Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Begini Cara Mengatasi Hipersensitif Saluran Cerna pada Bayi Usia Hingga 1 Tahun

Begini Cara Mengatasi Hipersensitif Saluran Cerna pada Bayi Usia Hingga 1 Tahun

Gangguan pencernaan pada bayi mungkin merupakan masalah paling umum yang ditemui sebagian besar Mums di Indonesia. Gangguan ini biasanya berupa perut yang sakit, diare atau konstipasi. Tentu saja, gangguan ini akan membuat si Kecil menjadi rewel dan bahkan beresiko mengganggu tumbuh kembangnya. Lalu bagaimana cara mengatasi hipersensitif saluran cerna pada bayi agar tidak mengalami gangguan pencernaan seperti ini?
Hipersensitif, adalah kondisi di mana saluran pencernaan si Kecil memiliki kekuatan yang tidak ideal. Wajarnya, saluran pencernaan yang berfungsi optimal akan berperan dalam penyerapan dan pengolahan berbagai asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan menjadikannya bahan utama tumbuh kembang serta membangun daya tahan tubuh.
Namun pada kasus dimana si Kecil memiliki hipersensitivitas pada saluran cerna, pencernaan si Kecil tidak dapat melakukan perannya dengan baik. Hal ini menyebabkan proses penyerapan nutrisi terganggu. Penyerapan nutrisi yang kurang optimal akan berakibat pada kurangnya nutrisi yang diserap dan digunakan untuk tumbuh serta membangun daya tahan tubuh.
Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini? Sebenarnya cara paling tepat adalah membawa si Kecil ke dokter anak kepercayaan Mums, mengingat usia 0 hingga 1 tahun merupakan usia yang paling rentan di mana si Kecil harus benar-benar mendapat penanganan profesional. Namun demikian, untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan akibat hipersensitivitas pada saluran cerna si Kecil, Mums bisa melakukan beberapa langkah berikut.

ASI Eksklusif

Seperti diketahui bersama, asupan makanan paling tepat untuk si Kecil berusia 0 hingga 6 bulan adalah ASI. Kandungan nutrisi pada ASI merupakan setiap nutrisi yang diperlukan si Kecil dalam masa kehidupan awalnya. Selain mengandung nutrisi yang diperlukan, ASI juga mudah dicerna karena teksturnya yang cair dan tidak solid.
Kekuatan pencernaan pada bayi usia ini belum terbentuk sempurna. Pemberian ASI sebagai makanan pokok untuk si Kecil benar-benar dapat mencukupi nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh serta membangun daya tahan tubuh si Kecil. Baru kemudian setelah usianya bertambah, Mums bisa memberikan makanan pendamping ASI atau MPASI.

MPASI Sesuai Usia

Anjuran pemberian ASI eksklusif wajarnya adalah hingga usia satu tahun. Namun demikian, biasanya pada usia di atas 6 bulan saluran pencernaan si Kecil telah mulai memiliki kekuatan lebih baik dan dapat mencerna makanan selain ASI. Makanan Pendamping ASI atau MPASI, bisa jadi asupan tambahan untuk menunjang nutrisi yang diperlukan si Kecil.
Namun demikian MPASI sendiri juga harus diberikan berdasarkan usia si Kecil. Untuk mengetahui informasi yang lebih valid, Mums bisa berkonsultasi dengan ahli nutrisi anak atau dokter anak, agar Mums dapat memberikan MPASI yang tepat sesuai dengan usianya. Dengan MPASI yang tepat, si Kecil dapat terhindar dari gangguan pencernaan. Ini juga menjadi salah satu cara mengatasi hipersensitif saluran cerna pada bayi yang direkomendasikan.

Higienitas dan Kebersihan

Gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare dan konstipasi juga dapat disebabkan karena kuman atau virus yang tanpa sengaja masuk ketika si Kecil sedang mengkonsumsi makanannya. Salah satu cara yang juga disarankan adalah untuk selalu menjaga higienitas dan kebersihan setiap benda yang bersentuhan dengan si Kecil, khususnya ketika si Kecil makan.
Mums dapat melakukan hal ini dengan secara rutin mencuci peralatan makan si Kecil, jika si Kecil telah mengkonsumsi MPASI, serta menjaga kebersihan diri ketika si Kecil masih dalam tahap menyusui. Meskipun mungkin terdengar sederhana, menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan si Kecil dapat benar-benar mengurangi resiko gangguan pencernaan pada si Kecil.

Kontrol Kesehatan Rutin

Satu hal yang wajib Mums lakukan adalah dengan melakukan kontrol kesehatan secara rutin. Pada kasus dimana si Kecil mengalami hipersesitivitas pencernaan, upaya aktif seperti kontrol dapat memberikan deteksi yang lebih dini. Dengan demikian, Mums bisa menyikapi hal ini, jika mungkin terjadi, secepatnya sehingga tidak akan mengganggu pertumbuhan si Kecil.
Gangguan pencernaan dapat berpengaruh pada tumbuh kembang si Kecil, karena asupan nutrisi yang didapat si Kecil benar-benar bergantung pada kesehatan saluran cerna. Ketika saluran cerna dalam kondisi baik dan sehat, maka penyerapan makanan dapat berlangsung dengan optimal. Demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu, kontrol kesehatan secara rutin diperlukan agar Mums dapat memahami kondisi si Kecil secara rutin dan mengambil tindakan ketika terjadi kondisi tertentu.

Demikian beberapa cara mengatasi hipersensitif saluran cerna pada bayi yang disarankan. Ketika si Kecil mengalami gangguan pencernaan, biasanya ditandai dengan sering menangis, kondisi feses yang tidak wajar, atau perut terasa keras, jangan ragu untuk membawanya ke dokter anak kepercayaan Mums. Penanganan profesional sangat direkomendasikan agar gangguan pencernaan tidak berkelanjutan. Tentu saja, Mums juga sekali lagi harus memastikan asupan nutrisi si Kecil cukup dengan ASI dan MPASI untuk usia hingga 1 tahun.