Lompat ke isi utama
Warna pup bayi

8 Warna Pup Bayi yang Normal dan Berbahaya, Sudah Tahu Mums?

Warna pup bayi bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan buah hati Mums sehat atau justru mengalami penyakit tertentu. Kenali tandanya di sini

Tahukah Mums bahwa warna pup bayi bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kondisi kesehatannya? Yup! Tekstur dan warna pup bayi bisa menjadi pertanda bahwa buah hati Mums sedang sehat atau justru sedang sakit. Maka dari itu, biasanya pemeriksaan kesehatan bayi akan mencakup pemeriksaan tekstur dan warna pup bayi. Lantas, seperti apa warna pup bayi yang normal dan tidak normal? Untuk mengetahuinya, kita simak penjelasan dalam artikel ini, yuk! 

Jenis Warna Pup Bayi

Berikut ini beberapa warna pup bayi yang perlu Mums perhatikan supaya bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara tepat, antara lain:

  1. Warna pup bayi: hitam

    Bayi yang baru lahir biasanya akan mengeluarkan pup yang berwarna hitam. Warna pup bayi baru lahir yang berwarna hitam dengan konsistensi kental dinamakan mekonium. Isinya terdiri dari lendir, jaringan kulit, dan cairan amniotik. Warna pup bayi ini tidak boleh berlangsung lebih dari beberapa hari setelah ia lahir ya, Mums. Jika buah hati Mums yang sudah berusia 1 bulan ke atas masih mengeluarkan pup berwarna hitam, maka kondisi tersebut tidak normal dan menunjukkan gangguan kesehatan yang harus segera ditangani oleh dokter.

  2. Warna pup bayi: oranye dan kuning kecokelatan

    Warna pup bayi oranye dan kuning kecokelatan termasuk kondisi normal dan biasanya muncul setelah mekonium selesai dikeluarkan. Warna pup bayi ini menjadi pertanda bahwa buah hati Mums sudah mengonsumsi ASI. Teksturnya pun sering kali cair atau terkadang padat.

  3. Warna pup bayi: hijau

    Beberapa hari setelah lahir, warna pup bayi biasanya akan mengalami perubahan, yang awalnya berwarna hitam, biasanya akan berubah menjadi kuning seperti mustard. Namun, selama masa transisi dari warna hitam ke kuning, Mums mungkin saja akan melihat warna pup bayi yang hijau. 

    Warna hijau ini sebenarnya termasuk kondisi yang normal, jika tidak disertai gejala gangguan kesehatan lain, seperti perut kembung, demam, dan lain sebagainya. Warna hijau ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makanan yang dikonsumsi oleh Mums, keseimbangan antara ASI foremilk dan hindmilk, alergi, bayi sedang sakit, tumbuh gigi, dan lain-lain. 

  4. Warna pup bayi: kuning terang

    Warna pup kuning terang termasuk kondisi yang normal pada bayi yang diberi ASI. Namun, jika pup bayi berwarna kuning terang yang disertai dengan peningkatan frekuensi buang air besar (BAB), maka kemungkinan bayi sedang mengalami diare. Selain itu, jika teksturnya berminyak dan berbau busuk, bisa juga menjadi tanda bahwa bayi kelebihan lemak dalam pup. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang berusia 6 bulan ke atas disebabkan oleh MPASI. 

  5. Warna pup bayi: cokelat kehijauan

    Pup yang berwarna cokelat dan hijau termasuk kondisi yang normal dan biasanya dialami oleh bayi yang telah diberikan susu formula. Tekstur pup bayi yang minum susu formula juga akan lebih padat dibandingkan bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif. 

  6. Warna pup bayi: hijau tua

    Pup bayi yang berwarna hijau tua juga termasuk kondisi yang normal ya, Mums, terutama pada bayi yang baru menjalani masa pengenalan MPASI dan makanan yang mengandung warna dasar hijau, seperti bayam, brokoli, kacang polong, dan lainnya. Selain itu, bayi yang mengonsumsi suplemen zat besi juga bisa mengeluarkan pup berwarna hijau.

  7. Warna pup bayi: merah

    Pup bayi berwarna merah bisa dianggap normal jika Mums atau bayi telah mengonsumsi makanan atau minuman berwarna merah. Namun pada beberapa kondisi, warna merah ini bisa disebabkan oleh adanya perdarahan akibat gangguan pencernaan yang dialami oleh bayi. Untuk mengatasi kondisi ini, sebaiknya Mums segera membawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

  8. Warna pup bayi: putih dan abu-abu

    Mums perlu hati-hati bila pup bayi berwarna putih karena ini mengindikasikan kurangnya produksi empedu di hati bayi. Akibatnya, asupan nutrisi yang ia konsumsi tidak dapat dicerna dengan baik. Ini merupakan kondisi yang serius dan perlu ditangani oleh dokter. Bayi yang mengeluarkan pup berwarna abu-abu juga harus segera diperiksa dokter karena kondisi tersebut bisa menjadi pertanda bahwa ia mengalami masalah infeksi pencernaan.

Bagaimana Tekstur Pup Bayi yang Normal?

Bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki tekstur pup yang tidak berbentuk. Tekstur yang dihasilkan biasanya bergumpal-gumpal kecil, seperti pasta atau krim, jelly, dan ada juga pup yang teksturnya hanya berupa cairan.

Sedangkan, pada bayi yang diberikan susu formula, tekstur pupnya lebih padat dengan bentuk gumpalan-gumpalan besar dan berbongkah. Oleh karena itu, bayi yang mengonsumsi susu formula biasanya akan lebih sering mengalami sembelit atau konstipasi. Sebab, pencernaan bayi akan bekerja ekstra untuk mencerna nutrisi dalam susu formula. 

Sedangkan, nutrisi dalam ASI lebih mudah dicerna oleh bayi. Apabila buah hati Mums mengonsumsi susu formula tetapi tekstur pupnya encer atau cair, apalagi disertai dengan peningkatan frekuensi pup, maka Mums harus segera membawanya ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat karena dikhawatirkan ia mengalami diare. 

Bagaimana Frekuensi Pup Bayi yang Normal?

Pada minggu-minggu pertama kelahirannya, bayi bisa buang air kecil atau buang air besar sampai 8 kali sehari. Namun, ada juga bayi yang hanya buang air kecil selama 3 hari sekali, bahkan 5 hari baru bisa pup.

Mums tidak perlu khawatir jika bayi tidak pup secara rutin dalam sehari. Selama buah hati Mums diberikan ASI eksklusif dengan cukup dan frekuensi buang air kecilnya sebanyak 5 atau 6 kali sehari, itu artinya ia menyerap semua zat gizi yang terdapat dalam ASI. Akan tetapi, jika ia tidak pup lebih dari 1 hari dengan menunjukkan gejala yang tidak nyaman, seperti kolik dan perut kembung, maka segeralah bawa ia ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

Bagi bayi yang baru lahir hingga berusia 6 bulan, sebaiknya Mums memberikan ia asupan ASI eksklusif secara rutin agar kesehatan sistem pencernaannya tetap terjaga. Seperti yang telah disebutkan, pencernaan setiap bayi itu berbeda, maka frekuensi pupnya pun akan berbeda. Ada bayi yang bisa menyerap semua zat gizi dalam ASI dengan mudah, tetapi ada juga bayi yang belum mampu menyerap seluruhnya. 

Yang terpenting adalah Mums dapat memastikan frekuensi buang air kecilnya normal dan memberikan ASI eksklusif secara rutin. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisomum Gold Dualcare+ agar dapat memenuhi kebutuhan gizi harian bayi lebih optimal. Susu Frisomum Gold Dualcare+ merupakan susu yang mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan mendukung kesehatan pencernaan Mums karena melalui proses pengolahan satu kali (single process), mengandung prebiotik Inulin-FOS dan probiotik Bifidobacterium animalis subs. lactis HN019. 

Selain itu, susu Frisomum Gold Dualcare+ juga mengandung protein, zat besi, kalsium, ALA/LA, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan sampai masa menyusui. Di samping susu Frisomum Gold Dualcare+, Mums juga perlu mencukupi asupan nutrisi dari makanan bergizi seimbang lainnya, serta menjalani pola hidup sehat dan aktif. 

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang