Lompat ke isi utama
Mengatasi Darah Rendah

Begini Cara Mengatasi Darah Rendah Saat Hamil

Mengatasi darah rendah saat hamil harus dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan efek samping terhadap janin dalam kandungan.

Selama masa kehamilan, penting bagi Mums untuk mengetahui cara mengatasi darah rendah agar bisa diatasi dengan tepat. Ini karena darah rendah merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Meskipun terlihat biasa, siapa sangka ternyata darah rendah saat hamil bisa berbahaya bagi kesehatan janin jika dibiarkan secara terus menerus dan dalam waktu yang lama. 

Untuk mengatasi darah rendah, Mums sebelumnya perlu mengetahui terlebih dahulu gejala umum yang biasa dialami. Selain pusing, tekanan darah rendah saat hamil juga ditandai dengan munculnya gejala mual, sulit konsentrasi, wajah pucat, haus yang berlebihan, mudah lelah, dan jantung berdebar terus menerus. Mengatasi darah rendah pada ibu hamil perlu dilakukan dengan cara yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Hal tersebut penting dilakukan oleh Mums agar tidak menyebabkan efek samping lain terhadap janin. Untuk itu, sebelum mengetahui cara mengatasi darah rendah saat hamil, kita simak dulu beberapa penyebabnya, yuk! 

Penyebab Darah Rendah saat Hamil

Dalam mengatasi darah rendah, Mums perlu mengetahui dulu bahwa kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya perubahan hormon dan peningkatan aliran darah ke janin. Tekanan darah rendah saat hamil juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya. Yuk, ketahui beberapa penyebab kondisi ini agar Mums bisa mengatasi darah rendah dengan tepat, antara lain:

  • Anemia

    Perlu diketahui bahwa untuk mengatasi darah rendah, Mums juga harus mengetahui terlebih dahulu salah satu penyebabnya yaitu karena anemia. Kurang darah atau anemia merupakan kondisi ketika tubuh Mums kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga membuat Mums lebih pucat dan mudah lelah. 

    Artinya, kondisi tekanan darah yang rendah belum tentu anemia, tetapi anemia bisa menyebabkan tekanan darah yang rendah. Bila Mums memiliki tekanan darah rendah karena anemia saat hamil, kondisi tersebut bisa memicu masalah yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat, seperti:

    • Janin tidak berkembang
    • Bayi lahir prematur
    • Berat badan lahir rendah
  • Dehidrasi

    Dehidrasi juga termasuk salah satu penyebab tekanan darah rendah yang dapat dialami oleh ibu hamil. Melansir dari laman resmi healthline.com, kebutuhan cairan ibu hamil yang direkomendasikan yaitu sekitar 2.300 ml per hari atau setara dengan 8-12 gelas, tentunya jumlah ini disesuaikan juga dengan kondisi kesehatan Mums. 

    Saat hamil, kebutuhan cairan harian harus dicukupi dengan tepat karena janin dalam kandungan pun membutuhkannya. Kekurangan cairan tubuh justru dapat mengganggu kadar garam, mineral, dan perkembangan janin di setiap trimester kehamilan. Maka dari itu, Mums dapat mengatasi darah rendah akibat dehidrasi dengan cara mencukupi kebutuhan cairan harian dengan tepat. 

  • Kekurangan asupan nutrisi

    Untuk mengatasi darah rendah dengan tepat, Mums juga perlu memahami salah satu penyebabnya yaitu karena kekurangan asupan nutrisi. Seperti yang diketahui, asupan nutrisi ibu hamil harus lebih banyak dibandingkan sebelumnya karena nutrisi ini terbagi untuk Mums dan juga untuk janin dalam kandungan. 

    Ibu hamil yang mengalami kekurangan nutrisi bisa mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti berat badan rendah, perkembangan janin terhambat, tekanan darah rendah, dan lain sebagainya. 

  • Penyakit jantung

    Penyebab lain dari darah rendah saat hamil yaitu karena adanya masalah pada jantung Mums. Beberapa masalah jantung yang menyebabkan tekanan darah rendah pada ibu hamil di antaranya gagal jantung, detak jantung lemak dan masalah katup jantung. Munculnya masalah pada jantung ini membuatnya tidak bisa mengalirkan aliran darah yang cukup ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan janin.

Selain 4 kondisi tersebut, tekanan darah rendah pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh kebiasaan yang tidak baik, seperti 

  • Terlalu lama dan sering berbaring di tempat tidur
  • Berdiri terlalu cepat dari posisi duduk
  • Memiliki riwayat darah rendah sebelum hamil
  • Mengidap diabetes
  • Stres saat hamil
  • Berendam di air panas dengan waktu yang lama
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Adanya komplikasi pada awal kehamilan, seperti kehamilan ektopik

Lantas, berapa tekanan darah yang normal untuk ibu hamil? Menurut American Heart Association, tekanan darah dikatakan normal saat hamil ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg dan di atas 90/60 mmHg. 

Rendah atau tidaknya tekanan darah ibu hamil dapat diketahui dengan cara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan pada dokter. Dalam pemeriksaan tersebut, biasanya dokter akan menggunakan alat pengukur tekanan darah untuk mengetahui tekanan darah pada ibu hamil. Setelah mengetahui faktor pemicunya, kini saatnya Mums mengetahui cara mengatasi darah rendah saat hamil dari tips di bawah ini.

Cara Mengatasi Darah Rendah saat Hamil

Ada beberapa cara untuk mengatasi darah rendah saat hamil yang bisa Mums lakukan. Sebenarnya selama penurunan tekanan darah tidak drastis, kondisi tersebut tidak terlalu berdampak negatif bagi kesehatan Mums dan janin. Akan tetapi, Mums tetap harus mengetahui cara mengatasi darah rendah sejak awal agar bisa melakukan penanganan yang tepat jika suatu saat mengalami kondisi ini. 

Untuk mengatasi darah rendah, ada beberapa langkah yang bisa Mums lakukan untuk meringankan keluhan yang dirasakan. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi darah rendah, antara lain:

  • Perbanyak minum air putih sekira 2,5 liter per hari sebagai cara mengatasi darah rendah akibat dehidrasi dan untuk mencukupi kebutuhan cairan harian
  • Asupan makanan yang mengandung asam juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi darah rendah saat hamil. Namun, pastikan Mums tidak mengonsumsi makanan ini secara berlebihan
  • Cukupi asupan makanan yang mengandung garam
  • Makan dengan porsi yang kecil namun sering
  • Atur pola makan yang bergizi seimbang
  • Berbaring di sisi kiri untuk meningkatkan aliran darah ke jantung
  • Hindari berdiri terlalu cepat setelah Mums duduk
  • Hindari berdiri terlalu lama 
  • Rutin melakukan aktivitas fisik yang ringan dan sesuai dengan kemampuan Mums saat hamil
  • Cukupi waktu istirahat dan tidur 

Untuk mencegah dan mengatasi darah rendah, Mums dianjurkan untuk mengonsumsi makanan padat nutrisi. Nah, salah satu makanan bergizi untuk ibu hamil dan janin adalah susu Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang bayi dalam kandungan hingga setelah lahir. 

Apabila Mums sudah melakukan berbagai cara mengatasi darah rendah yang telah disebutkan di atas, tetapi kondisinya tak kunjung baik, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Nantinya dokter kandungan akan melakukan beberapa tindakan medis, seperti memberikan obat yang sesuai dengan keluhan yang Mums rasakan.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang