. Nutrisi ini diperlukan untuk membuat tubuh cepat pulih dan sembuh dari gejala yang muncul.

Bila perlu berikan madu, dalam minuman yang diberikan, misalnya susu atau teh, Mums dapat menambahkan 1 atau 2 sendok madu. Madu dapat membantu menenangkan usus yang mengalami iritasi dan membantu melindungi saluran pencernaan. Ingat, madu hanya direkomendasikan untuk usia anak di atas 1 tahun.

Namun demikian, jika ia menunjukkan gejala yang cukup berat, sangat direkomendasikan agar Mums segera membawanya ke dokter atau rumah sakit.

Diberikan antibiotik, antibiotik biasanya akan diberikan untuk tempo 1 hingga 2 minggu dan sangat tergantung dengan gejala yang ada pada si Kecil. Pastikan agar si Kecil mengkonsumsi antibiotik yang diberikan ya Mums, agar dapat membantunya segera pulih dan lekas beraktivitas seperti biasa. Lakukan pemeriksaan lanjutan setelah antibiotik sudah habis untuk memastikan kondisi si Kecil.

Rawat inap, jika gejala yang ditunjukkan berat, misalnya demam lebih dari 40 derajat Celcius, diare berat, perut mengalami pembengkakan, dan muntah yang tak kunjung henti, langkah ini sangat diperlukan. Selain agar mendapatkan pemantauan intensif dari dokter, juga untuk memastikan asupan nutrisinya tetap terjaga melalui cairan infus. Idealnya, pemulihan berjalan sekitar 3 hingga 5 hari. Namun mintalah rekomendasi dari dokter, agar bisa dipastikan si Kecil benar-benar pulih dari berbagai gejala tipes yang dialaminya.

Baca Juga : 4 Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Anak

Menyikapi gejala tipes yang muncul pada si Kecil memang harus dilakukan dengan cermat. Selalu minta rekomendasi dari dokter kepercayaan Mums, agar langkah yang diterapkan di rumah bisa sesuai dengan prosedur medis. Hal ini harus dilakukan demi menghindari resiko gangguan kesehatan lain akibat salah penanganan.

Setelah mengetahui gejala tipes dan cara menyikapinya, tentu Mums semakin sadar bahwa menjaga daya tahan tubuh si Kecil adalah hal yang penting. Di waktu bersamaan, konsumsi makanan higienis serta bersih dan bernutrisi juga harus dipastikan, semata agar tubuh si Kecil memiliki daya tahan yang kuat sehingga tidak mudah mengalami infeksi bakteri jahat. Bila perlu, Mums dapat memberikan susu pertumbuhan yang dapat mendukung daya tahan tubuhnya seperti Friso Gold 4. Friso Gold 4 dibuat dari bahan dasar susu sapi alami, dan dilengkapi teknologi Locknutri yang menjamin kualitas nutrisi alaminya tetap terjaga sehingga mudah dicerna oleh tubuh si Kecil. Selalu pantau kesehatan si Kecil setiap saat, agar ia tumbuh dengan optimal!