Lompat ke isi utama
Probiotik dan Prebiotik

Apa Perbedaan Prebiotik dan Probiotik? Ini Penjelasannya

Mums pasti sering mendengar istilah prebiotik dan probiotik. Mungkin Mums melihat kedua istilah ini pada label kemasan produk makanan dan minuman. Perbedaan prebiotik dan probiotik bisa dilihat dari cara kerjanya di dalam tubuh. Meski berbeda, keduanya terbukti sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan saling membutuhkan satu sama lain untuk menyehatkan saluran pencernaan. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengetahui perbedaan prebiotik dan probiotik agar tidak tertukar

Apa itu Prebiotik dan Probiotik?

Probiotik adalah bakteri baik dalam usus yang dapat mendukung kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bakteri baik ini dipercaya dapat melawan bakteri jahat. Ada beberapa jenis probiotik, di antaranya:

  • Bifidobacterium

    Bifidobacterium adalah probiotik yang dapat ditemukan dalam produk olahan susu. Keberadaan bakteri ini dipercaya dapat meredakan gangguan saluran pencernaan pada anak-anak maupun orang dewasa.

    Bifidobacterium mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan berbagai vitamin, terutama vitamin B, vitamin K, dan vitamin B9 (asam folat). Selain itu, probiotik ini pun memproduksi asam laktat dan asam asetat di usus besar. Dengan begitu, Bifidobacterium sangat penting bagi kesehatan saluran pencernaan dan sistem imun tubuh si Kecil hingga masa depan. 

    Bakteri jenis ini bisa ditemukan pada produk-produk olahan susu, seperti keju. Perlu Mums ketahui, susu pertumbuhan Susu FRISO Gold 3 dan FRISO Gold 4 mengandung probiotik Bifidobacterium. 

  • Lactobacillus

    Lactobacillus merupakan jenis probiotik yang paling umum. Bakteri ini biasanya dapat ditemukan dalam yoghurt dan makanan fermentasi lainnya. Lactobacillus bekerja dengan cara menjaga tingkat keasaman di saluran pencernaan, sehingga dapat menghentikan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Probiotik ini sering digunakan untuk mengatasi diare dan gangguan penyerapan laktosa. 

  • Saccharomyces Boulardii 

    Saccharomyces Boulardii adalah probiotik yang berasal dari ragi atau jamur. Selain dari produk fermentasi, probiotik ini juga yang bisa Mums temukan pada kulit manggis dan leci. Probiotik ini diyakini bermanfaat untuk meredakan diare, radang saluran pencernaan, atau iritasi saluran pencernaan.

Cara kerja probiotik adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh si Kecil. Sebagai contoh, saat si Kecil sakit dan diberikan antibiotik, nantinya antibiotik ini akan membunuh bakteri baik maupun jahat. Nah, saat itu probiotik berperan dalam mengembalikan jumlah bakteri baik yang hilang tadi.

Sedangkan, prebiotik adalah makanan (biasanya makanan tinggi serat) yang berfungsi sebagai asupan untuk bakteri baik dalam tubuh, agar jumlahnya tetap terjaga. Sederhananya, probiotik adalah bakteri baik dan prebiotik adalah makanan untuk bakteri baik tersebut. Namun, tubuh tidak bisa mencerna prebiotik, sehingga prebiotik akan pergi menuju saluran pencernaan bagian bawah, yaitu tempat bagi prebiotik menjadi makanan untuk bakteri baik (probiotik).

Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, prebiotik berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri, ragi, dan berbagai mikroba bermanfaat dalam usus besar, sehingga perannya cukup penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena membantu bakteri baik (probiotik) agar tetap hidup. 

Maka dari itu, prebiotik dan probiotik dibutuhkan untuk menjaga kesehatan pencernaan. Berbicara mengenai perbedaan prebiotik dan probiotik, sebenarnya prebiotik juga bisa dikonsumsi dalam bentuk makanan atau suplemen layaknya mengonsumsi probiotik. Meski ada perbedaan antara prebiotik dan probiotik, usahakan untuk memberikan si Kecil prebiotik dan probiotik dari sumber alami, seperti makanan. Sebab, berbagai makanan dan minuman yang mengandung prebiotik cenderung mengandung nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. 

Para ahli dari International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics menegaskan, setidaknya tubuh membutuhkan 5 gram prebiotik setiap harinya. Mengonsumsi prebiotik berlebihan justru dapat menyebabkan perut kembung dan penumpukan gas. Namun, pada beberapa kondisi, seperti sindrom iritasi usus besar dan adanya pertumbuhan bakteri, sebaiknya perlu hati-hati sebelum mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik karena akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, meskipun efek sampingnya jarang terjadi. 

Manfaat Prebiotik dan Probiotik Bagi Tubuh

Prebiotik dan probiotik memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit
  • Mengurangi gejala radang usus
  • Mencegah diare akibat pemakaian antibiotik
  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan
  • Membantu mengatasi penyakit kulit, seperti eksim
  • Menjaga kesehatan saluran kemih dan area kewanitaan
  • Mencegah alergi, pilek, dan infeksi saluran napas atas
  • Menjaga kesehatan mulut

Manfaat lain yang bisa diberikan oleh probiotik adalah melindungi saluran pencernaan dari bakteri, virus, dan jamur, merangsang pembentukan enzim pencernaan, menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Makanan yang Mengandung Prebiotik dan Probiotik

Supaya si Kecil mendapatkan manfaat dari prebiotik dan probiotik, maka Mums perlu memenuhi asupan makanan dan minuman yang mengandung prebiotik dan probiotik secara seimbang dan sesuai batas normal. Lantas, apa saja sumber prebiotik dan probiotik yang aman dikonsumsi anak-anak?

Makanan yang Mengandung Prebiotik

  • Pisang
  • Semangka
  • Apel
  • Tomat
  • Jeruk bali
  • Buah tin
  • Oat
  • Gandum
  • Kacang kedelai
  • Kacang almond
  • Kacang pistachio
  • Biji rami
  • Asparagus
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Bawang bombay
  • Suplemen dalam bentuk minuman, kapsul, dan bubuk

Makanan yang Mengandung Probiotik

Makanan yang mengandung probiotik biasanya diolah dengan cara fermentasi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tempe
  • Yoghurt
  • Kefir
  • Kimchi
  • Miso
  • Kombucha
  • Natto
  • Beberapa jenis keju, seperti mozzarella, cheddar, dan cottage 

Baca juga: 4 Manfaat Probiotik Bagi Tumbuh Kembang Si Kecil

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Prebiotik dan Probiotik

Seperti yang Mums ketahui, asupan prebiotik dan probiotik sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si Kecil. Pada anak-anak, prebiotik dan probiotik bisa diperoleh dengan cara mengonsumsi susu pertumbuhan yang diformulasikan khusus untuk mendukung daya tahan tubuh dan tumbuh kembang si Kecil. Salah satu susu pertumbuhan yang diperkaya oleh prebiotik dan probiotik adalah susu FRISO Gold 3 yang mengandung nutrisi alami tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Susu FRISO Gold 3 juga diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam. 

Selain dengan mengonsumsi prebiotik dan probiotik, penting juga untuk memenuhi asupan nutrisi berkualitas dari makanan bergizi lainnya. Hindari asupan makanan tinggi gula dan tinggi lemak karena dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri merugikan yang berpotensi menimbulkan penyakit. 

Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, supaya si Kecil mendapatkan manfaat prebiotik dan probiotik lebih maksimal, berikut ini ada beberapa tips yang bisa Mums lakukan, di antaranya:

  • Sebaiknya pilih produk yang mengandung prebiotik dan probiotik yang aman dan sudah teruji klinis
  • Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter 
  • Perhatikan dosis dan anjuran pakainya
  • Ketahui cara penyimpanan produk, misalnya apakah produk harus disimpan pada suhu tertentu
  • Jangan lupa untuk selalu mengecek tanggal kedaluwarsa produk
  • Pastikan produk yang akan dibeli sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Perlu Mums ketahui, meskipun secara umum penggunaan probiotik termasuk aman untuk anak-anak hingga orang dewasa, namun penggunaannya tidak dianjurkan pada anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Ini karena pemberian probiotik kemungkinan bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius. Jika si Kecil mengalami kondisi medis tertentu, sebaiknya penggunaan prebiotik dan probiotik sesuai dengan anjuran dari dokter yang bersangkutan.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang