Lompat ke isi utama
Bayi Masuk Angin

Apa Saja Penyebab Bayi Masuk Angin? Simak Cara Mengatasinya

Bayi masuk angin bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Ketahui gejala, penyebab, dan cara mengatasi masuk angin pada bayi.

Bayi masuk angin menjadi salah satu kondisi kesehatan yang membuat si Kecil rewel dan menangis tanpa henti. Namun, perlu Mums ketahui bahwa dalam dunia medis, masuk angin bukan sebuah penyakit. Masuk angin hanyalah sebuah istilah yang digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan beberapa keluhan kesehatan, seperti demam, perut kembung, menggigil, nyeri otot, pegal-pegal, dan hilangnya nafsu makan. 

Oleh karena itu, bayi masuk angin sering kali dikaitkan dengan kondisi perut kembung pada bayi. Saat bayi masuk angin, tak sedikit Mums yang kebingungan dan khawatir karena buah hatinya tak kunjung tenang dan tidurnya terganggu. Bayi masuk angin biasanya disertai dengan beberapa gejala, mulai dari rewel, menangis, wajahnya memerah, tidak nafsu makan, susah tidur, dan gelisah. 

Penyebab Bayi Masuk Angin

Penyebab bayi masuk angin cukup beragam karena ada penyakit yang bisa menimbulkan keluhan tersebut. Keluhan bayi masuk angin paling sering muncul akibat terlalu banyak menelan angin karena posisi menyusu yang salah, menangis terlalu lama, hingga menurunnya daya tahan tubuh yang menyebabkan si Kecil rentan terinfeksi virus atau bakteri. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa penyebab bayi masuk angin:

  1. Posisi menyusu tidak tepat

    Bayi masuk angin bisa disebabkan oleh posisi menyusu yang tidak benar sehingga si Kecil terlalu banyak menelan angin. Posisi mulut si Kecil tidak menempel pada puting dan areola, sehingga saat menghisap ASI, ada udara yang ikut masuk ke dalam tubuhnya dan menyebabkan bayi masuk angin. 

  2. Terlalu sering menangis

    Terlalu sering menangis juga bisa menjadi penyebab bayi masuk angin lho, Mums. Ini karena terlalu sering menangis dalam waktu yang lama bisa membuat angin masuk ke dalam perut bayi. Kondisi ini disebabkan karena banyak faktor, bisa karena si Kecil mengalami kolik, terlalu banyak gas di dalam perutnya sehingga membuat ia tidak nyaman, atau gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk segera menenangkan si Kecil bila ia mulai menangis.

  3. Makanan yang dikonsumsi si Kecil

    Seperti yang telah disebutkan, bayi masuk angin juga bisa terjadi karena perut kembung. Nah, perut kembung pada bayi bisa disebabkan karena makanan yang dikonsumsi si Kecil. Kondisi ini berlaku pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas, yaitu saat ia sudah mendapatkan MPASI. Mums perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsi si Kecil dengan cermat. Sayuran memang bagus untuk bayi, tetapi tidak semua sayuran bisa dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Salah satu contohnya adalah brokoli. Meski sehat, brokoli bisa membuat perut si Kecil kembung jika dikonsumsi secara berlebihan karena ada kandungan gas di dalamnya. 

  4. Minuman selain ASI

    Bayi masuk angin karena perut kembung juga bisa disebabkan karena minuman selain ASI. Pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi minuman selain ASI ya, Mums. Bukannya menyehatkan, minuman seperti jus justru dapat membuat si Kecil mengalami diare, sakit perut dan terdapat gas berlebih di dalamnya. Ini karena saluran pencernaan si Kecil masih sulit untuk mencerna kandungan gula buah atau fruktosa yang terdapat dalam jus. 

  5. Penggunaan botol susu

    Penggunaan botol susu yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab bayi masuk angin lho, Mums. Ini karena ujung botol susu atau dot yang terlalu kecil dapat membuat lebih banyak udara masuk ke dalam perut bayi ketika ia sedang minum susu, sehingga menimbulkan perut kembung. Oleh karena itu, sebaiknya Mums menyusui si Kecil secara langsung. Namun, jika hal tersebut tak memungkinkan karena berbagai faktor, Mums perlu memilih botol susu atau dot yang dirancang khusus untuk mengurangi udara yang masuk ke dalam mulut si Kecil, ataupun berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

  6. Saluran pencernaan yang belum sempurna

    Saluran pencernaan yang belum matang atau sempurna bisa menyebabkan bayi masuk angin. Sebab, bayi masih belajar untuk mencerna makanan, terutama jika ia sudah mendapatkan MPASI. Seiring berjalannya waktu, saluran pencernaan bayi akan beradaptasi dalam mencerna makanan yang ia konsumsi. Oleh karenanya, bayi lebih sering mengeluarkan gas dibandingkan orang dewasa. 

  7. Gangguan pencernaan ringan

    Bayi masuk angin karena perut kembung bisa disebabkan karena adanya gangguan pencernaan. Perut kembung dapat muncul ketika si Kecil mengalami sembelit atau konstipasi yang dapat terjadi akibat pemberian makanan atau minuman yang diolah atau dimasak berulang kali. Selain itu, virus juga bisa menyebabkan masalah perut, seperti muntah dan diare. 

    Baca juga: 6 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Cara Mengatasi Bayi Masuk Angin

Setelah mengetahui gejala dan penyebab bayi masuk angin, ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan di rumah:

  • Menggerakan kaki si Kecil

    Untuk mengatasi bayi masuk angin, cobalah untuk merebahkan si Kecil di atas kasur dan naikkan kakinya. Ayunkan kaki si Kecil dengan gerakan seperti sedang mengayuh sepeda. Cara ini bisa membantu mengeluarkan gas berlebih pada perut dan meredakan gejala masuk angin pada si Kecil. 

  • Posisi tegak ketika si Kecil menyusu

    Seperti yang Mums ketahui, bayi masuk angin bisa disebabkan karena posisi menyusu yang kurang tepat. Posisi ini juga bisa menyebabkan kolik pada bayi. Pastikan untuk memosisikan badan si Kecil membentuk sudut terhadap permukaan lantai atau kasur, sehingga si Kecil tidak menyusui dalam posisi telentang atau rebahan. Sebab, posisi menyusu yang telentang atau rebahan justru bisa menimbulkan udara yang tertelan lebih banyak. 

  • Pijat perut dengan lembut

    Pijatan yang lembut pada tubuh si Kecil juga bisa mengatasi bayi masuk angin. Sebab, bayi diketahui bisa merasa tenang dan rileks saat mendapatkan sentuhan secara langsung. Memijat si Kecil juga mampu membuatnya tubuhnya beristirahat dan tidur lebih nyenyak. Mums bisa lakukan pijatan secara perlahan menggunakan bantuan lotion, minyak zaitun, atau minyak telon di bagian perut, dada, dan punggung. Memijat bayi pada bagian perut dapat mengurangi ketegangan akibat perut kembung. Untuk bagian perut, Mums bisa memijatnya dengan gerakan memutar searah jarum jam secara perlahan.

  • Sendawakan si Kecil

    Setelah selesai menyusu, sebaiknya Mums langsung menyendawakan si Kecil dengan cara memangkunya dan menepuk-nepuk punggung secara perlahan. Cara ini berguna agar tidak banyak gas yang masuk ke dalam lambung si Kecil. 

Itulah beberapa cara mengatasi masuk angin pada bayi. Jika Mums sudah melakukan cara-cara di atas, namun kondisi si Kecil tak kunjung membaik atau ia mengalami gejala tambahan lainnya, segera konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang lebih tepat. 

Dalam mengatasi bayi masuk angin, Mums juga perlu meningkatkan kualitas ASI agar si Kecil terhindar dari perut kembung. Kualitas ASI bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjalani pola hidup sehat dan aktif, serta mengonsumsi susu khusus Ibu menyusui, seperti Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida. Susu Frisomum Gold Dualcare+ bisa menjadi nutrisi tambahan untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang si Kecil.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang