Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Penyakit pencernaan

8 Penyakit pada Sistem Pencernaan Si Kecil yang Perlu Diwaspadai

Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sangat rentan mengalami penyakit pada sistem pencernaan. Penyakit ini tak hanya mengganggu kenyamanan si Kecil, tetapi juga dapat memicu risiko yang lebih berbahaya, salah satunya tumbuh kembang si Kecil jadi terhambat. Sebab, saluran pencernaan merupakan salah satu bagian terpenting yang menentukan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, Mums perlu waspada jika si Kecil mengeluhkan sejumlah gejala yang mengindikasi adanya penyakit pada sistem pencernaan. 

Jenis Penyakit pada Sistem Pencernaan

Berikut ini beberapa jenis penyakit pada sistem pencernaan yang perlu Mums waspadai: 

  1. Esofagitis

    Esofagitis termasuk penyakit pada sistem pencernaan yang bisa saja dialami oleh si Kecil. Esofagitis adalah peradangan pada lapisan kerongkongan yang dapat menimbulkan rasa sakit dan kesulitan saat menelan, serta rasa perih di bagian dada. Pada anak-anak, esofagitis bisa menimbulkan gejala kesulitan menelan dan makan, mual dan muntah, rasa perih di dada saat makan, sariawan, dan batuk. 

  2. Gastritis atau radang lambung 

    Gastritis merupakan penyakit pada sistem pencernaan yang terjadi akibat adanya peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung. Meski gastritis sering dialami oleh orang dewasa, tetapi tidak menutup kemungkinan jika si Kecil juga bisa mengalami penyakit ini. 

    Gastritis termasuk penyakit pada sistem pencernaan yang dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau berlangsung dalam jangka panjang (kronis). Beberapa gejala gastritis yang perlu diwaspadai, di antaranya kesulitan bernapas, mual dan muntah, sakit kepala, rasa tidak nyaman di bagian perut atas, serta feses si Kecil berwarna hitam bercampur darah. 

  3. GERD

    Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung merupakan penyakit pada sistem pencernaan yang paling umum dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. GERD terjadi akibat asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan, sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri pada bagian dada (heartburn), mual dan muntah, tidak nafsu makan, sering batuk, hingga sesak napas. 

    Gejala GERD memang hampir mirip dengan penyakit pada sistem pencernaan lainnya. Oleh karena itu, Mums perlu mengamati kondisi si Kecil dengan cermat dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab GERD sekaligus mendiagnosis penyakitnya. 

  4. Radang usus

    Penyakit pada sistem pencernaan lainnya yang perlu diwaspadai adalah radang usus, yaitu kondisi ketika usus mengalami iritasi hingga luka yang parah. Gejala radang usus cukup bervariasi, mulai dari gejala yang ringan hingga berat. Beberapa gejala radang usus yang biasa muncul di antaranya kram perut, diare, perut kembung, tidak nafsu makan, BAB berdarah. Radang usus dapat terjadi akibat infeksi bakteri, virus, ataupun penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang usus. 

  5. Penyakit celiac 

    Penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang muncul akibat konsumsi makanan yang mengandung gluten. Penyakit ini bisa menyebabkan keluhan pada saluran pencernaan dan dapat memicu komplikasi serius jika tidak diobati.

    Meski termasuk penyakit pada sistem pencernaan, tetapi gejala penyakit celiac dapat berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Gejala yang dialami oleh anak-anak bisa berupa diare kronis, sembelit, perut kembung, mual dan muntah, tekstur feses berminyak dan warnanya pucat, serta penurunan berat badan. 

    Baca juga: Pentingnya Menjaga Saluran Pencernaan Anak

  6. Penyakit batu empedu

    Si Kecil sering mengeluhkan nyeri pada bagian perutnya? Itu tandanya ia sedang mengalami penyakit pada sistem pencernaannya. Salah satu kemungkinan penyakitnya adalah batu empedu. Penyakit batu empedu merupakan kondisi ketika terjadinya penyumbatan pada kantong empedu. 

    Beberapa gejala batu empedu sering muncul setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Beberapa gejala tersebut di antaranya sakit perut di kanan atas, mual, muntah, demam tinggi, hingga muncul tanda penyakit kuning.

  7. Radang rektum

    Rektum adalah bagian akhir dari usus besar yang tersambung ke anus. Radang rektum atau proktitis merupakan kondisi saat lapisan dalam rektum dan anus mengalami peradangan. Penyakit pada sistem pencernaan ini bisa muncul karena banyak hal, mulai dari infeksi, penyakit radang usus, penggunaan antibiotik berlebih, dan efek samping operasi usus besar. Pada anak-anak, proktitis juga bisa disebabkan karena penumpukan sejenis sel darah putih pada lapisan rektum. 

    Gejala proktitis terlihat mirip dengan penyakit pada sistem pencernaan lainnya. Maka dari itu, sebaiknya Mums langsung berkonsultasi dengan dokter agar si Kecil mendapat penanganan yang lebih tepat. 

  8. Fisura ani

    Fisura ani termasuk penyakit pada sistem pencernaan yang ditandai dengan adanya luka atau robekan di anus. Kondisi ini disebabkan oleh cidera pada anus akibat sembelit atau diare. Penderita fisura ani biasanya mengalami rasa nyeri yang sangat parah pada anus saat BAB, serta fesesnya pun berdarah.

    Penyakit pada sistem pencernaan ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Salah satu cara yang biasanya dianjurkan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat. Namun, jika kondisi si Kecil tak kunjung membaik, segeralah bawa ia ke dokter untuk diobati dengan cepat. 

    Baca juga: Jaga Kesehatan Urutan Sistem Pencernaan Anak Dengan Cara Ini

Pencegahan Penyakit pada Sistem Pencernaan

Berikut ini beberapa cara mencegah terjadinya penyakit pada sistem pencernaan si Kecil:

  • Konsumsi makanan bergizi dengan kandungan nutrisi alami

    Mums perlu menyeimbangkan asupan nutrisi dengan tepat, meliputi protein, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Sebaiknya hindari konsumsi makanan tinggi lemak, asam, pedas, dan mengandung kafein agar saluran pencernaan si Kecil tetap terjaga. Mums juga sebaiknya hindari memasak dan memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak. Selain itu, upayakan si Kecil mendapatkan prebiotik dan probiotik dalam makanan sehari-harinya untuk mendukung kesehatan pencernaannya. 

  • Penuhi asupan cairan harian

    Selain pemberian makanan bergizi, si Kecil juga perlu memenuhi asupan cairan harian agar terhindar dari penyakit pada sistem pencernaan. Sebab, cairan berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kelancaran saluran pencernaan. Mums bisa memberikan si Kecil air mineral dan sayur serta buah yang mengandung tinggi air, seperti semangka, tomat, mentimun, jeruk, blewah, stroberi, dan melon. 

  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan

    Penyakit pada sistem pencernaan juga bisa disebabkan oleh virus dan bakteri. Maka dari itu, pastikan Mums selalu menjaga kebersihan tubuh si Kecil, makanan yang dikonsumsi, serta lingkungan sekitar. 

  • Ajak si Kecil beraktivitas

    Mengajak si Kecil beraktivitas fisik dapat mencegah munculnya penyakit pada sistem pencernaan. Aktivitas fisik bisa membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, sistem imun, dan saluran pencernaan. Aktivitas fisik berupa bermain atau berolahraga akan merangsang aktivitas saluran pencernaan, sehingga membantu si Kecil mencerna makanan yang ia konsumsi dengan baik. 

Selain itu, pilihlah susu pertumbuhan yang proses pemanasannya tidak berulang kali (single process) agar nutrisinya lebih mudah dicerna oleh saluran pencernaan si Kecil. Susu FRISO Gold 4 bisa menjadi solusi karena mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. 

Susu FRISO Gold 4 termasuk susu pertumbuhan bernutrisi tinggi yang diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang