Lompat ke isi utama
Adakah Kaitan antara Makanan dan Sistem Pencernaan si Kecil?

Makanan dan Sistem Pencernaan Anak, Adakah Hubungannya?

Bahasan mengenai makanan dan sistem pencernaan memang tak ada habisnya. Adakah hubungannya? Bagaimana cara menjaga kesehatan sistem pencernaan Anak?

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan hubungan antara makanan dan sistem pencernaan anak. Hampir seluruh penelitian secara umum memberikan hasil yang sama, bahwa makanan yang dikonsumsi anak sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan sistem pencernaannya. Ini sebabnya, penting untuk memperhatikan komposisi makanan yang diberikan pada anak, untuk mendukung kesehatan sistem pencernaannya.

Untuk anak-anak pada usia 3 hingga 6 tahun, variasi makanan yang diberikan sudah semakin banyak. Hal ini karena sistem pencernaan anak telah terbentuk sempurna dan bisa mencerna makanan yang bertekstur lebih padat. Sebenarnya justru anak membutuhkan makanan bertekstur padat, karena makanan jenis ini banyak mengandung nutrisi yang diperlukan dalam masa tumbuh kembangnya.

Untuk membantu menjaga sistem pencernaannya tetap sehat, ada tiga hal utama yang bisa Mums lakukan. Poin pertama dan kedua adalah pada makanannya. Pertama, pastikan makanan anak mengandung banyak serat. Kedua, jangan lupakan asupan cairan untuk anak, sebagai pemenuhan pada kebutuhan cairan untuk tubuhnya. Ketiga adalah dengan latihan atau gerak fisik aktif.

Untuk penjelasan lebih lanjut, Mums bisa menyimak uraian ketiga poin tersebut di bawah ini.

Makanan Kaya Kandungan Serat

Hubungan antara makanan dan sistem pencernaan anak bisa dimulai dari memberikan makanan kaya kandungan serat. Setidaknya, pada usia ini anak memerlukan asupan nutrisi serat sekitar 25 gram setiap harinya. Tapi bukankah jumlah ini cukup banyak? Darimana bisa mendapatkan asupan 25 gram serat setiap hari? Makanan apa yang aman untuk anak?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama adalah dengan makanan sehat dan higienis. Jenis makanan yang baik untuk anak dan kaya serat juga tidak sedikit. Mulai dari apel dan buah pir (jangan lupa untuk mengupasnya ya Mums!), kemudian segala jenis kacang-kacangan, sereal dengan kandungan serat tinggi (periksa pada informasi gizi yang tertera di kemasannya), kentang panggang, yogurt serta segala jenis buah beri yang memiliki biji.

Setiap jenis makanan di atas bisa diberikan sebagai menu makanan sehari-hari dengan kombinasi yang beragam, sehingga anak tidak cepat bosan. Mums bisa menemukan berbagai kreasi masakan atau makanan dari bahan-bahan tersebut sehingga nafsu makan anak tetap terjaga.

Kebersihan Bahan Makanan

Agar sistem pencernaan makanan anak selalu sehat, tentunya faktor kebersihan makanan juga sangat berpengaruh. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau mengandung bahan berbahaya dapat mengancam kesehatan sistem pencernaan anak. Oleh karena itu, ketika hendak membeli atau memilih asupan makan untuk anak, selalu perhatikan food safety dan food transparency dari makanan tersebut ya, Mums. Dari mana bahan makanan tersebut berasal? Bagaimana cara pengolahannya? Atau apakah makanan tersebut mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan anak? Intinya, selalu utamakan kualitas dan keamanan pangan dari makanan yang hendak Mums berikan untuk anak, ya.

Asupan Cairan yang Seimbang

Memberikan makanan kaya kandungan serat pada anak tanpa memberikan asupan cairan yang seimbang jumlahnya justru bisa jadi hal yang berbahaya. Serat yang masuk tidak akan dapat dicerna dengan sempurna dan malah dapat menghambat sistem pencernaannya, sehingga mengganggu kesehatan pencernaan anak.

Asupan cairan terbaik yang bisa Mums berikan untuk anak adalah air mineral. Air mineral memiliki kandungan yang cukup untuk membantu anak mencerna makanan yang dikonsumsinya sehingga dapat memecah nutrisi yang ada dalam makanan tersebut, nutrisi yang sudah sedikit terurai akan lebih mudah diserap oleh tubuh anak sehingga kebutuhan nutrisinya lebih mudah terpenuhi.

Mungkin ada pertanyaan dalam benak Mums, bagaimana jika memberikan asupan cairan lain selain air mineral? Jus misalnya? Atau minuman dengan rasa segar dalam kemasan? Untuk jus sendiri, selama itu adalah jus dari buah organik dan tidak terlalu banyak ditambahkan gula, tidak masalah. Jus dapat membantu mencukupi kebutuhan serat dan nutrisi lain yang diperlukan. Namun untuk minuman kemasan, sebaiknya dihindari sebisa mungkin karena mengandung banyak zat kimia yang kurang baik untuk tubuh anak.

Aktivitas FIsik

Selain memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, Mums juga perlu memastikan anak melakukan gerakan fisik secara aktif setiap harinya. Gerak fisik yang dilakukan dengan aktif, dapat memberikan rangsangan pada bagian perut dan membuat sistem pencernaan lebih sehat. Pada kadar tertentu, gerak aktif juga akan membantu organ pencernaan dalam mencerna makanan yang masuk dan menyerap nutrisi yang ada di dalamnya.

Tentu saja, setelah makan dan minum yang cukup, berikan sedikit waktu agar makanan dapat dicerna perlahan. Setelah memberikan waktu istirahat sejenak, biarkan anak kembali bermain bersama teman-temannya.

Melihat penjelasan di atas tadi, cukup nampak bahwa hubungan antara makanan dan sistem pencernaan sangat erat. Dengan asupan makanan yang tepat, tubuh anak akan mendapat nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Pada saat bersamaan, makanan yang dikonsumsi juga menjaga kesehatan sistem pencernaannya.

Makanan dan sistem pencernaan memang merupakan topik yang cukup sering dibahas pada berbagai artikel terkait kesehatan anak. Untuk membantu Mums memenuhi nutrisi harian anak, Mums bisa memberikan Friso Gold 4 sebagai pelengkap asupan nutrisi. Dengan teknologi Locknutri, kualitas alami nutrisi akan terjaga dan lebih mudah diserap tubuh anak. Ini akan membantu anak agar kuat dari dalam. Mums juga bisa berkonsultasi terkait nutrisi dan tumbuh kembang anak dengan Ahli Nutrisi Alami Friso (ANA) pada situs resmi Friso dengan fitur live chat.