Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Atasi Dermatitis Atopik pada si Kecil dengan 5 Cara Ini

Atasi Dermatitis Atopik pada si Kecil dengan 5 Cara Ini

Dermatitis atopik atau eksim merupakan gangguan kesehatan kulit yang kerap diderita oleh bayi. Saat si Kecil mengalami ini, banyak Mums yang mungkin merasa frustasi, terutama saat melihat si Kecil menjadi rewel karena rasa gatal yang dialaminya. Dermatitis atopik biasanya menimbulkan rasa gatal dan bintik kemerahan pada kecil. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan kesehatan ini bisa bersifat kronis dan menyebabkan luka.

Eksim pada si Kecil sering berkaitan dengan peningkatan kadar Immunoglobulin E atau antibodi yang terdapat di kulit, serta adanya riwayat atopi pada keluarga atau penderita. Ada banyak faktor pemicu yang bisa mengakibatkan munculnya dermatitis atopik. Di antaranya adalah makanan dan debu di rumah. Makanan yang paling sering berperan memicu munculnya eksim adalah telur, susu, gandum, kedelai, dan kacang tanah. Sedangkan, debu di rumah akan memicu munculnya eksim di lokasi yang sebelumnya sudah pernah timbul eksim. Bulu binatang dan spora jamur juga bisa memicu timbulnya eksim. Namun demikian, ada baiknya jika Mums melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui pemicu alergi pada si Kecil secara jelas.

Baca Juga: 6 Nutrisi Alami untuk Perkuat Sistem Imun Anak

Gangguan kesehatan kulit ini bisa saja muncul berulang kali. Walaupun demikian, Mums tetap bisa mengatasi dan mencegah agar dermatitis atopik tidak muncul lagi. Berikut adalah 5 cara yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi dan meminimalkan risiko dari dermatitis atopik.

Gunakan Sabun Mandi dengan pH Netral

Atasi Dermatitis Atopik pada si Kecil dengan 5 Cara Ini

Sabun mandi dengan pH netral dapat meminimalkan risiko terjadinya iritasi pada kulit si Kecil. Perlu Mums ketahui, sabun dengan pH tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan luar kulit sehingga kulit si Kecil menjadi kaku dan kering. Agar kulit tetap terhidrasi dengan baik, gunakan sabun dengan bahan-bahan alami dan memiliki pH yang netral. Pastikan sabun yang Mums gunakan tidak mengandung detergen karena dapat memperparah eksim pada si Kecil.

Oleskan Krim Khusus dari Dokter

Mums sebaiknya membawa si Kecil ke dokter saat gejala dermatitis atopik muncul. Biasanya dokter akan memberikan krim khusus untuk mengatasi eksim tersebut. Jika dengan krim khusus tersebut, eksim tidak kunjung membaik dan mulai mengganggu penglihatan si Kecil, bawalah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Gunakan Produk Khusus Bayi

Atasi Dermatitis Atopik pada si Kecil dengan 5 Cara Ini

Pilih produk yang dikhususkan untuk bayi ya, Mums. Gunakan sabun dan shampoo yang formulasinya memang sesuai dengan usia si Kecil. Pastikan juga untuk melihat kandungan produk yang akan Ibu gunakan untuk si Kecil. Hindari menggunakan produk yang memiliki banyak zat pewarna, pewangi, alkohol, serta bahan kimia lain yang dapat berbahaya bagi kesehatan kulit si Kecil. Jangan sesekali menggunakan produk dewasa untuk si Kecil. Hal tersebut berpotensi memperparah eksim pada kulit si Kecil.

Selain itu, pilih detergen pakaian yang memang diperuntukkan untuk mencuci pakaian bayi. Detergen yang dikhususkan untuk bayi akan lebih lembut dan cocok untuk kulit si Kecil yang sensitif. Pemilihan detergen yang salah dapat memperparah eksim pada si Kecil. Sebab, detergen merupakan salah satu alergen kuat yang bisa memicu munculnya dermatitis atopik.

Hindari Pemicu Alergi

Agar dermatitis atopik yang dialami si Kecil dapat berangsur membaik, sebaiknya Mums menghindari semua faktor pemicu eksim yang telah dibahas sebelumnya. Jika pemicu eksim bersumber dari makanan, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai pemberian jenis makanan yang sesuai untuk si Kecil.

Apabila pemicu eksim bersumber dari debu atau lingkungan yang kotor, mulailah untuk selalu menjaga kebersihan. Selalu bersihkan rumah dan tempat tidur si Kecil setiap hari. Hindari pakaian yang terlalu tebal, ketat, dan kotor. Mums harus segera mengganti popok jika si Kecil buang air kecil atau besar untuk menghindari iritasi kulit. Selain itu, jangan gunakan pakaian berbahan wol karena terasa panas dan memicu gatal, Mums sebaiknya memilih pakaian berbahan katun untuk si Kecil.

Gunakan Pelembab

Atasi Dermatitis Atopik pada si Kecil dengan 5 Cara Ini

Pelembap dipercaya dapat meminimalkan ruam, bentol, dan rasa gatal pada si Kecil. Hal ini karena pelembap membuat kulit si Kecil selalu terhidrasi. Kulit yang terhidrasi dengan baik mampu menjaga kesehatan lapisan luar kulit. Mums bisa memberikan si Kecil salep yang mengandung petroleum jelly agar bisa menahan air di kulit. Jika salep membuat si Kecil merasa berminyak, Mum bisa memakai krim dengan kandungan asam glycyrrhetinic, gliserol, atau oat di dalamnya. Kandungan tersebut sangat baik untuk menjaga kelembapan si Kecil.

Pada umumnya, dermatitis atopik merupakan penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun terdapat berbagai faktor yang bisa memicu kemunculannya. Dermatitis atopik dapat dicegah dan diatasi dengan baik menggunakan cara-cara di atas. Prinsipnya, selalu jaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit si Kecil. Perawatan kulit menjadi perlindungan pertama dari luar yang bisa Mums lakukan.

Selain perawatan dari luar, dukung juga perawatan dari dalam melalui pemberian asupan nutrisi yang cukup. Mums perlu memberikan ASI serta makanan pendamping kaya nutrisi agar kesehatan kulit dan daya tahan tubuhnya kuat. Agar kebutuhan nutrisinya semakin lengkap, Mums juga bisa memberikan Friso Gold 3. Susu Friso Gold 3 mengandung banyak nutrisi yang bisa menjaga kesehatan dan meningkatkan tumbuh kembang si Kecil. Friso dengan teknologi Locknutri, mampu menjaga kualitas nutrisi yang terkandung di dalam susu sehingga lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh si Kecil.