Lompat ke isi utama
7 Penyebab Kontraksi Palsu dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Kontraksi Palsu dan Cara Mengatasinya

Penyebab kontraksi palsu perlu diketahui sejak awal agar kehamilan Mums tetap terjaga dengan baik

Tanda dan penyebab kontraksi palsu perlu diketahui oleh setiap ibu hamil agar tidak mudah terkecoh ketika muncul kondisi ini pada trimester akhir kehamilan. Sebab, tak sedikit ibu hamil yang sudah panik karena menganggap dirinya akan segera melahirkan, padahal itu hanyalah kontraksi palsu. Supaya Mums dapat mengatasi kondisi tersebut dengan tenang, maka perlu memahami dulu apa saja tanda dan penyebab kontraksi palsu yang biasa muncul.

Sebelum kita mengetahui penyebab kontraksi palsu, kita bahas dulu mengenai tanda kontraksi palsu yang biasa dialami oleh ibu hamil. Simak penjelasannya berikut ini, yuk! 

Apa Saja Tanda Kontraksi Palsu yang Dirasakan Ibu Hamil?

Kontraksi palsu umumnya membuat perut bagian bawah terasa kencang sehingga membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Ada beberapa penyebab kontraksi palsu pada ibu hamil, salah satunya karena bayi dalam kandungan yang terlalu aktif.

Selain itu, apakah Mums termasuk orang yang sering menunda buang air kecil? Hati-hati, kebiasaan ini juga menjadi salah satu penyebab kontraksi palsu muncul lho. Namun, Mums tidak perlu khawatir berlebihan ya, karena kontraksi palsu yang dialami tidak membuka rahim sehingga tidak akan terjadi persalinan. 

Untuk lebih jelasnya, Mums perlu mengenali beberapa tanda kontraksi palsu yang biasa muncul, antara lain: 

  • Frekuensi kontraksi yang tidak menentu
  • Kontraksi tidak bertahan lama, bahkan cenderung menghilang ketika Mums melakukan gerakan ringan
  • Kontraksi yang muncul dapat menimbulkan rasa tak nyaman pada bagian perut bawah
  • Kontraksi tidak disertai dengan adanya noda atau bercak darah dari vagina
  • Kontraksi tidak membuat air ketuban pecah

Apa Saja Penyebab Kontraksi Palsu pada Ibu Hamil?

Seperti yang telah disebutkan, penyebab kontraksi palsu bisa dipicu oleh berbagai faktor yang muncul pada trimester akhir kehamilan. Beberapa adalah penyebab kontraksi palsu: 

  1. Bayi dalam kandungan aktif bergerak

    Salah satu penyebab kontraksi palsu yaitu karena bayi dalam kandungan aktif bergerak. Mums pasti senang saat merasakan gerakan bayi yang aktif, kan? Namun, jika kondisi ini terjadi pada trimester akhir menjelang persalinan, bayi yang aktif bergerak bisa membuat otot rahim menjadi berkontraksi lho, Mums. 

    Jadi, apabila Mums sudah merasakan tanda kontraksi jauh sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL), maka tidak perlu panik karena bisa jadi itu adalah tanda kontraksi palsu yang disebabkan oleh pergerakan bayi yang aktif. 

  2. Terlalu banyak aktivitas fisik yang berat

    Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan aktivitas ringan yang sewajarnya agar tidak membahayakan kesehatan Mums dan bayi dalam kandungan. Selain itu, aktivitas fisik yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab kontraksi palsu yang membuat Mums merasa tidak nyaman. 

    Penyebab kontraksi palsu ini akan muncul saat atau setelah Mums melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, salah satu tandanya dengan muncul rasa nyeri atau kram di bagian bawah perut. Bahkan, penyebab kontraksi palsu ini pun bisa saja muncul pada trimester kedua, terutama bagi Mums yang terlalu aktif secara berlebihan. 

  3. Sering menahan buang air kecil

    Penyebab kontraksi palsu selanjutnya yaitu kebiasaan Mums yang sering menahan buang air kecil. Selain itu, kebiasaan ini juga sebenarnya berbahaya bagi kesehatan Mums karena bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan gangguan kesehatan lain. Oleh karena itu, sebaiknya Mums menghindari kebiasaan ini, baik sebelum hamil maupun setelah melahirkan. 

  4. Berhubungan seks saat hamil

    Berhubungan seks saat hamil tua juga ternyata bisa jadi penyebab kontraksi palsu lho, Mums. Biasanya penyebab kontraksi palsu ini akan memicu rasa sakit yang segera mereda. Kontraksi palsu yang akan Mums rasakan biasanya setelah mencapai orgasme. Untuk itu, sebaiknya Mums perlu berhati-hati dalam hal ini. 

  5. Posisi tubuh

    Pada trimester kedua dan ketiga, gerakan dan posisi tubuh Mums pasti akan lebih terbatas jika dibandingkan sebelumnya karena ukuran perut yang kian membesar. Nah, kondisi inilah yang bisa menjadi penyebab kontraksi palsu. Dalam kondisi tersebut, posisi tubuh bisa saja tidak nyaman sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kram pada bagian bawah perut sebagai tanda kontraksi palsu. 

  6. Tubuh mengalami dehidrasi

    Ternyata dehidrasi juga termasuk penyebab kontraksi palsu yang sering dialami oleh sebagian ibu hamil lho. Kondisi ini muncul karena otot rahim pada ibu hamil yang dehidrasi akan mudah mengencang dan menimbulkan kontraksi. Hal tersebut tentunya bisa mengganggu kenyamanan dan aktivitas Mums. Oleh karena itu, pastikan Mums mencukupi kebutuhan cairan harian dengan minum air putih secara rutin agar terhindar dari dehidrasi.

  7. Terlalu stres

    Penyebab kontraksi palsu juga bisa dipicu oleh stres yang berlebihan, Mums. Setiap ibu hamil memang akan merasakan banyak perubahan yang cukup drastis. Perubahan ini tentu akan berpengaruh terhadap suasana hati Mums, sehingga bisa jadi membuat Mums stres berlebihan. 

    Rasa khawatir dan takut menghadapi persalinan menjadi salah satu pemicu stres yang dialami oleh sebagian ibu hamil. Jika Mums mengalami kondisi ini, pastikan untuk mengelola stres dengan baik. Caranya dengan cerita kepada suami, keluarga, atau orang terdekat lainnya, agar bisa membuat perasaan Mums lebih rileks. Selain itu, Mums juga perlu melakukan kegiatan yang membuat hati senang supaya tidak berlarut dalam stres. Jika diperlukan, Mums dapat berkonsultasi dengan psikolog. 

Penyebab kontraksi palsu memang cukup beragam. Jika Mums mengalami salah satu kondisi di atas, sebaiknya tidak perlu khawatir karena kontraksi palsu bisa diatasi sendiri di rumah. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa langkah yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi kontraksi palsu.

Bagaimana Cara Mengatasi Kontraksi Palsu?

Ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi kontraksi palsu, antara lain:

  • Memperbanyak minum air putih secara rutin
  • Lakukan aktivitas ringan yang aman
  • Jika merasa sudah terlalu banyak beraktivitas, cobalah untuk berbaring atau tidur sebentar
  • Ubah posisi duduk segera setelah merasakan kontraksi palsu
  • Biarkan tubuh rileks dan santai dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan
  • Pijat tubuh secara lembut dan perlahan
  • Beri tubuh ruang gerak lebih banyak, misalnya dengan berjalan santai usai mengalami kontraksi palsu
  • Minum susu khusus ibu hamil setelah mengalami kontraksi palsu

Seperti yang disebutkan di atas, susu menjadi salah satu cara untuk mengatasi kontraksi palsu yang Mums rasakan. Nah, pastikan Mums memilih susu yang tepat dan aman untuk ibu hamil. Hindari mengonsumsi susu mentah atau yang belum dipasteurisasi karena bisa berbahaya bagi kesehatan Mums dan bayi dalam kandungan. 

Oleh karena itu, Mums sebaiknya mengonsumsi susu yang diformulasi khusus ibu hamil dengan kandungan nutrisi berkualitas. Susu Frisomum Gold Dualcare+ bisa menjadi pilihan tepat karena mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan mendukung kesehatan pencernaan Mums karena melalui proses pengolahan satu kali (single process), serta mengandung prebiotik Inulin-FOS dan probiotik Bifidobacterium animalis subs. lactis HN019

Susu Frisomum Gold Dualcare+ juga mengandung rotein, zat besi, kalsium, ALA/LA, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan sampai masa menyusui.

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang