Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Fungsi vitamin d

Apa Fungsi Vitamin D untuk Anak? Simak Penjelasannya di Sini

Fungsi vitamin D untuk anak bukan hanya penting bagi tulang lho. Ada pula manfaat lain yang tak kalah penting, sehingga wajib dikonsumsi dengan tepat

Salah satu fungsi vitamin D yang populer yaitu dapat menjaga kesehatan tulang. Ini karena vitamin D berperan untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor, guna mendukung kesehatan tulang dan gigi si Kecil. Namun, fungsi vitamin D ternyata bukan hanya itu saja lho, Mums. Ada fungsi vitamin D lainnya yang tak kalah penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil.

Fungsi Vitamin D untuk si Kecil

Berikut ini beberapa fungsi vitamin D untuk si Kecil yang perlu Mums ketahui, di antaranya:

  • Mengoptimalkan pertumbuhan tulang

    Seperti yang telah disebutkan, fungsi vitamin D yang paling sering dibahas yaitu untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang. Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang diperoleh dari makanan yang mengandung vitamin D dan kemudian diaktifkan di kulit yang terpapar sinar matahari. Nah, fungsi vitamin D di dalam tubuh yaitu untuk menyerap kalsium dengan lebih baik. Itulah sebabnya, fungsi vitamin D bersama dengan kalsium dapat menjaga kesehatan dan pertumbuhan tulang. Sebenarnya bukan hanya tulang yang mendapatkan fungsi vitamin D ini, tetapi juga gigi dan otot si Kecil. 

  • Membantu meningkatkan sistem imun tubuh

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), fungsi vitamin D juga penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil jika dikonsumsi secara rutin sesuai dengan batas normal. Jumlah asupan vitamin D ini bisa ditentukan sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing anak.

    Para ahli menganjurkan anak yang berusia di atas 1 tahun sebaiknya mendapatkan jumlah asupan vitamin D per hari lebih dari 600 IU. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 dari Kemenkes RI, kebutuhan vitamin D untuk anak usia 1-3 tahun yaitu 15 mcg per hari. 

    Kebutuhan vitamin D tersebut bisa Mums dapatkan dari berbagai sumber vitamin D dalam makanan, kemudian diaktifkan oleh paparan sinar matahari. Dengan begitu, fungsi vitamin D pada tubuh si Kecil bisa lebih optimal, sehingga kemungkinan ia akan terhindar dari risiko berbagai penyakit. 

  • Mengurangi risiko penyakit

    Menurut penelitian, fungsi vitamin D juga dapat mencegah risiko penyakit, seperti diabetes, penyakit autoimun, depresi, hingga kanker. Asupan vitamin D yang optimal dalam tubuh dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Vitamin D yang kadarnya tidak memadai dalam tubuh akan berdampak buruk pada produksi insulin dan toleransi glukosa. 

    Selain itu, vitamin D pun berperan penting untuk perkembangan dan fungsi otak. Oleh karena itu, fungsi vitamin D cukup penting untuk kesehatan si Kecil hingga jangka panjang. Bahkan, vitamin D juga dapat meningkatkan produksi antioksidan yang dapat mendukung peran vitamin C sebagai antimikroba.

Makanan yang Kaya Vitamin D

Untuk mendapatkan fungsi vitamin D yang lebih optimal, Mums perlu membiasakan si Kecil berjemur di pagi atau sore hari. Menurut Kementerian Kesehatan RI, anak-anak dianjurkan mendapat paparan sinar matahari pagi sejak terbit sampai jam 09.00 pagi dan sore hari jam 15:00 sampai matahari terbenam. Durasinya cukup 10 sampai 15 menit, sebanyak 3 kali dalam seminggu. Atau Mums bisa mengajak si Kecil untuk bermain di luar ruangan pada waktu tersebut. 

Selain itu, si Kecil juga bisa mendapatkan fungsi vitamin D dari beberapa jenis sumber makanan yang kaya vitamin D, di antaranya: 

  • Susu

    Susu termasuk sumber vitamin D yang memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Bahkan, susu juga merupakan makanan yang kaya akan nutrisi lain, di antaranya protein, karbohidrat, lemak, serta beragam vitamin dan mineral lainnya. Nah, salah satu susu yang mengandung vitamin D adalah susu pertumbuhan FRISO Gold 3 yang mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak.

    Susu Friso Gold 3 termasuk susu bernutrisi tinggi yang diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam. 

  • Ikan Salmon

    Fungsi vitamin D bisa Mums temukan juga dalam ikan salmon. Salmon termasuk jenis ikan yang memiliki banyak nutrisi, seperti protein, lemak, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B3, selenium, kalsium, kalium, dan natrium. Selain penting untuk kesehatan tulang, ikan salmon juga bermanfaat untuk menunjang perkembangan otak, baik untuk kesehatan jantung, kulit, dan rambut. 

  • Ikan Sarden

    Jenis ikan lainnya yang memberikan fungsi vitamin D bagi tubuh si Kecil adalah ikan sarden. Di balik rasanya yang gurih, ikan sarden mengandung banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, vitamin B12, vitamin E, zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan zinc. Oleh karena itu, sarden bermanfaat untuk melindungi fungsi otak, menjaga kesehatan jantung, membangun dan memelihara otot tubuh, dan menjaga kesehatan tulang.

  • Ikan Tuna

    Ikan tuna juga termasuk makanan yang mengandung vitamin D yang cukup tinggi. Ikan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan si Kecil, di antaranya mendukung perkembangan otak, meningkatkan metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah anemia. Manfaat ini bisa si Kecil dapatkan berkat kandungan nutrisi yang beragam, seperti protein, asam lemak omega 3, vitamin B, vitamin D, kalsium, fosfor, kalium, zinc, selenium, dan kolin. 

  • Hati Sapi

    Meskipun mengandung vitamin D dalam jumlah yang sedikit dibandingkan ikan, namun hati sapi bisa mendukung kebutuhan vitamin D per hari si Kecil lho. Namun, Mums tetap harus membatasi asupan makanan ini sesuai batas normal. Sebab, hati sapi mengandung kolesterol yang cukup tinggi, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berbahaya terhadap kesehatan. 

  • Kuning telur

    Selain berbagai jenis ikan dan hati sapi, kuning telur juga termasuk makanan yang kaya akan vitamin D dan bermanfaat untuk kesehatan si Kecil. Meskipun bergizi, namun Mums tetap harus membatasi asupan kuning telur dengan menyeimbangkan asupan nutrisi dari makanan bergizi lainnya. 

  • Minyak Ikan Kod

    Si Kecil juga bisa mendapatkan manfaat vitamin D yang lebih optimal dari minyak ikan kod. Selain kaya akan vitamin A dan asam lemak omega 3, minyak ikan kod mengandung vitamin D yang cukup tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan si Kecil. Pastikan mengonsumsi minyak ikan kod sesuai batas normal dan tidak berlebihan ya, Mums. 

  • Jamur 

    Jamur merupakan salah satu makanan penghasil vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini karena jamur mengandung pro-vitamin yang bernama ergosterol. Ergosterol akan membantu jamur untuk menyintetiskan vitamin D2 ketika terkena paparan sinar matahari. 

Sumber dan fungsi vitamin D memang cukup beragam ya, Mums? Bahkan, makanan-makanan di atas bisa Mums dapatkan dengan mudah setiap hari. Namun, hal yang perlu Mums perhatikan adalah cara pengolahan makanan tersebut. Supaya si Kecil mendapatkan fungsi vitamin D lebih optimal, sebaiknya hindari memasak dan memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak, sehingga si Kecil dapat dengan mudah mencerna makanan tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Mums. 

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang