Lompat ke isi utama
Bolehkah Ibu Hamil Menonton TV?

Bolehkah Ibu Hamil Menonton TV?

Selama masa kehamilan, banyak ibu memilih untuk menonton TV sebagai bentuk hiburan. Tanpa disadari, tabung sinar katoda (cathode ray tube - CRT) dalam kotak televisi terus memancarkansinar yang tak terlihat oleh kasat mata, yaitu sinar-X. Sebagian sinar ini diserap oleh logam berat disekitarnya, sebagian lain akan mengarah pada penonton televisi. Sementara sinar tersebut memancarkan radiasi yang sangat sedikit dan tidak membahayakan, efek jangka panjang untuk jumlah radiasi yang rendah akan terakumulasi, sehingga dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayi Mum.

Baca juga: Usia Kehamilan 4 Bulan

Penelitian membuktikan bahwa efek jangka panjang untuk dosis kecil sinar-X dapat merusak kromosom dalam sel manusia. Kromosom adalah pembawa bahan genetik yang menentukan perkembangan manusia, termasuk bayi dalam kandungan Mum. Kerusakan kromosom dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur, cacat sistem saraf pusat, mata dan tulang, bahkan lahir dalam keadaan meninggal. Di samping itu, CRT juga memancarkan sejumlah besar ion positif dalam jumlah yang besar yang menarik partikel-partikel debu dalam udara. Proses ini mengubah keseimbangan muatan listrik dalam lingkungan terdekat Mum, dapat menyebabkan sakit kepala, sesak napas dan dampak negatif lainnya bagi ibu dan bayi. Partikel-partikel debu dan bakteri di sekitar layar TV juga dapat mengenai kulit Mum yang berbahaya bagi ibu hamil.

Berikut beberapa saran dari para ahli:

  1. Menontonlah televisi kurang dari dua jam per hari dan istirahat beberapa menit setiap jamnya.
  2. Pilih acara yang menyenangkan, serta menonton dengan sikap yang santai. Hindari acara dengan jalan cerita dan adegan-adegan yang terlalu berlebihan. Cobalah untuk tidak terlalu asyik sendiri dengan acara yang Mum saksikan.
  3. Duduklah dalam posisi yang nyaman, dengan jarak dua meter atau lebih antara Mum dengan televisi.
  4. Ada baiknya Mum membiasakan diri untuk mencuci muka setelah menonton TV.