Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Anak-Suka-Camilan-Manis-Berlebihan?-Hati-hati,-Ini-Efek-Sampingnya

Anak Suka Camilan Manis Berlebihan? Hati-hati, Ini Efek Sampingnya

Saat anak susah makan, apa yang biasanya Mums lakukan? Mungkin ada di antara Mums yang memberikan anak camilan manis sebagai umpan agar anak mau mengonsumsi makanan utamanya. Camilan manis berupa permen, cokelat, es krim, kue, dan lainnya cenderung jadi pilihan Mums untuk memanjakan anak. Padahal, di balik camilan manis ini tersimpan dampak buruk yang mengganggu kesehatan tubuh anak lho. Namun, apakah semua camilan manis memiliki efek samping berbahaya? Sebelum mengetahui hal ini, penting bagi Mums untuk memahami pentingnya camilan sehat untuk anak di samping konsumsi makanan pokok atau utamanya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya idai.or.id menyebutkan bahwa pemberian camilan anak itu penting agar menambah asupan nutrisi yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan. Eits, ini bukan berarti Mums bisa dengan bebas memberikan camilan manis dan asin kepada anak ya! 

Dalam memberikan camilan bergizi, jumlah atau porsinya harus sesuai batas. Kenapa? Karena anak di bawah usia tiga tahun masih memiliki kapasitas makan yang terbatas sehingga berisiko tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup jika hanya mengandalkan asupan dari makanan pokok saja. Pemberian camilan secara terjadwal di sela-sela jam makan utama dapat mendukung terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak. Sebaliknya, mengonsumsi camilan yang tidak terjadwal alias berantakan dapat memicu perilaku buruk yang akhirnya bisa berpengaruh terhadap kekurangan atau kelebihan nutrisi, serta sulitnya anak mengelola rasa kenyang dan lapar dengan baik. 

Maka dari itu, Mums harus paham bahwa pemberian camilan merupakan sarana untuk menambah nutrisi anak, bukan sebagai hadiah atau umpan karena anak tidak mau makan makanan bergizi. Jika Mums ingin menjadikan camilan sebagai hadiah untuk anak, pastikan camilan yang diberikan itu mengandung gizi seimbang yang mendukung tumbuh kembangnya. Ada banyak jenis camilan yang ada di pasaran, seperti camilan manis, camilan asin, dan camilan pedas. Di antara ketiga jenis ini, pasti anak-anak lebih memilih camilan manis, bukan? Namun, apakah camilan manis aman untuk anak? Apakah Mums perlu waspada dengan camilan manis yang dikonsumsi si kecil? Mums bisa ketahui faktanya di bawah ini.

Pengaruh Camilan Manis Terhadap Kesehatan Anak

Anak-anak yang berusia di bawah dua tahun dianjurkan untuk tidak mengonsumsi camilan manis yang mengandung gula atau sukrosa. Anjuran ini disampaikan oleh American Academy of Pediatrics dalam laman resminya aap.org. Sedangkan, anak-anak yang berusia dua tahun ke atas hanya boleh mengonsumsi gula tidak lebih dari 25 gram atau setara enam sendok teh setiap hari. Sebab, banyak penelitian yang membuktikan bahwa jumlah sukrosa dalam camilan manis yang dikonsumsi anak secara konsisten menyebabkan peningkatan gula darah yang besar di kemudian hari. Alhasil, anak-anak bisa berisiko menderita penyakit berbahaya di kemudian hari.

Selain itu, pemberian camilan manis yang berlebihan bisa menyebabkan anak ketagihan atau kecanduan gula lho, Mums. Sebab, banyak dugaan yang menyebut bahwa gula yang masuk ke dalam tubuh anak akan diartikan sebagai sesuatu yang menyenangkan oleh otak. Inilah yang menyebabkan anak kecanduan dan terus menerus ingin mengonsumsi camilan manis yang tinggi gula. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk mengatur asupan camilan manis yang dikonsumsi anak-anak, terutama untuk anak yang berusia tiga tahun ke atas. Di usia ini, anak sudah mulai mengetahui jenis-jenis camilan manis karena melihat dari produk yang dijual di pasaran, kebiasaan teman sebayanya, hingga iklan-iklan yang menggugah seleranya. Selain membuat anak jadi kecanduan gula, camilan manis bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti:

  1. Kerusakan gigi

    Sisa gula dari camilan manis akan menempel pada celah-celah gigi dan jika dikonsumsi terlalu banyak akan semakin menumpuk dan menyebabkan pembusukan gigi hingga menjadi rusak. Bakteri yang ada di dalam mulut akan menjadikan gula sebagai makanannya dan menghasilkan zat asam. 

    Jika gigi tidak dirawat dengan baik, maka gabungan antara bakteri, sisa gula, zat asam, dan air liur tersebut bisa membentuk plak gigi. Akibatnya, si kecil bisa mengalami sakit gigi, seperti gigi berlubang. Apabila kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, si kecil akan mengalami kerusakan gigi secara permanen yang bisa memicu masalah lainnya, seperti infeksi gusi, peradangan, bengkak, dan penyakit mulut lainnya. 

  2. Obesitas

    Mums pasti paham betul bahwa gula bisa menyebabkan berat badan seseorang bisa bertambah hingga memicu obesitas. Begitu pula jika si kecil terlalu banyak mengonsumsi camilan manis, kemungkinan besar ia akan kecanduan untuk terus mengonsumsi gula hingga ia beranjak dewasa. Anak-anak yang obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengajarkan pola hidup sehat aktif sejak dini kepada anak-anak. 

  3. Penyakit lain

    Mengonsumsi camilan manis yang berlebihan juga bisa menyebabkan si kecil berisiko mengidap penyakit lainnya, seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, yang bisa menyerang sejak remaja. Sebuah penelitian membuktikan bahwa terlalu banyak mengonsumsi camilan manis mampu meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati membuang lebih banyak lemak tidak baik ke dalam aliran darah. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes. 

    Baca juga: Anak Kekurangan Gizi? Hati-hati, Inilah Dampak Buruknya

Tips Mengganti Camilan Manis dengan Camilan Bergizi

  • Perbanyak camilan yang sehat 

    Jika si kecil terlalu suka dengan camilan manis, Mums bisa menggantinya dengan buah-buahan potong dan olahan lainnya karena buah mengandung gula alami yang lebih baik untuk kesehatan tubuh si kecil. Selain gula alami, camilan yang sehat juga mengandung nutrisi protein, karbohidrat, lemak secara seimbang namun dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan makanan pokok atau utama. Camilan yang sehat lebih baik diolah sendiri oleh Mums agar kandungan nutrisinya dapat diketahui dengan jelas, serta bisa dikreasikan dengan menarik agar si kecil mau mengonsumsinya. 

  • Pilih camilan yang kandungannya aman

    Hati-hati Mums, banyak camilan manis yang dijual di pasaran mengandung bahan tambahan pangan yang berbahaya. Ada beberapa bahan tambahan yang dilarang oleh BPOM, antara lain asam borat, asam salisilat, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, formalin, hingga pewarna tekstil Rhodamin B. Mengonsumsi makanan yang mengandung formalin atau rhodamin dapat menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh dan menimbulkan risiko kanker. 

  • Camilan anak harus higienis

    Pastikan jenis camilan anak yang dipilih sudah terjaga kebersihannya. Sebisa mungkin Mums membuat camilan anak buatan sendiri, karena cara pengolahan dan kebersihannya lebih bisa terjamin. Selain itu, hindari kebiasaan menyimpan permen, cokelat, es krim sebagai camilan manis di rumah. Lebih baik diganti dengan buah, sayur, atau camilan rumahan yang lebih sehat. 

  • Atur jumlah konsumsinya

    Camilan manis bisa menyebabkan anak obesitas. Bagi anak yang obesitas, camilan merupakan sarana mengontrol asupan kalori sambil tetap mempertahankan rasa kenyang. Berikan camilan sehat dan bergizi berupa buah potong, bukan jus buah. 

  • Penuhi kebutuhan cairan anak

    Saat anak terbiasa mengonsumsi camilan, jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairannya juga ya Mums. Caranya dengan rutin minum air putih setiap hari. Hindari kebiasaan minum minuman manis seperti teh manis, jus buah ditambah gula, dan minuman bersoda. Mums harus membiasakan si kecil minum air putih sebelum dan sesudah makan, baik itu makanan utama maupun camilan. 


Asupan camilan manis yang berlebihan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, begitu pula jika si kecil mengonsumsi susu pertumbuhan dengan kandungan sukrosa yang tinggi. Solusinya, Mums perlu memberikan si kecil susu pertumbuhan yang tidak mengandung sukrosa sama sekali seperti susu FRISO Gold 4. Susu FRISO Gold 4 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa, sehingga membantu mendukung tumbuh kembang ideal si kecil. Susu FRISO Gold 4 juga diformulasikan dengan teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.