Lompat ke isi utama
78491-bantu-atasi-anemia-saat-kehamilan-dengan-susu-ibu-hamil

Atasi Kurang Darah saat Hamil dengan Zat Besi dari Susu

Untuk mengatasi anemia atau kurang darah, Ibu hamil bisa mulai minum susu sebagai penambah Zat Besi dan Asam Folat sesuai dengan petunjuk dokter.

Apakah Mum kini sering merasa pusing dan lemas? Jika iya, jangan dibiarkan, Mum. Segera periksakan diri ke dokter, karena bisa jadi itu adalah gejala anemia. Saat hamil, tubuh membutuhkan Zat Besi dan Asam Folat lebih banyak dari biasanya. Nah, jika Mum tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari makanan dan susu ibu hamil, hal ini akan membuat Mum lebih rentan terserang penyakit ini.

Baca jugaFRISO Kemasan Baru Tetap Hadir dengan Nutrisi Alami dan Kini Bebas Sukrosa

Anemia sebenarnya terdiri dari beberapa jenis, namun ada tiga yang sering terjadi di masa kehamilan, yaitu:

Anemia Defisiensi Zat Besi

Anemia jenis ini disebabkan oleh kurangnya jumlah Zat Besi pada tubuh yang berfungsi untuk memproduksi Hemoglobin. Akibatnya, darah tidak bisa mengalirkan cukup Oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Baca Juga: 4 Contoh Empati yang Perlu Diajarkan Kepada Anak Sejak Dini

Anemia Defisiensi Folat

Jenis anemia ini disebabkan oleh kurangnya kandungan Folat dalam tubuh. Padahal, jenis Vitamin B dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel baru, termasuk di antaranya sel darah merah. Hal ini kemudian mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah merah untuk mengalirkan Oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Usia Kehamilan 3 Bulan

Anemia Defisiensi Vitamin B12

Tubuh membutuhkan Vitamin B12 untuk membentuk sel darah merah. Kekurangan Vitamin ini dapat membuat tubuh tidak bisa memproduksi sel darah merah dengan jumlah yang cukup. Alhasil, anak dari ibu hamil yang kekurangan Vitamin B12 akan lebih berisiko lahir dengan kondisi cacat atau memiliki kelainan. Inilah alasan mengapa Vitamin B12 termasuk zat yang penting dalam asupan ibu hamil.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Anak pada Setiap Fase Pertumbuhan | Friso

Itulah tiga jenis anemia yang sering terjadi saat kehamilan. Penyakit ini akan lebih mudah ditangani jika bisa dideteksi sejak awal. Untuk itu, yuk, kenali gejala-gejalanya berikut ini!

  • Kulit, bibir, dan kuku yang pucat
  • Merasa lelah dan lemas
  • Sesak napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Sulit berkonsentrasi

Baca Juga: Belanja Persiapan Kelahiran Si Kecil

Gejala-gejala di atas memang tidak selalu menandakan bahwa Mum terserang anemia. Guna memastikannya, Mum disarankan untuk melakukan tes darah secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah Hemoglobin dan sel darah merah yang ada dalam tubuh Mum berada dalam jumlah yang cukup atau tidak. Namun, jika Mum memang terserang anemia, dibutuhkan penanganan segera agar Mum bisa terhindar dari beberapa risiko, seperti:

  • Membutuhkan transfusi darah (jika terjadi pendarahan saat melahirkan)
  • Stres pasca melahirkan
  • Anak yang lahir dengan anemia
  • Melahirkan anak dengan berat badan rendah
  • Keterlambatan perkembangan anak
  • Anak yang lahir dengan kelainan tulang belakang atau otak

Nah, untuk mengatasinya, Mum bisa mulai menambahkan suplemen Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin sesuai petunjuk dokter sebagai asupan ibu hamil. Disarankan juga untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan Zat Besi, seperti daging, telur, dan kacang-kacangan, serta makanan yang memiliki Vitamin C tinggi untuk membantu menyerap Zat Besi, seperti buah jeruk, kiwi, tomat, dan paprika. Selain itu, meminum susu ibu hamil secara teratur juga bisa membantu mengatasi anemia saat kehamilan, karena asupan tersebut juga memiliki kandungan nutrisi yang bisa membantu pembentukan sel darah merah.

Baca Juga: Diare Pada Anak? Atasi Dengan 3 Langkah Mudah Ini

Untuk bantu penuhi nutrisi Mum dan janin, Frisomum Gold diperkaya dengan protein yang lebih mudah dicerna oleh tubuh. Ini karena Friso diproduksi dengan Single Process, di mana susu tidak dipanaskan secara berlebih, sehingga kualitas nutrisinya tetap terjaga dan dapat mudah diserap tubuh. Dengan begitu, Mum bisa menikmati manfaat nutrisi susu ibu hamil ini dengan optimal sejak awal kehamilan.