Lompat ke isi utama
Anak Susah Makan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Yuk!

Anak Susah Makan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Yuk!

Anak susah makan menjadi salah satu tantangan tersendiri yang sering dirasakan oleh sebagian besar Mums. Menghadapi anak susah makan diperlukan kesabaran dan strategi khusus. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengetahui penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya agar gizi harian si Kecil dapat terpenuhi secara optimal. Sebab, bila kondisi ini dibiarkan dalam waktu yang lama, kemungkinan besar kebutuhan nutrisi si Kecil tidak optimal dan memicu gangguan kesehatan jangka panjang.

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Saat menghadapi anak susah makan, Mums perlu mengetahui dulu apa saja penyebabnya. Ini karena setiap penyebab memiliki cara mengatasi yang berbeda pula. Nah, berikut ini beberapa penyebab anak susah makan yang perlu Mums ketahui:

  • Bosan

    Anak susah makan bisa disebabkan oleh rasa bosan lho. Kondisi ini bisa terjadi jika Mums menyajikan satu menu dan melihat si Kecil sangat lahap mengonsumsi makanan tersebut, sehingga Mums memberikan menu yang sama di kemudian hari dengan harapan si Kecil akan tetap lahap. Namun, bukannya lahap, si Kecil justru menolak mengonsumsi makanan tersebut. Nah, kondisi ini bisa jadi tanda si Kecil bosan sehingga ia jadi susah makan. 

    Cara mengatasi: Cobalah menyajikan menu yang bervariasi setiap harinya. Mums perlu melihat makanan jenis apa saja yang disukai oleh si Kecil, kemudian olah kembali makanan tersebut dengan cara berbeda dan diimbangi dengan jenis lainnya agar si Kecil tidak mudah bosan. 

  • Merasa tertekan

    Dalam laman resmi sarahremmer.com, Sarah Remmer, seorang ahli nutrisi anak dan keluarga menyebutkan bahwa anak susah makan bisa disebabkan oleh sikap orang tua yang berlebihan. Beberapa sikap orang tua yang membuat anak tertekan saat makan di antaranya mengawasi setiap gerakan si Kecil, memaksa si Kecil untuk melahap semua makanannya, terlalu banyak bicara, atau selalu ingin menyuapi si Kecil padahal ia sedang berusaha makan sendiri. 

    Cara mengatasi: Meskipun Mums harus memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil terpenuhi dan mengawasinya saat sedang makan, namun cobalah lakukan dengan wajar. Hindari menunjukkan sikap khawatir yang berlebihan karena akan membuat si Kecil tidak nyaman. 

  • Hanya memilih makanan tertentu

    Untuk balita, mengonsumsi makanan padat merupakan kemampuan yang baru bisa dilakukannya. Oleh karena itu, diperlukan waktu yang cukup agar si Kecil terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur makanan yang ia konsumsi. Jika terlalu fokus memberikan satu jenis makanan, maka bisa menyebabkan si Kecil hanya akan memilih makanan tertentu sehingga menyebabkan anak susah makan.

    Cara mengatasi: Perkenalkan berbagai jenis makanan secara perlahan sejak dini. Setelah disajikan beberapa kali, si Kecil mungkin akan mulai tertarik untuk memakannya. Mums juga bisa mengenalkan jenis makanan baru yang disajikan bersama makanan favoritnya. Selain itu, hindari waktu makan yang berdekatan dengan waktu tidur karena rasa lelah juga akan memengaruhi minat si Kecil saat mencoba makanan baru. 

  • Tidak fokus 

    Anak susah makan juga bisa disebabkan karena fokusnya terganggu oleh hal atau kegiatan lain. Kondisi ini bisa muncul saat si Kecil terlalu asyik menonton TV, bermain gadget, atau kegiatan lainnya. 

    Cara mengatasi: Sebaiknya hindari kebiasaan makan sambil menonton TV atau bermain gadget agar tidak mengganggu konsentrasi saat si Kecil makan. Buatlah waktu makan yang kondusif dan menyenangkan agar si Kecil nyaman. 

  • Takut mencoba makanan baru

    Penyebab lain anak susah makan biasanya karena memiliki ketakutan tersendiri mengenai makanan tersebut. Ketakutan ini bisa karena aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan yang masih baru bagi si Kecil. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak yang baru saja hendak mencoba makanan jenis baru atau pernah mencobanya tapi tidak suka. Kekhawatiran inilah yang bisa menyebabkan si Kecil tumbuh menjadi anak yang pilih-pilih makanan (picky eater). Kondisi ini secara tidak langsung dapat membuat variasi makanan si Kecil menjadi lebih terbatas, sehingga berpengaruh terhadap kecukupan nutrisi hariannya. 

    Cara mengatasi: Kenalkan makanan baru yang disajikan bersama dengan makanan kesukaannya. Cara lainnya, Mums dapat menyajikan makanan baru dengan tampilan yang lebih kreatif dan menarik agar si Kecil tertarik mengonsumsinya. Pastikan untuk meyakinkan si Kecil bahwa makanan tersebut memiliki rasa yang lezat dan sehat. 

    Baca juga: Cegah Anak Kekurangan Gizi dengan Susu Bebas Sukrosa

  • Hanya mau makanan cepat saji

    Zaman sekarang banyak orang tua yang memilih makanan cepat saji yang lebih praktis karena faktor kesibukan. Padahal, jika hal ini dilakukan secara berulang justru bisa membentuk pola hidup yang tidak sehat. Makanan cepat saji umumnya banyak mengandung garam, gula, dan rendah nutrisi. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan tidak sehat ini bisa menyebabkan anak susah makan makanan sehat, mengalami diabetes, kegemukan atau obesitas, dan tekanan darah tinggi. 

    Cara mengatasi: Terapkan pola hidup sehat sejak dini dengan memberikan si Kecil makanan yang diolah sendiri di rumah agar terjaga kebersihan dan kesehatannya. Pastikan dalam setiap 1 porsi makanan mengandung zat gizi makro (protein, karbohidrat, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) agar asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh si Kecil lebih optimal. 

  • Sembelit

    Anak susah makan juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan, salah satunya adalah sembelit atau konstipasi. Ketika si Kecil mengalami sembelit, frekuensi buang air besarnya akan lebih jarang. Bahkan, si Kecil bisa saja BAB hanya beberapa kali dalam seminggu. Penyebab sembelit biasanya karena si Kecil kurang mengonsumsi makanan berserat, kurang minum air putih, dan banyak mengonsumsi makanan yang dimasak atau diolah berulang kali. Kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman sehingga anak susah makan dan tidak mau mengonsumsi apapun. 

    Cara mengatasi: Penuhi kebutuhan cairan harian si Kecil, pastikan ia mendapat asupan serat yang seimbang, ajak si Kecil untuk lebih aktif bergerak, dan biasakan si Kecil untuk rutin BAB. Upayakan si Kecil mendapatkan makanan yang dimasak atau diolah satu kali saja. 

  • Diare

    Selain sembelit, diare juga bisa menjadi penyebab anak susah makan lho, Mums. Kondisi ini ditandai dengan nafsu makan si Kecil yang berkurang secara tiba-tiba akibat infeksi virus atau bakteri di dalam saluran pencernaannya. Mums perlu memerhatikan apakah si Kecil jadi sering bolak-balik kamar mandi dan mengeluhkan sakit perut berulang kali. Apabila si Kecil mengalami kondisi tersebut, kemungkinan besar ia sedang diare.

    Cara mengatasi: Anak susah makan karena diare bisa diatasi dengan cara memerhatikan asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Selain itu, berikan si Kecil makanan sehat dalam porsi kecil namun lebih sering jika si Kecil bisa menghabiskannya. Hindari memberikan obat-obatan terlebih dahulu, sebaiknya Mums konsultasi dengan dokter jika si Kecil terlihat pucat, sesak napas, demam tinggi, diare berlangsung lebih dari 3 hari, atau terdapat darah pada fesesnya. 

Kondisi anak susah makan memang fase yang sering dialami oleh sebagian besar anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Mums tidak perlu khawatir secara berlebihan, cobalah amati penyebab anak susah makan dan lakukan berbagai cara untuk mengatasi kondisi tersebut. Untuk mendukung asupan gizi harian si Kecil, Mums bisa menambahkan susu pertumbuhan yang kaya akan nutrisi, seperti Susu FRISO Gold 4 yang mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Dengan kemasan baru, susu FRISO Gold 4 tetap bernutrisi tinggi, diperkaya pula dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam. 

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang