Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Biasanya Anak Bisa Bicara Umur Berapa?

Biasanya Anak Bisa Bicara Umur Berapa?

Setiap orang tua pasti menginginkan anak bisa bisa bicara tepat pada waktunya, karena fase ini merupakan fase paling kritis yang dilalui oleh anak. Namun yang perlu Moms ketahui adalah setiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda kapan ia bisa bicara, tidak bisa disama ratakan. Semuanya tergantung dari faktor lingkungan serta stimulasi. Oleh karena itu Mum bisa mendorong anak bisa bicara umur berapa dengan memberikan stimulasi sebanyak mungkin.

Anak bisa bicara umur berapa? Kapan saatnya?

Mum perlu tahu bahwa anak bisa bicara umur berapa merupakan sebuah proses yang bertahap, tidak bisa instan. Pembelajaran pertama si kecil untuk bicara dimulai sejak ia masih dalam kandungan. Terdapat aktivitas pada otak janin ketika ibu berbicara dengan suara yang keras atau melakukan penekanan pada beberapa kata. Pada saat itulah ia mulai mempelajari kata dengan cara mendengarkan suara ibunya.

Setelah lahir ke dunia, bayi mengekspresikan emosi yang dirasakan melalui tangisan dan rengekan. Tangis tersebut merupakan cara si kecil berbicara dan mengungkapkan sesuatu. Dan mulai usia 2-3 bulan, bayi akan mulai menggunakan lidah, bibir, langit-langit mulut untuk membuat sebuah bunyi tertentu. Tahapan tersebut berlanjut dengan fase mengoceh di usia 4 bulan.

Mengoceh merupakan sebuah fase yang penting bagi perkembangan bicara anak, karena itu merupakan cara berkomunikasi si kecil yang nyata. Pada saat mengoceh, bayi bisa belajar mengekspresikan diri dengan suara, mendengar reaksi, serta merespon dan membentuk interaksi sosial. Untuk itulah Mum perlu merespon ketika bayi mulai menunjukkan ocehan pertamanya.

Perkembangan bahasa si kecil terus berlanjut hingga usia 9-12 bulan dimana ia mulai mengeluarkan kata pertamanya seperti ‘mama’ atau ‘papa’. Sejak saat itu, ia akan lebih sering mengoceh dan mengeluarkan 1-2 kata untuk mengekspresikan apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan. Dan kemampuan ini akan terus berlanjut dan berkembang sempurna sampai ia berusia 2-3 tahun. Orang tua perlu tahu anak bisa bicara umur berapa dengan memperhatikan fase ini.

Tahapan perkembangan bahasa anak

Untuk mengetahui anak bisa bicara umur berapa, Mum perlu mengetahui tahapan atau step-step perkembangan bahasa anak sampai ia benar-benar bisa mengungkapkan sesuatu lewat kata-kata.

0 – 3 bulan

Ketika di dalam kandungan, janin mulai belajar bicara dengan membedakan suara ibu dengan suara lain yang terdengar olehnya. Dan ketika lahir hingga berusia 3 bulan, bayi akan berkomunikasi dengan pengasuh menggunakan tangisan. Uniknya, gaya serta bunyi tangisan bayi berbeda, sehingga menandakan bahwa apa yang disampaikan dalam setiap tangisnya juga berbeda. Pada fase ini bayi mulai belajar bahasa dengan mempelajari apa yang ia dengar dari lingkungan di sekitarnya. Tanda anak bisa bicara umur berapa sudah terlihat di fase awal ini.

4 – 6 bulan

Tahapan selanjutnya anak bisa bicara umur berapa ada di usia 4 hingga 6 bulan. Di usia ini bayi mulai bisa bicara dengan meniru apa yang ia dengar. Si kecil juga belajar mengucapkan kata dengan vokal yang sama seperti ‘bababa’ atau ‘mamama’.

Meskipun kata-kata dan ocehan yang dilontarkan si kecil belum membentuk kata yang berarti, namun ia akan tetap mengulanginya berkali-kali. Hal ini terjadi karena ia sedang bereksperimen dengan mulut, bibir, serta lidahnya untuk menghasilkan bunyi dan kata-kata.

7 – 12 bulan

Ketika berusia 7 bulan, ucapan si kecil mulai terdengar sedikit jelas. Pada saat itu ia sedang berusaha mencoba menggunakan pola bicara dan nada yang sama dengan orang di sekitarnya. Meskipun belum tepat, ia mulai mengetahui ketika namanya dipanggil serta bisa meresponnya. Kemampuan bicara si kecil juga terus meningkat hingga usia 12 bulan ia dapat mengucap kata ‘mama’ atau ‘papa’ dan paham artinya.

Selanjutnya, akan mulai muncul kata-kata sederhana yang keluar dari mulut si kecil. Fase ini akan membuat orang tua takjub. Untuk itulah ia perlu respon orang di sekitarnya untuk merespon dan mengajaknya bicara.

13 – 18 bulan         

Setelah mulai bisa mengucapkan kata ‘mama’ dan ‘papa’, kosakata si kecil akan semakin banyak. Ia akan mulai menggunakan beberapa kata yang mudah diingat untuk mengekspresikan perasaan. Dan pada saat ini, Mum akan mulai mengerti apa yang dimaksud si kecil meski bahasanya belum jelas. Si kecil pun mulai menyadari bahwa cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan adalah dengan cara bicara.

19 – 24 bulan

Seiring dengan bertambahnya usia si kecil, maka semakin pintar ia dalam berbicara. Kosakata yang dimilikinya sudah semakin banyak, ia pun mulai dapat menggabungkan lebih banyak kata untuk membentuk sebuah kalimat.

Perlu bagi Mum dan lingkungan sekitar untuk menjaga kata-kata ketika bicara karena sangat mudah untuk ditiru anak. Dan yang lebih membuat takjub, si kecil sudah mulai pandai bernyanyi di usia ini.

25 – 36 bulan

Menginjak usia diatas 2 tahun, si kecil mulai belajar menggunakan intonasi. Ia juga mulai paham tentang penggunaan kata ‘kamu’, ‘saya’, serta ‘dia’. Hal ini tentu akan semakin memudahkan si kecil untuk berkomunikasi dengan lingkungan.

Dan masuk usia 3 tahun, kemampuan bicara anak sudah mulai lancar. Ia mulai bisa berdialog dan bercakap-cakap dengan orang-orang di sekelilingnya.

Cara stimulasi kemampuan bicara anak      

Meskipun ada tahapannya. Anak bisa bicara umur berapa tergantung dari stimulasi yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan. Oleh karena itu dorong kemampuan bicara si kecil dengan melakukan cara-cara di bawah ini.

  1. Ajak mengobrol

    Meskipun masih bayi, Mum perlu mengajak si kecil mengobrol. Karena faktanya, mengobrol merupakan kunci utama untuk membuka komunikasi dengan bayi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran berbicaranya.

    Mum bisa mulai mengobrol dengan percakapan ringan seperti apa yang sedang Moms kerjakan, atau bertanya sesuatu pada si kecil. Biasanya si kecil akan merespon dengan ocehan. Jangan lupa berikan senyuman ketika bicara, dan beri jeda agar ada kesempatan si kecil merespon ucapan Mum.

  2. Membacakan cerita

    Stimulasi lain untuk menambah kemampuan bicara anak adalah dengan membacakan dongeng atau cerita. Meskipun ia hanya mendengar dan belum paham akan ceritanya, cara ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan bicara anak.

Itulah beberapa hal yang bisa Moms ketahui mengenai anak bisa bicara umur berapa. Tak perlu khawatir tentang kapan ia bisa bicara, semuanya ada waktunya asalkan Mum memberikan stimulasi yang tepat.

Berikan juga nutrisi yang cukup untuk membantu perkembangan si kecil serta mengetahui anak bisa bicara umur berapa dengan lebih cepat, salah satunya adalah dengan memberikan Friso Gold 3 yang dilengkapi dengan teknologi LocknutriFriso Gold 3 memiliki mampu memenuhi kebutuhan si kecil secara alami sehingga anak bisa tumbuh sehat dan kuat.

Selamat mencoba Moms!

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang